pulsa-logo

FisTx Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Pebudidaya Ikan dan Udang


Arief Burhanuddin

Sabtu, 29 Februari 2020 • 08:07


Sektor perikanan Indonesia memiliki potensi yang besar. Lebih dari 15% wilayah administrasi tingkat desa atau kelurahan berada di tepi laut. Hampir 22% penduduk desa menggantungkan sumber penghasilan utama mereka pada sub sektor perikanan. 

Kebutuhan sumber daya perikanan pun terus meningkat bahkan mencapai 54,5 kg per tahun. Udang menjadi salah satu komoditas yang semakin banyak dibudidayakan. Namun, tingkat produktivitas petambak udang terus menurun setiap tahun. 

Penyebab menurunnya produktivitas antara lain adanya penyebaran penyakit dan penanganan yang buruk terhadap limbah pada tambak. Karena itu, edukasi masalah perikanan mutlak diperlukan untuk mendampingi pembudidaya ikan dalam ememcahkan masalah perikana. 

Salah satu bentuk edukasi dan manajemen perikanan dapat dilakukan melalui aplikasi yang bisa diakses dengan mudah melalui smartphone. 

Atas dasar hal tersebut, UMG Idealab, perusahaan enture Capital (VC) sekaligus Venture Builder (VB) besutan Kiwi Aliwarga melalui startupnya PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) mengembangkan aplikasi FisTx.

FisTx diluncurkan di Balai Srigading Pantai Samas Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta beberapa waktu lalu lalu. Peresmian yang bertajuk Demokratisasi Perikanan di Era Industri 4.0 ini turut dihadiri oleh CEO PT MSMB Bayu Dwi Apri Nugroho, Direktur Perbenihan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Coco Kokarkin Soetrisno, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantul, Head of Business Banking (HBB) BNI Kantor Wilayah Yogyakarta Andy Yusdiman, serta pembudidaya ikan dan petani tambak udang di wilayah Sanden.

FisTx memiliki keunggulan untuk melakukan pencatatan dan efisiensi dalam budidaya, serta akses bagi mitra dan target end user.  Melalui platform ini petambak dapat mengetahui kondisi tambak mereka dan mendapatkan rekomendasi perlakuan yang tepat dalam budidaya ikan dan udang. Beberapa keunggulan yang ditawarkan FisTx adalah FisTx Oasse Pond (kolam portable) Baracuda, FisTx Aquagram (alat ukur kualitas air autonom) yang dilengkapi dengan 5 sensor, serta probiotic dan multivitamin untuk menunjang kualitas budidaya yang mencakup FisTx Rhodoplus, FisTx Bactoplus, FisTx Super Aqua, dan FisTx Chemo Attraktant.


Dukungan Pemerintah

Hadirnya perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bantul menandai dukungan Pemerintah akan solusi yang ditawarkan FisTx.

Direktur KKP Coco Kokarkin Soetrisno turut menyambut kehadiran FisTx di tengah masyarakat. “Memasuki tahun 2020, perkembangan jumlah tambak udang meningkat dua kali lipat. Diharapkan dengan adanya FisTx, jumlah tambak meningkat hingga empat kali lipat. Selain itu, teknologi FisTx juga diharapkan mampu menjadi solusi harga pasar ketika hasil panen melimpah dan harga jual anjlok, sehingga petani ataupun nelayan tidak mengalami kerugian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kiwi Aliwarga melalui UMG Idealab selaku induk perusahaan PT MSMB pada kesempatan terpisah mengungkapkan dukungan penuh UMG Idelab pada peresmian FisTx di tengah masyarakat Bantul. FisTx merupakan ide yang tercetus dari Kiwi Aliwarga sejak pertengahan tahun 2017 untuk menuju demokratisasi dan urbanisasi pertambakan udang.

“Dengan adanya kegiatan pertambakan yang dikawinkan dengan teknologi, kami berharap lebih banyak pemuda Tanah Air memiliki minat dalam melakukan pertambakan. Apalagi, dalam 10 tahun ke depan Indonesia akan mengalami masa bonus demografi dan di sisi lain kita dihadapkan pada tantangan ketahanan pangan. Nantinya, para pemuda inilah yang diharapkan mampu menjadi garda depan dalam ketahanan pangan Indonesia di perikanan,” pungkas Kiwi.