pulsa-logo

Samsung Galaxy A8+ (2018) vs Sony Xperia XA2 Ultra: Adu Tangguh Smartphone Kamera Ganda Berdesain Bongsor


Deni Hardian

Senin, 15 Januari 2018 • 14:31

adu fitur,kompare,samsung vs sony,samsung galaxy a8+ 2018,sony xperia xa2 ultra


Samsung Galaxy A8+ vs Sony Xperia XA2 Ultra (istimewa)Samsung Galaxy A8+ vs Sony Xperia XA2 Ultra (istimewa)

Setelah sebelumnya mengulas Galaxy A8 (2018), kali ini PULSA akan mengupas versi bongsor dari Galaxy A8 (2018), yakni Samsung Galaxy A8+ (2018). Perangkat yang hadir dengan ukuran desain bongsor ini juga dibekali perbendaharaan hardware yang mumpuni dikelasnya. Sebagai lawan tandingnya, PULSA memilih Sony Xperia XA2 Ultra yang merupakan smartphone terbaru Sony yang belum lama diluncurkan secara global.

Tanpa perlu berpanjang lebar, berikut ulasannya.

Desain

Samsung Galaxy A8+ 2018: 159.9 x 75.7 x 8.3 mm / 191 gram

Sony Xperia XA2 Ultra: 163 x 80 x 9.5 mm / 221 gram

Samsung Galaxy A8+ 2018 hadir dengan desain yang tak jauh berbeda dengan Galaxy A8 dimana perangkat ini memiliki desain yang dinamis dengan sudut membulat di setiap sudutnya. Sementara Sony mengadopsi desain yang tak jauh berbeda dengan perangkat Sony Xperia lainnya yang memiliki bentuk kotak dengan sudut tajam.

Meski kedua perangkat ini hadir dengan ukuran yang sama-sama besar, namun Galaxy A8+ tampil lebih menawan dari sisi desain yang ditampilkan. Tak hanya itu, Galaxy A8+ tampil dengan ketebalan body yang lebih slim dan lebih ringan dibandingkan XA2 Ultra. Galaxy A8+ memiliki ketebalan body hanya 8.3mm sedangkan XA2 Ultra tampil lebih tebal yang mencapai 9.5mm. Sedangkan untuk bobotnya, Galaxy A8+ hadir dengan bobot 191 gram berbanding 221 gram bobot yang dimiliki oleh Xperia XA2 Ultra.


Material body yang tertanam pada Samsung Galaxy A8+ 2018 di dominasi lapisan kaca pada bagian depan dan belakang perangkat. Lapisan kaca yang tertanam juga sudah dilindungi oleh kaca Corning Gorilla Glass. Sementara Sony pada bagian belakang perangkatnya masih setia membenamkan material metal alumunium.

Masuk ke fungsionalitas bodynya, Samsung Galaxy A8+ 2018 memiliki keunggulan tersendiri berkat hadirnya sertifikat IP68. Dengan hadirnya sertifikat ini, memungkinkan Galaxy A8+ 2018 memiliki ketangguhan terhadap air dan debu bahkan bisa diajak berendam selama 30 menit dengan kedalaman hingga 1 meter. Sementara Sony tidak membenamkan fitur tersebut, hal ini cukup mengagetkan dimana Sony selalu menghadirkan sertifikat IP68 di perangkat smartphone papan menengah atasnya.

Masih berbicara desain yang ditanamkan, baik Sony maupun Samsung sama-sama membenamkan kamera ganda dibagian belakang. Sedangkan dibagian belakang tertanam kamera belakang yang ditemani dengan sensor pemindai sidik jari.

Layar

Samsung Galaxy A8+ 2018:Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors; 6.0 inches, 91.4 cm2 (~75.5% screen-to-body ratio); 1080 x 2220 pixels, 18.5:9 ratio (~411 ppi density); Always-on display

Sony Xperia XA2 Ultra: IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors; 6.0 inches, 99.2 cm2 (~76.1% screen-to-body ratio); 1080 x 1920 pixels, 16:9 ratio (~367 ppi density)

Di bagian layarnya, kedua perangkat ini sama-sama membenamkan panel layar sentuh berukuran 6.0 inci dengan resolusi layar yang juga serupa yakni full HD 1080p. Meski sama-sama memiliki ukuran dan resolusi layar yang serupa, namun aspek rasio layar yang tertanam pada Galaxy A8+ lebih luas karena memiliki rasio 18,5:9, sedangkan sony memiliki rasio layar konvensional yakni 16:9.

Perbedaan lain yang tertanam ada pada teknologi layar yang ditanamkan. Samsung tampil lebih apik dengan teknologi layar Super AMOLED yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi dari sisi ketajaman, detail serta kombinasi warna yang ditanamkan. Kerapatan layar yang dimiliki oleh Galaxy A8+ 2018 mencapai 441ppi. Sementara Sony hanya membenamkan teknologi layar IPS LCD yang lebih unggul dari sisi sudut pandang yang lebih luas namun memiliki ketajaman layar yang lebih rendah hanya 367ppi.

Kamera

Samsung Galaxy A8+ 2018: 16 MP, f/1.7, phase detection autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR; Video: 1080p@30fps; Kamera Depan: Dual: 16 MP + 8 MP, f/1.9, 1080p

Sony Xperia XA2 Ultra: 23 MP (f/2.0, 24mm, 1/2.3"), phase detection autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face/smile detection, HDR, panorama; Video: 2160p@30fps, 1080p@30fps, stereo sound rec., HDR; Kamera Depan: Dual: 16 MP (f/2.0, 23mm, 1/2.6", OIS, AF) + 8 MP (f/2.4, 1/4")

Selain memiliki ukuran desain yang bongsor, kedua perangkat ini sama-sama hadir dengan dukungan kamera ganda dibagian depan. Untuk Samsung memiliki sensor kamera 16 MP + 8 MP, f/1.9 dengan tambahan kemampuan merekam video 1080p. Sementara itu, Sony tampil lebih digdaya dengan kamera ganda yang memiliki sensor kamera 16 MP (f/2.0, 23mm, 1/2.6") + 8 MP (f/2.4, 1/4"). Kamera utama pada bagian depan ini sudah di dukung dengan fitur OIS (optical image stabilization) dan autofokus. Selain itu, Sony juga secara khusus membenamkan tombol shutter fisik untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya.

Tak hanya unggul dari kamera depan yang tertanam, kamera belakang pada Sony Xperia XA2 Ultra juga memiliki keunggulan dari sisi besar resolusi yang ditanamkan. Kamera belakang Xperia XA2 Ultra memiliki resolusi 23MP sementara Galaxy A8+ hanya memiliki resolusi 16 megapiksel. Disini Galaxy A8+ lebih unggul dari sisi bukaan lensa yang ditanamkan yakni f/1.7 yang lebih banyak menyerap cahaya saat melakukan kegiatan fotografi saat kondisi minim cahaya.

Kinerja

Samsung Galaxy A8+ 2018: Exynos 7885 Octa, Octa-core (2x2.2 GHz Cortex-A73 & 6x1.6 GHz Cortex-A53), GPU Mali-G71; 64 GB, 6 GB RAM or 32 GB, 4 GB RAM, microSD, up to 256 GB (dedicated); Non-removable Li-Ion 3500 mAh

Sony Xperia XA2 Ultra: Qualcomm Snapdragon 630, Octa-core 2.2 GHz Cortex-A53, GPU Adreno 508; 32/64 GB, 4 GB RAM, microSD, up to 256 GB; Non-removable Li-Ion 3580 mAh

Beralih ke sisi kinerja, kedua perangkat ini sama-sama membenamkan prosesor octa-core. Namun, prosesor yang tertanam pada Galaxy A8+ 2018 terdiri dari dua cluster sedangkan Xperia XA2 Ultra memiliki prosesor full delapan inti. Untuk besaran RAM yang ditanamkan, Galaxy A8+ hadir dalam 2 versi yakni 6GB dengan memory internal 64GB dan RAM 4GB dengan memory internal 32GB. Sementara Xperia XA2 Ultra memiliki RAM 4GB dengan pilihan memory internal 32GB dan 64GB.

Sedangkan untuk mendukung daya tahan sehari-hari, kedua perangkat ini sama-sama dibekali dengan baterai berkapasitas 3500 mAh yang tak bisa di copot. Tak hanya itu, keduanya juga sama-sama dibekali dengan fitur pengisian baterai cepat.

Konektivitas

Samsung Galaxy A8+ 2018: GSM, HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (3CA) Cat11 600/75 Mbps; Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, WiFi Direct, hotspot; 5.0, A2DP, EDR, LE; USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector; NFC

Sony Xperia XA2 Ultra: GSM, HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (3CA) Cat13 600/150 Mbps; Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot; Bluetooth 5.0, A2DP, aptX HD, LE; USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector; USB Host; NFC

Pada sisi konektivitas, kedua perangkat ini nyaris memiliki dukungan koneksi yang serupa mulai dari fungsionalitas dual-SIM, akses jaringan 4G LTE, Bluetooth 5.0, port USB 2.0, Type-C 1.0, NFC serta WiFi. Perbedaannya ada pada teknologi yang ditanamkan. 4G LTE yang tertanam pada Samsung hanya mencapai LTE Cat11, sedangkan Sony sudah mencapai 4G LTE Cat.13. Selain itu, WiFi yang tertanam pada Samsung sudah mendukung teknologi ac yang tentunya tak hanya memiliki jangkauan yang lebih luas dan cepat sementara Sony tidak.

Fitur Tambahan:

Samsung Galaxy A8+ 2018: Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, Radio FM, ANT+ support, Always-on display

Sony Xperia XA2 Ultra: Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, compass, Radio FM

Untuk fitur tambahan yang tertanam nyaris terbilang sama, namun lagi-lagi Samsung lebih unggul dengan membenamkan fitur Always-on display yang memberikan kemudahan kepada pengguna untuk melihat informasi yang diatur untuk ditampilkan pada layar saat layar pada kondisi mati. Fitur ini terbilang penting untuk ukuran smartphone kelas menengah atas saat ini. Dengan fitur ini membuat pengguna tak perlu menghidupkan perangkat untuk mengetahui notifikasi yang masuk.

Kesimpulan

Memiliki fitur dan spesifikasi yang tidak jauh berbeda, secara keseluruhan Samsung unggul pada sisi desain dan layar yang ditanamkan. Berbekal sertifikat IP68 dan teknologi layar Super AMOLED membuat perangkat ini nyaman untuk digunakan pada aktivitas outdoor. Sementara Sony unggul dari sisi fitur fotografi yang ditanamkan dengan besaran resolusi serta fitur yang disediakan yang semakin memudahkan pengguna dalam bereksplorasi. Namun sayangnya, Sony sudah hengkang dari Indonesia dan dipastikan hanya tersedia di Indonesia melalui pasar gelap. Sementara Samsung Galaxy A8+ 2018 tak lama lagi akan tersedia di Indonesia dengan label harga yang cukup premium.