pulsa-logo

Tiga Ilmuwan Beberkan iOS 7 Rentan Pencurian Data


Hito Handoko

Jum'at, 02 Agustus 2013 • 08:12

spesifikasi apple iOS 7, harga apple iOS 7, iOs 7 review, iOS 7 compare, iOS 7 renan pencurian data, tabloid pulsa


Tak semua pembobol keamanan perangkat mobile itu jahat, pada gelaran acara konvensi hacking “Black Hat” Rabu (31/07) di Las Vegas, AS, seorang ilmuwan penelitian di Georgia Institute of Technology Billy Lau,  bersama dua mahasiswa pascasarjana Yeongjin Jang dan Chengyu Song, membeberkan bahwa platform iOS 7 rentan disusupi pencuri data.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para peneliti atas masukan berharga mereka," kata juru bicara Apple Tom Neumayr sesaat setelah menyaksikan demontrasi langsung bagaimana iOS 7 bisa diretas, dilansir dari Itpro.

Dalam demonstrasi mereka menunjukkan iPhone terpasang sebagai pengisi custom-built perangkat senilai sekitar 45 USD (Rp.450 ribuan) rancangan mereka dilengkapi dengan komputer Linux kecil yang diprogram untuk menyerang perangkat iOS. Perangkat Apple ternyata bisa disusupi  dan menginfeksinya dengan virus komputer untuk dirancang ke akses dial telepon salah seorang peneliti tersebut, ini membuka jalan sebagai remote control dari perangkat target.

Urusan mencuri gambar, password perbankan, nomor kartu kredit, mengakses email, teks dan informasi kontak atau melacak lokasi pemilik ponsel, bukan tak mungkin mudah dilakukan. Diungkapkan bahwa hingga sekarang perangkat sistem operasi Google Android rentan terhadap serangan bahkan jika pengguna menghubungkang perangkat ke komputer, bahkan penyusup bisa menjelajah perangkat target sebagai stasiun pengisian daya perangkat.

 

 


 

Pengisi Daya ApplePengisi Daya Apple

"Cacat bawaan ini dapat menjadi alat mata-mata, keamanan tidak bekerja jika Anda mengubur masalah,” kata Lau, penggagas riset tersebut.

Pihak Apple sudah memperingatkan ke publik soal perangkat Apple juga rentan terhadap serangan ulah jahil, mereka berjanji merilis pembaharuan platform iOS nya 7 untuk iPhone dan iPads, setidaknya mendekati akhir tahun atau seputaran musim gugur 2013.

Ajang konvensi terkait keamanan data tersebut dihadiri sekitar 7.000 profesional bidang keamanan dari berbagai penjuru dunia untuk mewaspadai ancaman terbaru yang ditimbulkan oleh kejahatan tentang komputer hacking. (Hito)