pulsa-logo

Sama-sama Rp6 Jutaan, Pilih Mana Nokia 8 atau Samsung Galaxy A8 (2018)?


dian iskandar

Senin, 26 Februari 2018 • 18:53

samsung galaxy a8, nokia 8, samsung, nokia, adu fitur, rekomendasi, compare, komparasi


Nokia 8 vs Samsung Galaxy A8 (2018)Nokia 8 vs Samsung Galaxy A8 (2018)

Minggu ini pasar Indonesia kedatangan tamu dari Finlandia. Mungkin sebagian besar sudah tahu produk yang kami maksud. Yup, dia adalah Nokia 8, yang di boyong oleh HMD Global.

Nokia 8 termasuk smartphone kategori flagship dengan chipset Snapdragon 835. Menariknya, banderol harga yang hanya dilevel Rp6,5 juta, membuat produk ini cukup kompetitif. Bahkan setara dengan Samsung Galaxy A8 (2018) polos.

Nah, karena ada direntang harga yang tak jauh berbeda, kedua produk ini layak dibandingkan. Untuk diketahui, Samsung Galaxy A8 (2018) polos di beberapa toko online dibanderol mulai Rp6,2 – Rp6,4 juta.  Untuk itu kami coba ulas mengenai fitur apa saja yang menarik dari keduanya.

Layar

Nokia 8: 5.3” IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors, 1440 x 2560 pixels, 16:9 ratio (~554 ppi density), Corning Gorilla Glass 5

Samsung Galaxy A8 (2018): 5.6” Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors, 1080 x 2220 pixels, 18.5:9 ratio (~441 ppi density), Corning Gorilla Glass

Antara Nokia 8 dan Samsung Galaxy A8 memiliki perbedaan mendasar pada penggunaan jenis layar. Nokia 8 masih tetap setia mengandalkan layar TFT sedangkan Samsung Galaxy A8 (2018) menggunakan jenis AMOLED. Juga, untuk ukuran dan aspek rasio pun berbeda. Nokia 8 dibekali dengan layar 5,3 inci dengan aspek rasio 16:9, sementara Samsung Galaxy A8 (2018) mengadopsi layar 5,6 inci dengan aspek rasio 18.5:9.


Selebihnya, layar pada kedua produk ini sama-sama dilapisi dengan Corning Gorilla Glass. Nokia 8 sudah menggunakan Gorilla Glass 5, yang terbaru, tapi sayangnya kami tidak punya informasi mengenai tipe Gorilla Glass yang digunakan Samsung Galaxy A8 (2018).

Soal ketajaman, di atas kertas, Nokia 8 lebih unggul dengan resolusi 1440 x 2560 pixels, (~554 ppi) dibandingkan dengan Samsung Galaxy A8 (2018) yang hanya punya ketajaman (~441 ppi) yakni dihasilkan dari rasio 1080 x 2220 pixels.

Meski begitu, Samsung Galaxy A8 (2018) tampak kekinian karena rata-rata smartphone terbaru di pasaran sudah menggunakan layar beraspek rasio 18:9. Sebagai informasi, pabrikan asal Korea Selatan ini mencoba tampil sedikit unik dengan pemilihan aspek layar sedikit lebar di angka 18.5:9.

Kamera

Nokia 8: Belakang: Dual: 13 MP (f/2.0, 1.12 µm), phase detection & laser autofocus, Carl Zeiss optics, OIS, dual-LED dual-tone flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, HDR, panorama; Video: 2160p@30fps, 1080p@30fps; Depan: 13 MP (f/2.0, 1.12 µm), 2160p, PDAF

Samsung Galaxy A8 (2018): Belakang: 16 MP (f/1.7, 1/2.8”, 1.12 µm), phase detection autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR; Video: 1080p@30fps; Depan: Dual: 16 MP (f/1.9, 1/3.1”, 1.0 µm) + 8 MP (f/1.9, 1/4.0”, 1.12 µm), 1080p

Ini dia yang mungkin menjadi banyak pertimbangan buat Anda ketika memiliki smartphone. Untuk diketahui, di sini kami tidak mengulas soal kualitas dari kamera pada kedua produk ini. Jadi kami simpulkan berdasarkan spesifikasi yang ditawarkan.

Kedua produk ini sama-sama sudah menggunakan dual kamera. Bedanya, Nokia 8 memilih optimalisasi pada kamera utama (kamera belakang). Lain halnya dengan Samsung Galaxy A8 (2018) yang lebih memilih memaksimalkan pengalaman pada kamera depan.

Dual kamera di Nokia 8 terdiri dari masing-masing sensor dengan besaran 13 MP (f/2.0, 1.12 µm) yang dilengkapi fitur phase detection & laser autofocus, Carl Zeiss optics, OIS, dual-LED dual-tone flash. Untuk kamera depan Nokia 8 juga punya sensor yang sama-sama 13 MP dengan f/2.0, 1.12 µm dan PDAF.

Dual kamera Nokia 8 lebih diutamakan untuk menghasikan warna yang baik. Ini berkat kombinasi lensa warna dan monokrom. Terlebih lagi, Nokia 8 didukung oleh lensa besutan Zeiss yang kualitasnya sudah dikenal dengan baik.

Sebaliknya, kamera utama Samsung Galaxy A8 (2018) mengandalkan kamera utama 16 MP dengan aperture f/1.7, 1/2.8”, 1.12 µm, PDAF autofocus dan LED flash. Dual kamera depan milik Galaxy S8 (2018) terdiri dari 16 MP (f/1.9, 1/3.1”, 1.0 µm) + 8 MP (f/1.9, 1/4.0”, 1.12 µm), 1080p.

Dua-dua nya punya kelebihan masing-masing. Spek kamera Galaxy 8 memang tampak lebih menggoda dengan sensor dan aperture yang lebih besar. Meski begitu, kamera Nokia punya keunggulan pada perekaman video yang bisa menghasilkan gambar 2160p@30fps di kedua kameranya. Sedangkan Samsung Galaxy A8 (2018) hanya 1080@30fps. Tapi untuk hasil gambar, seperti yang kami sebutkan di atas, harus diuji secara langsung.

Performa

Nokia 8: Qualcomm MSM8998 Snapdragon 835, Octa-core (4x2.5 GHz Kryo & 4x1.8 GHz Kryo); GPU Adreno 540; microSD, up to 256 GB (uses SIM 2 slot)

Samsung Galaxy A8 (2018): Exynos 7885 Octa, Octa-core (2x2.2 GHz Cortex-A73 & 6x1.6 GHz Cortex-A53), GPU Mali-G71, microSD, up to 256 GB (dedicated slot)

Tak banyak smartphone dengan SoC Snapdragon 835 yang beredar secara resmi di Indonesia. Saat ini hanya tercatat Nokia 8 dan LG V30 Plus saja. Ini sekaligus menjadi daya tarik Nokia 8. Sementara Samsung mengandalkan SoC buatannya, Exynos 7885. Lalu bagaimana dengan kemampuan keduanya?

Snapdragon 835 dan Exynos 7885, punya clockspeed yang berbeda. Dia atas kertas, kecepatan Snapdragon 835 lebih unggul 14.47% dibanding Exynos 7885 dengan perbandingan 4 x 2.45GHz & 4 x 1.9GHz vs 8 x 1.9GHz.

Snapdragon 835 menggunakan teknologi big.LITTLE, sebuah chip yang dapat beralih di antara dua set core prosesor untuk memaksimalkan kinerja dan daya tahan baterai. Samsung pun tak mau kalah, ada teknologi Heterogen Multi-Processing (HMP) sistem prosesor yang dapat memanfaatkan semua core pada saat yang sama, atau hanya satu inti untuk tugas-intensitas rendah. Hal ini dapat memberikan kinerja yang kuat atau meningkatkan daya tahan baterai.

Nah, untuk ukuran, chipset Snapdragon lebih kekinian dengan 10nm sedangkan Samsung Exynos 7885 14nm. Yang juga berarti lebih efisien dengan ukuran yang lebih kecil. Selebihnya, penggunaan RAM dikedua produk masih setara yakni 4GB. Hanya saja, kapasitas penyimpanan internal Nokia 8 lebih besar 64 GB vs 32 GB.

Built Quality

Nokia 8: 151.5 x 73.7 x 7.9 mm; 160 gram

Samsung Galaxy A8 (2018): 149.2 x 70.6 x 8.4 mm; 172 gram

Menggunakan bahan full metal berbahan dasar alumunium, kedua produk ini tak diragukan lagi soal kekuatannya. Hanya saja, Nokia 8 harus mengakui keunggulan Galaxy A8 (2018) dari sisi kekuatan fitur tahan airnya. Samsung Galaxy A8 (2018) dibekali dengan sertifikasi IP68 yang berarti tahan terhadap rendaman air dengan kedalaman tertentu. Nokia 8 ada satu level di bawahnya, hanya tahan terhadap percikan bukan rendaman air dengan sertifikasi IP54.

Sistem Operasi

Nokia 8: Android 7.1.1 (Nougat), upgradable to Android 8.0 (Oreo)

Samsung Galaxy A8 (2018): Android 7.1.1 (Nougat)

Hadir dengan platform Android, keduanya sama-sama mengusung Nougat. Bedanya, Nokia 8 sudah mendapatkan update Android Oreo, sementara Galaxy A8 (2018) sampai sekarang masih bertahan di sistem operasi yang lawas. Dari sisi antarmuka, ponsel dari Korea Selatan terlihat lebih matang dengan deretan fitur dan aplikasi bawaan yang dijamin memberikan pengalaman unik bagi setiap penggunanya.

Sedangkan buat pemakai Nokia 8 tampaknya harus cukup puas dengan penampakan Android polos yang sebetulnya cukup mudah ditemui pada smartphone menengah yang dipatok dengan harga yang lebih miring. Ringkasnya, pengalaman penggunaan yang didapat dari sebuah ponsel flagship pada Nokia 8 jadi kurang terasa gregetnya mengingat absennya antarmuka dengan aksen dan nuansa unik yang menghiasinya.

Kesimpulan

Antara Samsung Galaxy A8 dan Nokia 8 bisa dikatakan pilihan yang sulit. Nokia 8 punya chipset seri teratas besutan Qualcomm dan kamera Zeiss, tapi di sisi lain masih ada kompromi sehingga harganya sangat menggoda. Sedangkan Samsung Galaxy A8 sejatinya ada di level menengah tapi punya beberapa fitur yang ada di smartphone flagship. Reputasi merek keduanya juga terbilang sangat baik. Jadi untuk pilihan, tinggal kembalikan saja pada kebutuhan masing-masing.