pulsa-logo

Nyontek TikTok, Facebook Luncurkan Instagram Reels


Nariswari

Rabu, 13 November 2019 • 13:24

Facebook Luncurkan Instagram Reels Layanan Video Mirip Tiktok


Cuplikasi video promo INstagram Reels di Youtube (screenshot/youtube)Cuplikasi video promo INstagram Reels di Youtube (screenshot/youtube)

Kepopuleran aplikasi TikTok di seluruh dunia, rupanya “menginspirasi” Facebook untuk menggarap aplikasi tandingan yang sangat mirip dengan TikTok. Dinamakan ‘Instagram Reels’, aplikasi ini memang sangat mirip dengan TikTok.

Instagram yang merupakan milik Facebook, pada hari Selasa kemarin (12/11) meluncurkan ‘Instagram Reels’ di Brasil. Aplikasi ini tersedia untuk perangkat berbasis iOS dan OS Android. Aplikasi ‘Instagram Reels’ memungkinkan pengguna untuk membuat klip video pendek berdurasi 15 detik yang direkam bersama-sama dengan latar musik dan membagikannya sebagai Instagram Story. Nyaris sama dengan konsep TikTok.

Fitur yang dibawa oleh ‘Instagram Reels’ menawarkan katalog besar musik yang dapat ditambahkan pengguna ke video mereka. Pengguna dapat memilih lagu sesuka mereka. Pengguna dapat dengan mudah menemukan ‘Instagram Reels’ di sebelah mode Boomerang dan Super-Zoom. Mode baru ini memungkinkan pengguna untuk menyematkan audio di dalam aplikasi, mencari dari katalog, bahkan menurut TechCrunch ada beberapa alat pengeditan juga.

Lahirnya ‘Instagram Reels’  bukanlah upaya pertama Facebook untuk bersaing dengan TikTok. Jika Anda ingat, Facebook tahun lalu memperkenalkan aplikasi berbagi video singkat yang disebut "Lasso". Aplikasi tersebut sayangnya kurang populer dan dianggap tidak berhasil dipasarkan di luar AS.

CEO Facebook Mark Zuckerberg baru-baru ini mengecam TikTok karena menyensor konten yang kritis terhadap pemerintah China. Mark menilai bahwa TikTok tidak adil.

"Sementara layanan Facebook, seperti WhatsApp, digunakan oleh pengunjuk rasa dan aktivis di mana-mana karena enkripsi dan perlindungan privasi yang kuat. Sementara pada TikTok, aplikasi China yang tumbuh dengan cepat di seluruh dunia, menyensorkonten yang dianggap kritis pada China, bahkan konten tersebut dibuat oleh pengguna TikTok di AS. Sampai saat ini, internet di hampir setiap negara di luar China telah ditentukan oleh platform Amerika dengan nilai-nilai demokrasi dan bebas untuk berekspresi. Satu dekade yang lalu, hampir semua platform internet utama adalah yang berbasis dari Amerika Serikat. Namun hari ini, enam dari sepuluh adalah dari Cina.” Ujar Mark Zuckerberg.

Beberapa waktu lalu, TikTok menerima kritik dan kecaman dari AS, terkait dengan kekhawatiran Pemerintah AS pada sektor keamanan. Meskipun demikian, TikTok terus tumbuh dan kian populer. Pada September 2019, TikTok adalah aplikasi media sosial paling banyak diunduh di seluruh dunia, menurut Sensor Tower. Dan pasar India berkontribusi pada 44% dari total unduhannya.


TikTok diluncurkan pada September 2016, dan dalam tiga tahun sejak diluncurkan, TikTok sudah memiliki 500 juta pengguna aktif di seluruh dunia (data berdasarkan Datareportal, 2019). Itu membuatnya masuk ke peringkat ke-9 dalam kategori  jejaring sosial populer di dunia, di atas situs-situs yang lebih dikenal seperti LinkedIn, Twitter, Pinterest, dan Snapchat. (*)

Sumber