pulsa-logo

Sstt, Ini Metodologi IDC untuk Hitung Pengiriman Smartphone di Indonesia


Fauzi

Kamis, 05 Desember 2019 • 15:01

IDC,metodologi IDC,pasar Indonesia


Risky Febrian, Market Analyst IDC IndonesiaRisky Febrian, Market Analyst IDC Indonesia

Belum lama ini biro riset pasar International Data Corporation (IDC) mengeluarkan laporan terbaru terkait pengapalan smartphone di Indonesia untuk Q3 2019.

Di sini kita tidak membahas lebih jauh soal laporan terbaru dari IDC dimaksud. Akan tetapi masih tidak jauh-jauh dari riset yang dilakukan IDC, yakni mengenai metodologi yang digunakan.

Seperti dipaparkan secara singkat oleh Risky Febrian, Market Analyst IDC Indonesia, ditegaskan bahwa metodologi sale atau pengiriman yang dilakukan IDC untuk Indonesia itu hanya untuk pasar smartphone legal saja. Dengan demikian, IDC kita tidak menghitung pasar (smartphone) yang ilegalnya. Hal itu lantaran di Indonesia telah ada kebijakan /peraturan pemerintah yang jelas mengenai pasar smartphone.

“Yaitu, yang pertama ada kebijakan TKDN di mana seluruh ponsel 4G di Indonesia itu harus dirakit atau diproduksi secara local. Dan kedua itu kebijakan postel,” kata Risky ketika menjadi pembicara di acara realme Business Update & 2020 Projection with IDC Indonesia yang digelar beberapa hari lalu.

Lantaran adanya dua kebijakan tersebut, metodologi dalam menghitung pengapalan (smartphone) di market, berdasarkan berapa banyak unit smartphone yang keluar dari pabrik untuk kemudian didistribusikan ke masing-masing distributor dari merek-merek ponsel.

“Nah, kita menghitung dari sisi pengiriman tersebut. Kenapa kita menghitung dari sisi pengiriman. Karena sejauh ini yang IDC percaya adalah berapa banyak unit smartphone yang dikirim dalam satu kuartal itu mewakili berapa banyak permintaan yang ada di pasar,” tandas Risky.

Seperti dicontohkan Rizky, ketika brand X melihat ada satu model smartphone yang sangat laku di pasaran, maka otomatis akan terwakilkan juga oleh jumlah  berapa banyak model yang dikirimkan.


“Jadi, memang antara data sale out dan pengiriman barang itu sangat berkaitan. IDC melihat bahwa data sale in ini mewakili permintaan yang ada di pasar,” tutupnya. (Ozi)