pulsa-logo

Ini Serunya Kuis ilmupedia Berani Jawab Yang Diikuti 3.700 Tim


Aldrin Symu

Jum'at, 06 Maret 2020 • 01:39

telkomsel,


Kuis ilmupedia Berani Jawab! (IBJ) adalah program kuis tingkat nasional yang diselenggarakan untuk murid-murid tingkat SMA dan sederajat dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Sedangkan IBJ sudah mulai diselenggarakan pada 5 Februari 2020 dan diikuti lebih dari 18.200  murid yang terbagi menjadi sekitar 3.700 tim yang masing-masing beranggotakan lima orang, dimana seluruh peserta tersebut berasal dari  2.026 sekolah di   324 kota yang  juga mencakup daerah penjuru Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke.

Setelah melewati dua babak eliminasi yang dilakukan secara online, kedua belas sekolah yang berhasil masuk ke dalam Top 12 adalah SMAN 1 Sambas, SMAN 3 Pontianak, SMA Katolik Rajawali Makassar, SMAN 2 Mataram, SMAN 1 Pekalongan, SMAN 1 Bojonegoro, SMANU MH Thamrin Jakarta, SMAN 1 Garut, Sekolah Global Mandiri Cibubur Bogor, SMAU CT Foundation Medan, SMAN 1 Matauli Pandan Tapanuli Tengah, dan SMA Xaverius Kota Lubuklinggau.

Mereka pun saling adu kepintaran dalam babak Grand Final IBJ yang diselenggarakan di Telkomsel Smart Office, Jakarta, pada 5 Maret 2020. Setelah melewati persaingan yang ketat, SMAN 1 Sambas berhasil menjadi juara, dengan posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Sekolah Global Mandiri Cibubur dan  SMAN 1 Pekalongan. Ketiganya, beserta para anggota Top 12 lainnya, berhasil membawa pulang hadiah dengan nilai total lebih dari Rp360 juta. Untuk memberikan dampak positif yang lebih luas, IBJ akan kembali diselenggarakan pada pertengahan tahun ini.

Vice President Mass Market Telkomsel Hastining B. Astuti mengatakan “Selamat kepada sekolah-sekolah yang telah menorehkan prestasi dalam ajang ilmupedia Berani Jawab! ini. Kami harap, mereka mampu menginspirasi para pelajar lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan agar menjadi sumber daya manusia berkualitas yang dapat berkontribusi aktif dalam kemajuan bangsa.”

“Kami juga sangat senang dengan tingginya antusiasme para pelajar dalam mengikuti IBJ. Hal ini terlihat dari jumlah serta sebaran peserta yang tidak hanya berasal dari sekolah di kota besar namun juga sekolah di tingkat kabupaten, seperti dari Gunungsitoli-Sumatera Utara,  Tapanuli Tengah-Sumatera Utara, Lubuklinggau-Sumatera Selatan, hingga Sambas-Kalimantan Barat, Baubau-Sulawesi Tenggara, dan Jayapura-Papua. Luasnya sebaran peserta IBJ juga menjadi motivasi kami untuk terus mendorong akses akan ilmu pengetahuan yang lebih inklusif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama mengenai ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan”, tutup Hastining.