pulsa-logo

Survey: Remaja Beralih dari Facebook ke Twitter


PULSA

Rabu, 22 Mei 2013 • 13:38

tabloid pulsa


Twitter sedang booming sebagai tujuan social media bagi remaja yang mengeluh mengenai banyaknya orang dewasa dan terlalu banyak dramatisasi di Facebook, demikian dikatakan studi terbaru mengenai perilaku pengguna online.

Dikatakan remaja lebih banyak membagi informasi pribadi tentang mereka sendiri meskipun mereka tetap mencoba melindungi reputasinya.  Selain itu, para remaja memasalahkan terlalu banyak orang dewasa di Facebook dan terlalu banyak berbagi hal-hal yang tidak penting seperti apa yang akan dijadikan makan malam dan juga mengenai kecemasan tentang remaja.

"Kuncinya adalah mereka menginginkan sosial media yang di dalamnya sedikit orang dewasa, orang tua, tidak ribet dan tidak banyak hal-hal yang tidak penting,” kata Amanda Lenhart dari Pew Research Center seperti dikutip PULSA dari Time.com. Lebih lanjut dikatakan, mereka masih memiliki akun Facebook tetapi tidak lagi sering menggunakannya dan mereka beralih ke Twitter, Instagram dan Tumblr.

Dalam jajak pendapat itu, 94 persen dari remaja pengguna media sosial di Facebook tidak bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan dua puluh enam persen remaja pengguna media social telah menggunakan Twitter. Artinya, ada pertumbuhan dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Yang mungkin harus diperhatikan oleh orang tua adalah, lebih dari 60 persen temaja pengguna Twitter men-tweet secara public yang artinya siapapun termasuk teman, musuh atau orang asing bisa melihat apa yang mereka tulis dan publikasikan. Sekitar seperempat dari anak-anak mengatakan bahwa tweet mereka pribadi dan sebanyak 12 persen tidak mengetahui apakah tweet yang mereka tulis berada di ranah publik atau privasi.

Lebih dari 90 persen remaja pengguna sosial media mengatakan mereka telah memposting gambar mereka sendiri, fakta ini menunjukkan peningkatan sebesar 79 persen dibanding 2006. Tujuh dari sepuluh menginformasikan tempat tinggal, meingkat 60 persen lebih dari periode yang sama. Dan sebanyak 20 persen memberitahukan tentang nomor ponsel, angka ini naik tajan dari 2 persen dibanding 2006.

Pada saat yang sama, para remaja mengatakan mereka telah melakukan upaya untuk melindungi reputasinya dan menyamarkan informasinya agar tidak diketahui orang banyak. Sebagai contoh, dengan menghapus orang-orang yang berada di jaringan pertemanan atau daftar teman.


Survey ini dilakukan kepada 802 orang tua beserta 802 anaknya. Poling tersebut dilakukan pada Juli – September 2012 via telepon kabel maupun ponsel. Margin error untuk sampel penuh kurang lebih 4,5 persen. (*)