pulsa-logo

Q1 2020: Pengiriman Smartphone Xiaomi Naik, Nokia Turun Drastis


PULSA

Selasa, 05 Mei 2020 • 07:23

Pengiriman Smartphone Xiaomi Naik Nokia Turun Drastis


doc PULSAdoc PULSA

Untuk pertama kalinya sejak awal 2014 pabrikan smartphone mengirim tak lebih dari 300 juta unit dalam satu kuartal. Jelas ini adalah penurunan tajam yang mancapai 13% jika dibandingkan dengan pengiriman Q1 tahun lalu.

Para analis di Counterpoint Research mencatat bahwa Cina menjadi negara yang sangat terpukul dalam pengiriman smartphone (27% YoY) dan komponen smartphone. Hal ini dapat menyebabkan beberapa pembuat melakukan persifikasi rantai pasokan mereka, menggeser bagian yang lebih besar ke India dan Vietnam.

Analis memperkirakan perubahan perilaku konsumen - bahkan setelah lockdown  akan dilonggarkan (yang akan dilakukan secara bertahap), orang akan lebih suka perangkat yang lebih terjangkau untuk dibeli secara online.

Smartphone 5G terbukti cukup punya peluang pada masa pandemi ini dan mereka sekarang sudah mencapai 8% dari totoal smartphone yang dikirim pada Q1 tahun ini, naik dari 1% disbanding kuartal akhir 2019. Persentasenya akan tumbuh lebih tinggi lagi, didorong oleh smartphone 5G yang lebih terjangkau.

Nokia mengalami penurunan pengiriman terbesar

Sumber Counteropint via GSMArenaSumber Counteropint via GSMArena

Realme menunjukkan pertumbuhan besar-besaran (157% dibandingkan tahun lalu), meskipun masih tergolong merek baru. Sementara Xiaomi satu-satunya merek lain yang tumbuh (sebesar 2%). Ini karena lockdown di India yang diberlakukan belakangan dan itu adalah pasar utama untuk kedua merek.


Para analis percaya bahwa segmen premium akan terpengaruh, sementara pengiriman ponsel entry-level di pasar negara berkembang akan menurun karena target audiens mereka menghadapi krisis keuangan. Ponsel kelas menengah akan menjadi pendorong volume pengiriman naik, sama seperti sebelumnya.

Samsung tetap menjadi pembuat smartphone terbesar di dunia, tetapi pengiriman Q1-nya mengalami penurunan 18% YoY. Huawei menikmati kinerja yang kuat di Cina, tetapi masih turun 17% YoY. Karena negara ini akan menjadi yang pertama pulih, merek dengan kehadiran besar di sana (seperti Huawei) juga akan pulih dengan cepat. Merek dengan sedikit pangsa pasar di Cina harus menunggu di pasar utama mereka untuk pulih.

Apple hanya melihat penurunan 5% dalam pengiriman iPhone dan penurunan 7% dalam pendapatan iPhone, menunjukkan perubahan ringan menuju model yang lebih terjangkau. Xiaomi naik 7% berkat pertumbuhan di India, di mana ia adalah merek terkemuka dengan pangsa pasar 30%.

Ini memberi kita HMD dan telepon bermerek Nokia-nya. Sebagian besar volume terdiri dari fitur ponsel, tetapi turun 34% dibandingkan dengan Q1 tahun lalu dengan total 8,6 juta dikirimkan.

Smartphone Nokia masih terus menunujukan penurunan pengiriman sejak Q2 2019. Pada Q1 tahun ini, HMD hanya mengirimkan 1,7 juta smartphone Nokia, atau terjadi penurunan sebesar 45% dibandingkan dengan Q1 tahun lalu. (*)

Sumber