pulsa-logo

Huawei dan ZTE Dicurigai Melakukan Kecurangan Oleh Uni Eropa


Nariswari

Selasa, 14 Mei 2013 • 16:35

Huawei, ZTE, Dicurigai, Melakukan, Kecurangan, Uni Eropa, Nokia, Siemens, Ericsson, UE, nirkabel, jaringan, global, tabloid pulsa


Komisaris perdagangan Uni Eropa (UE) Karel De Gucht hari Selasa (14/5), meminta dukungan dari anggota Komisi Eropa untuk memulai penyelidikan terkait kecurangan perdagangan yang  ditujukan terhadap dua pemasok perangkat telekomunikasi asal Cina, Huawei Technologies Co dan ZTE Corp. Namun menurut kalangan korporasi, penyelidikan tersebut dapat memicu reaksi balasan terhadap kepentingan Eropa di Cina.

Berdasarkan berita yang dilansir dari Reuters, pemasok telekomunikasi Eropa belakangan menggiatkan bisnis mereka di Cina. Ericsson, Alcatel-Lucent SA, dan Nokia Siemens Networks (usaha patungan Nokia Corp dan Siemens AG) berharap bisa memenangi kontrak bisnis yang signifikan dari operator telekomunikasi Cina. Cina memang tengah memulai program belanja bernilai miliaran dolar untuk membentuk jaringan data nirkabel berkecepatan tinggi.

Perusahaan-perusahaan Eropa khawatir keputusan UE untuk memulai penyelidikan dapat memicu aksi balasan dari operator Cina. Apalagi, perusahaan Cina selama ini dikendalikan pemerintah pusat di Beijing. Jika ini terjadi, Huawei dan ZTE berpeluang besar menguasai bisnis di sana.

Ulf Pehrsson, kepala hubungan industri dan pemerintah di Ericsson, menegaskan perusahaan telekomunikasi Swedia itu menentang investigasi yang akan dilakukan pemerintah UE. Menurutnya, pihaknya tak memercayai kebijakan unilateral semacam itu. Ericsson mendukung aturan global yang berlaku untuk semua pemain industri global. UE menghadapi risiko berupa reaksi negatif bila mengincar perusahaan tertentu.

Dalam kasus telekomunikasi ini, untuk pertama kalinya komisi perdagangan UE akan memulai penyelidikan tanpa pernah menerima keluhan sebelumnya dari kalangan perusahaan Eropa. Meski hukum UE mengizinkan komisi perdagangan mengambil langkah tersebut, tetap saja mereka bakal menginjak daerah sensitif.

Seraya mengambil keputusan soal penyelidikan, pejabat Eropa secara aktif memantau perusahaan yang memperoleh kontrak dari operator telekomunikasi Cina. Pihak pemerintah UE belum memutuskan kapan akan memulai investigasi, demikian keterangan pejabat UE. (Nariswari)