pulsa-logo

Inggris Klaim Huawei Hadapi Kontrol Keamanan Jaringan


Nariswari

Jum'at, 07 Juni 2013 • 14:18

Inggris, Klaim, Huawei, Hadapi, Kontrol, Keamanan, Jaringan, network, Atlantik, China, spy, cyber, spionase, keamanan, pertahanan, ZTE, iOS, Android, OS, tabloid pulsa


Kekhawatiran akan keamanan jaringan tidak hanya menggelayuti pihak Pentagon AS, namun juga pihak Pemerintahan Inggris Raya. Pihak Parlemen Inggris secara tegas memberikan peringatan pada pihak China Huawei Technologies Co Ltd untuk tidak mengadakan atau menanam jaringan infrastruktur di seluruh wilayah Inggris Raya, tanpa persetujuan dan pengawasan dari Pihak Perdana Menteri Inggris.

Seperti dilansir dari Reuters, perusahaan bermarkas di China itu memiliki kesepakatan bernilai jutaan poundsterlling untuk memasok peralatan untuk BT Group Plc, Operator telekomunikasi terbesar Inggris, sejak 2005. Sebelumnya, huawei juga memasok jaringan untuk O2 (bagian dari Spanyol Telefonica SA), EE (milik France Telecom SA dan Deutsche Telekom AG) dan TalkTalk.

Pihak BT Group Plc mengatakan kepada pihak Parlemen Inggris bahwa kepentingan Huawei dalam kontrak tersebut, namun para pejabat Parlemen Inggris tidak memberikan keputusan yang pasti.

Sebuah laporan dari intelijen parlemen dan komite keamanan di Parlemen Inggris mengatakan bahwa pihak Parlemen Inggris enggan memberikan izin jaringan karena terkait dengan alasan pertahanan dan keamanan.

Pihak Parlemen Inggris mencurigai pihak pemerintah China sebagai salah satu pelaku utama serangan yang disponsori negara berkembang. Kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan China tersebut terfokus pada spionase dan perolehan informasi. Dalam konteks ini, dugaan hubungan antara Huawei dan negara Cina mengaitkan misi politis di balik bisnis komersialnya.

Laporan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di negara-negara yang terletak di sisi Atlantik atas potensi ancaman keamanan yang berasal dari akses Huawei untuk infrastruktur komunikasi.

Huawei, didirikan pada tahun 1987 oleh Ren Zhengfei, mantan perwira Angkatan Darat Pembebasan Rakyat. Sejak awal dibentuk, Huawei telah menimbulkan kekhawatiran keamanan dari negara-negara termasuk Amerika Serikat dan Australia tentang dugaan hubungan antara Huawei dan negara Cina yang menjadi mata-mata dan misi spionase yang berbahaya.


Sementara Guo Pin (CEO Huawei) mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin terpancing dengan pemberitaan yang menyudutkan pihaknya. Adapun pelarangan dari pihak Inggris tersebut, Huawei tetap terus akan berkomunikasi tentang masalah ini dengan pemerintah Inggris dan pihak terkait. huawei pun  mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Inggris atas dukungan mereka telah memberikan kesempatan selama ini dalam berbisnis dan pembangunan infrastruktur jaringan terpadu untuk layanan telekomunikasi di Inggris. Guo Pin juga mengatakan bahwa Huawei tidak akan patah semangat dan akan terus melakukan yang terbaik untuk memperluas investasi di Inggris. (Nariswari)

 

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42