pulsa-logo

CEO BlackBerry: Penjualan BlackBerry Z10 di Atas Perkiraan


Fauzi

Kamis, 07 Maret 2013 • 15:58


Pada sebuah surat kabar di Spanyol, CEO BlackBerry, Thorsten Heins menyatakan bahwa saham perusahaannya alami peningkatan hingga 6,1% berkat BlackBerry Z10 yang telah diminati lebih dari yang diperkirakan, termasuk oleh pengguna smartphone pesaingnya.

“Kami mendapat respon yang sangat positif untuk BlackBerry 10 dari para konsumen kami, tetapi juga menarik bagi konsumen yang berasal dari platform lain,” demikian dikatakan Heins seperti dikutip PULSAonline via Bloomberg.

BlackBerry yang dahulu dikenal sebagai Research In Motion, memang telah meluncurkan smartphone terbaru, Z10 di beberapa negara, sebagai upaya meraih kembali pangsa pasarnya yang tergerus, utamanya oleh Apple dan Samsung.

Nilai saham BlackBerry naik menjadi 13,35 USD pada sesi penutupan di bursa New York, sebuah lompatan yang terbilang cukup besar. Secara umum, tahun ini saham BlackBErry juga telah mengalami peningkatan 12%.

Terkait dengan kian populernya BlackBerry Z10, Heins tidak mengenyampingkan peran para mitra operatornya, yang membuat platform BlackBerry 10 sebagai alternatif, selain Samsung dan Apple.

“Operator banyak mendukung kami sehingga mereka menginginkan BlackBerry 10 menjadi sebuah alternatif, di samping Samsung dan Apple, dan mereka telah melihat itu sebagai alternatif yang sebenarnya,” kata Heins dalam sebuah wawancara dengan sumber dari Expansion.

BlackBerry memang mengandalkan platform barunya untuk dapat kembali meraih sukses di pasar smartphone. Menurut data dari IDC, tercatat bahwa Apple-iOS dan sistem operasi Android yang digunakan oleh Samsung, bersama-sama telah menyumbang 91 persen dari penjualan smartphone global pada kuartal keempat tahun lalu. Adapun BlackBerry alami penurunan dengan hanya memperolah pangsa pasar 3,2%.


Meski di sejumlah negara pamor BlackBerry sempat menurun, namun di negara tertentu, termasuk Indonesia, ponsel besutan vendor asal Kanada itu masih begitu populer dan meraih pangsa pasar cukup besar.

Dengan kondisi demikian, tak heran jika kemudian BlackBerry lebih memprioritaskan peluncuran produknya di negara di mana pangsa pasarnya masih cukup besar. (Ozi)