Home / tipsapps / Adu Fitur Duo Ponsel Hot: POCO X3 NFC vs realme 7 Pro

Adu Fitur Duo Ponsel Hot: POCO X3 NFC vs realme 7 Pro

  Ahmad S.

  Sat, 17 Oct 20 - 08:10:05

POCO X3 NFC vs realme 7 Pro

Meluncur hampir di waktu bersamaan, kedua produk ini mencoba mengisi ceruk ponsel kelas menengah dengan performa yang tangguh. Meski pada akhirnya mereka menempuh jalan NINJA yang berbeda, dengan harga yang terpaut cukup lumayan.

Anda penasaran seperti saya? Sebelum itu, PULSA sudah mereview realme 7 Pro, Anda bisa membacanya di sini, dan juga sudah melakukan hands On POCO X3 NFC di link berikut. Jadi seharusnya adu fitur kali ini bisa lebih baik dari sekedar membandingan fitur-fitur yang mereka bawa.

PERBEDAAN HARGA
Sebagai reviewer, jujur kami mengerti mengapa realme 7 Pro dibanderol dengan harga lebih tinggi ketimbang POCO X3 NFC. Meskipun tak bisa dipungkiri, keputusan Xiaomi dalam membanderol POCO X3 NFC cukup mengejutkan bagi kami.

Untuk mengawal adu fitur ini, ada baiknya Anda melihat perbedaan harganya terlebih dahulu agar mendapat gambaran. Terutama ketika Anda membutuhkan satu fitur yang mungkin tidak ada di salah satu ponsel yang kita adu kali ini.

POCO X3 NFC secara mengejutkan dibanderol dengan harga relatif bagus. Yakni Rp 3.499.000 di masa perkenalan atau Rp 3.599.000 harga normal untuk varian terbaik yang membawa RAM 8 GB dan internal 128 GB. Sementara realme 7 Pro dijual dengan harga Rp 4.999.000 untuk varian memori yang sama (8/128 GB).

Jika dana Anda tidak mencukupi, POCO X3 NFC menawarkan varian lain yaitu 4/64 GB dengan harga yang lebih murah lagi, yakni di angka Rp 3.099.000 di masa perkenalan dan Rp 3.199.000 harga normal. Sementara realme 7 Pro tidak memiliki varian lain.

DESAIN
Kedua ponsel melakukan pendekatan berbeda dalam mengemas tampilannya. Realme 7 Pro menawarkan desain tipis yang stylish, lengkap dengan pewarnaan back cover nan elegan, memberi kesan cermin layaknya permukaan CD yang memantulkan cahaya.

Sebaliknya POCO X3 NFC menawarkan back cover dengan lapisan kaca yang glossy. Sedikit lebih licin saat digenggam dengan ketebalan yang lumayan kentara. Tapi bukan di sisi material dan pewarnaan nih sepertinya yang ingin ditonjolkan POCO pada bagian desain.

Ponsel ini membawa area kamera dengan desain yang nyeleneh. Menempatkan 4 kamera di area menonjol berbentuk hampir persegi, lalu dihiasi oleh warna latar yang dibuat membulat. Memberikan kesan tangguh, sekaligus mengingatkan kita untuk memasangkan casing silikonnya untuk menghindari efek negatif karena bagian ini terletak tepat di tengah sumbu ponsel, akan banyak bersentuhan dengan bagian permukaan meja misalnya, ketika diletakkan secara terlentang.

DISPLAY
Bagian ini menjadi ajang pertarungan yang sengit bagi keduanya. Baik POCO maupun realme menggunakan pendekatan berbeda, namun sedikt banyak berimbas pada harga jual keduanya.

Kita mulai dari realme 7 Pro dulu ya. Ponsel ini membawa panel layar Super AMOLED dengan puch hole untuk meletakkan satu kamera selfie. Dari sisi tampilan, AMOLED memiliki banyak kelebihan. Terutama di sisi rasio kontras, yang mempengaruhi bagaimana sebuah warna tertampil apik, membedakan dirinya dengan warna-warna lain.

Super AMOLED memang dikenal sebagai panel layar yang memanjakan mata. Memungkinkan pihak realme untuk menghadirkan sejumlah fitur terkait tampilan layar, mulai dari kecenderungan warna hingga untuk kesehatan mata.

Sayang, jenis layar seperti ini terbilang mahal. Wajar jika akhirnya ponsel dengan panel layar ini dijual dengan harga yang cenderung tinggi. Bagi beberapa orang akan terasa kurang nyaman saat digunakan bermain game berlama-lama. Layar cenderung memiliki suhu yang lebih tinggi dengan paparan yang tidak merata.

Kadang hanya di satu dua titik saja, yang lebih banyak bertugas memancarkan warna. Hal ini kerap mengurangi akurasi saat bermain game.

Melihat SoC yang dibawa oleh realme 7 Pro, nampaknya wajar saja kalau memang ponsel tersebut tidak mengejear performa gaming. Tapi lebih ke kebutuhan fotografi, videografi yang cenderubng membuthkan viewfinder dan layar yang lebih artistik.

Hal ini pun terlihat pada keputusan realme untuk tidak membawa refresh rate 90 Hz kembali ke produknya. Dan memilih menggunakan refresh rate layar standar, yakni 60 Hz.

Sebaliknya POCO dengan genetik game dan performa apiknya, memilih membawa panel IPS LCD. Juga membawa desain punch hole, dengan sedikit bumbu untuk meningkatkan kenyamanan dalam bermain game dan memanfaatkan performa apiknya.

Refresh rate yang mumpuni, yakni 120 Hz dibawa oleh layar POCO X3 NFC, menjadikannya ponsel pertama dengan harga 3 jutaan, yang membawa layar ber-refresh rate setinggi ini. Itu pun kemudian masih ditambah dengan teknologi touch sampling rate 240 Hz yang memungkinkan kita melakukan respon yang lebih baik saat bermain game dengan kebutuhan akurasi serta speed yang tinggi.

Dari layar yang dibawa oleh POCO X3 NFC, nampak jelas bahwa produk ini lebih disasar untuk anak muda yang hobi bermain game secara kompetitif. Karena tingkat respon anak-anak muda seperti ini masih bisa ditingkatkan dengan ketersediaan fitur-fitur menarik di layar POCO X3 NFC.

Jadi, keduanya punya alasan yang berbeda dan juga target pasar yang tidak sama.

SOFTWARE INTERFACE
MIUI sudah mengalami perkembagan dengan perombakan positif. Kini makin mudah diakses dan sudah mulai to the point. Bagi pengguna veteran ponsel-ponsel xiaomi tentu akan merasakan perkembangan yang signifikan, terutama di sisi tampilan yang lebih menyederhanakan diri, juga efektivotas penggunaan memori yang makin baik.

POCO X3 NFC yang sudah membawa SoC dengan kombinasi RAM yang mumpuni 4 dan 8 GB mengekseskusi MIUI teranyar yang dibawa ini dengan mulus. Meskipun untuk pengguna baru, masih ada hal yang perlu diperbaiki di sisi ini.

Sebaliknya realme UI yang merupakan UI custom dari ColorOS7 memiliki fleksibilitas yang lebih baik, lebih bersih dan ringan. Dilengkapi dengan sejumlah fitur yang disesuaikan jenis panel layar dan juga kemampuan AI kamera yang menarik.

Tapi harus diakui, soal interface ini masing-masing punya penggemarnya. Bersifat terlalu personal alias subyektif. Kami akan kembalikan kepada selera masing-masing.

Beda Snapdragon, Ngaruh di Performa
Masuk ke bagian dapur pacu, makin terlihat bagaimana POCO X3 NFC berupaya merebut hati penggemar gamer ponsel di kelas menengah. Membawa chipset Qualcomm Snapdragon 732G dengan GPU Adreno 618, yang notabene merupakan chipset yang lebih update dari yang dibawa oleh realme 7 Pro, memberikan sekitar 7 hingga 10 persen peningkatan performa hampir di semua lini.

Nilai benchmark sintesis melalui aplikasi-aplikasi benchmarking ponsel memperlihatkan perbedaaan yang tidak terlalu signifikan memang. Karena bagaimanapun kedua chipset ini identik, dengan perbedaan di sisi inti kryo yang dibawa.

Kenyataan bahwa Snapdragon 732G membawa inti kryo yang lebih up to date yakni Kryo 470 Gold dan Silver, dibandingkan 720G yang membawa Kryo 465 Gold dan Sliver, memperlihatkan bahwa SoC anyar 732G mampu memberikan perbedaan yang cukup signifikan.

Meskipun Snapdragon 720G juga tidak seburuk itu, tapi POCO X3 NFC memanfaatkan kolaborasi dengan teknologi LiquidCool 1.0 Plus sehingga performa chipset yang dibawa mampu diset maksimal tanpa perlu takut terjadi overheat. Karena teknologi pendinginan suhu ini dapat mengurangi panas ponsel saat berakselerasi hinga 6 derajat celcius.Lebih cocok untuk bermain game.

Baterai dan Pengisian Daya
Nah di bagian ini realme 7 Pro menawarkan teknologi yang lebih baik. Membawa teknologi yang sebenarnya sudah kita kenal lewat ponsel OPPO yakni SuperVOOC 2.0 yang kemudian direbranding menjadi realme SuperDart Charge, realme 7 Pro menawarkan pengisian daya super cepat yang dapat mengalirkan listrik dalam daya 65W.

Memberikan waktu pengisian baterai yang cepat, hanya 34 menit saja dari nol ke 100%. Untuk ponsel harga 4 jutaan, ini merupakan yang tercepat. Karena produk OPPO dengan SuperVOOC 2.0 juga masih relatif mahal.

Sebaliknya POCO X3 NFC menawarkan baterai berkapasitas lebih besar yakni 5160 mAh dengan pengisian daya cepat 33W. Untuk mengisi dari nol sampai penuh memang membutuhkan lebih banyak waktu, yaktu sekitar 65 menit.

Fotografi dan Videografi yang Setara
Di sisi imaging, keduanya menawarkan teknologi yang setara. Di bagian kamera utama misalnya, baik POCO maupun realme menawarkan sensor Sony yang sama IMX682 terutama di lensa 64MP f/1.89 yang setara dengan lensa 26mm.

Meskipun di ketersediaan lensa ultra wide POCO memberikan resolusi yang lebih baik yakni 13MP dibandingkan milik realme yang 8MP, namun dua lensa sisanya bisa dibilang sama dengan pendekatan makro dan B/W alias depth.

Kemampuan fotografi yang ditawarkan pun relatif imbang. Masing-masing memiliki pendekatan berbeda di sisi ketersediaan filter. Yang merupakan imbas dari penggunaan UI sebagai pemerkaya fitur di sisi fotografi dan videografi.

Realme 7 Pro misalnya memiliki efek pewarnaan malam yang berbeda juga AI color pada foto dan video, sementara POCO X3 NFC punya video kaleidoskop dan AI Skyscaping 3.0.

Hal yang membuat realme 7 Pro bisa unggul ada pada tersedianya software editing gratisan milik ColorOS yakni SOloop. Anda tidak perlu menginstal aplikasi editing video berbayar untuk mendapatkan hasil video sekelas profesional.
 

KESIMPULAN
POCO X3 NFC dibuat untuk kebutuhan gaming yang lebih terjangkau. Meski tidak membawa layar AMOLED, teknologi yang disematkan pada layar yang tepat guna mampu meningkatkan kemampuan dan pengalaman Anda dalam bermain game. Ini seperti membandingkan layar monitor TN vs IPS saat kita bermain game di PC. Sebagai bonus, Chipset yang up to date juga akan menyelamatkan Anda dari lag.

Sementara realme 7 Pro memiliki tampilan layar yang memanjakan mata, lebih cocok untuk kepentingan sosial media, baik sebagai creator maupun penikmat konten. Dan Anda tidak terganggu dengan masalah baterai karena pengecasan nya pun berjalan dengan cepat. Dengan harga yang relatif lebih mahal.

 


 

About Us | Pedoman Media Siber
Copyright © 2003-2020 TabloidPULSA.co.id, All Rights Reserved.PT. PULSA INDOMEDIA PRATAMA