pulsa-logo

Samsung CHG90 49-Inch Curved QLED, Gaming Monitor Terlebar di Dunia


Anwar Aburizal

Kamis, 26 Juli 2018 • 13:25

Samsung CHG90, spesifikasi Samsung CHG90, review Samsung CHG90, harga Samsung CHG90


Samsung CHG90Samsung CHG90

Dengan beberapa alasan tertentu, baik berhubungan dengan produktifitas maupun hiburan, memiliki layar lebar memang menjadi kebutuhan tersendiri yang diidamkan oleh mayoritas pengguna PC atau game console. Tapi bagaimana rasanya bekerja dan bermain game di depan layar yang bukan hanya lebar, melainkan ekstra lebar atau super ultra wide? Apalagi jika aspek rasionya diluar kebiasaan. Untuk mengetahuinya PULSA menguji salah satu produk paling inovatif di dunia PC gaming yang saat ini ada di pasaran. Berikut ulasannya.

Aspek Rasio Nyeleneh

Mungkin tidak sedikit dari Anda yang pernah mencoba menghubungkan laptop ke sebuah monitor atau bahkan menghubungkan PC pada dua monitor berbeda. Dengan konfigurasi seperti ini, tentunya Anda akan mendapatkan 2 area layar. Anda kemudian dapat melakukan pengaturan untuk menampilkan dua sajian yang sama pada kedua layar (clone) atau menjadikan keduanya menyajikan tampilan yang berbeda (extended display).

Konfigurasi semisal ini umumnya digunakan untuk urusan produktifitas terutama jika memerlukan area layar ekstra luas untuk sajian tabel, grafik atau jendela yang sangat banyak, semisal memantau pergerakan harga saham, penyusunan file excel dengan data yang banyak nan rumit, atau editing video. Sementara untuk urusan multimedia dan gaming konfigurasi seperti ini jarang digunakan. Karena seandainya pun kedua layar diletakkan berdampingan, area bezel pada kedua monitor akan menjadi pemisah yang mengganggu tampilan.

Tapi itu dulu, sebelum Samsung menghadirkan inovasinya di ranah monitor lewat “Samsung LC49HG90”, sebuah monitor gaming dengan bentang 49 inci berpanel QLED melengkung. Dengan aspek rasio nyeleneh 32:9, sajian monitor gaming terlebar di dunia ini seolah tampilan 2 monitor dengan rasio standar 16:9 yang ditata berdampingan, dan tentu saja tanpa ada gangguan dari bingkai di tengah.



Desain

Melihat fisiknya, begitu mudah untuk mengagumi monitor ini. Meski memenuhi ruang di meja, Anda akan langsung memakluminya sebagaimana memaklumi seorang raja yang membutuhkan singasana yang megah. Dengan keindahan desainnya, monitor ini bahkan bisa berfungsi ganda sebagai ornamen utama penghias meja yang pasti akan menjadikannya pusat perhatian siapapun yang melihat.

Ditopang dengan sebuah penyanggah kaki 3 berbahan metal yang kokoh dengan pelindung luar dari bahan plastik, pengguna bisa dengan mudah menaik-turunkan, memiringkan ke kiri-kanan atau mendongak-tundukkan layar ini dari kaki penyanggahnya sesuai kenyamanan. Tiang dari kaki penyanggah ini juga berfungsi untuk menyembunyikan berbagai kabel yang terhubung ke monitor ini. Dan satu lagi sektor yang menarik perhatian yang ada di sisi belakang monitor ini tepatnya di tengah. Ada sebuah lampu berwarna biru yang mirip dengan Arc Reactor milik Iron Man.

Dengan lebar sekitar 1,2 meter, desain melengkung memang pilihan paling rasional untuk layar ini. Layar lengkung atau curved screen memang bukan teknologi baru , namun Samsung tetap menghadirkan inovasi melalui 1800R curved panel yang digunakan monitor ini. Panel layar ini lebih lengkung dibanding layar lengkung konvensional dari para kompetitornya. Hal ini menawarkan sajian yang lebih natural bagi mata pengguna dengan sudut pandang mencapai 178 derajat.

Samsung 1800R curved panel (Samsung)Samsung 1800R curved panel (Samsung)

QLED dan HDR

Selain merajai pasar smartphone, inovasi Samsung menjadikannya penguasa di pasar perangkat TV.  Samsung adalah pabrikan pertama yang meluncurkan TV dengan kapabilitas HDR di 2015 lalu. Sejak itu Samsung terus berinovasi untuk menetapkan standar tertinggi untuk sajian warna, kecerahan dan kontras  optimal pada format HDR. Dan salah satu inovasi paling signifikan tersebut adalah panel layar QLED.

Dengan teknologi Quantum Dot yang menjadi tambahan pada akronim LED (Light Emitting Diode), panel layar QLED mampu mendefiniskan warna dengan lebih luas dan akurat, yang pada akhirnya berujung pada dukungan terhadap format High Dynamic Range. Untuk gaming, teknologi HDR membuat sajian hamparan langit, bayangan bahkan siluet pada grafis game menjadi lebih realistis.

Bukan hanya HDR, sejumlah kepabilitas yang dimiliki layar ini meningkatkan pengalaman ke level yang baru saat bermain game. Monitor ini memiliki reponse time yang sangat cepat, mencapai 1ms. Grafis game juga akan berjalan halus dengan dukungan refresh rate hingga 144Hz.

Digunakan bermain game bergenre FPS atau Battle Royale, pengguna juga mendapatkan beberapa keuntungan diantaranya sudut pandang yang lebih luas. Selain itu, dengan fitur pengaturan Black Equalizer hingga 20 tingkatan, penguna akan dengan mudah menemukan musuh meskipun musuh bersembunyi di bawah naungan bayangan tergelap sekalipun.

OSD ala Gaming dan Easy Setting Box

Dengan area layar yang luas, pengguna tentunya memerlukan kontrol pengaturan yang mudah untuk memanfaatkan area layar dengan efisien. Apalagi saat tidak digunakan bermain game, maka monitor ini tentunya akan banyak dimanfaatkan untuk muliti tasking. Untuk itu Samsung mendesain sebuah software pendukung bernama Easy Setting Box.

Dengan software ini pengguna dengan mudah bisa membagi atau membuat partisi pada area layar monitor menjadi beberapa bagian. Jadi yang tertampil seolah pengguna menghubungkan PC ke beberapa monitor dalam waktu bersamaan. Menariknya pilihan yang diberikan oleh aplikasi ini tidak hanya pilihan standar misalnya dengan membagi area monitor ini menjadi 2 monitor dengan aspek rasio 16:9. Pengguna bahkan bisa membagi area yang ekstra luas dari monitor ini menjadi 3, 4 bahkan 6 bagian.

Untuk sebuah monitor PC, CGH90 ini punya tampilan OSD (On Screen Display) yang sangat menarik. Samsung sepertinya sengaja mendesain tampilannya dengan citarasa gaming yang kuat, mirip dengan panel pada speedometer mobil balap yang biasa tertampil pada game racing. Dan bukan hanya tampilannya yang menarik, pengaturan yang ditawarkannya pun tentu tidak standar seperti monitor lain yang hanya menampilkan pengaturan brightness, kontras, saturasi dan semacamnya.

Yang paling menarik tentu saja menu Picture-by-picture (PBP). Melalui pengaturan ini, pengguna bisa memanfaatkan port input dari monitor ini yang terbilang lengkap. Monitor ini menyediakan pilihan DisplayPort 1.3, mini-DisplayPort 1.3, dan 2 port HDMI 2.0. Ketika pengguna menghubungkan 2 perangkat ke monitor ini, misalnya sebuah PC dan sebuah konsol game, maka melalui pengaturan PBP pengguna bisa mengatur agar layar terbagi dengan aspek rasio tertentu. Misalnya menjadi 2 layar dengan aspek rasio yang sama (masing-masing 16:9) atau berbeda (misalnya sebuah layar wide screen 21:9 dan sebuah layar yang lebih kecil dengan rasio 11:9).