pulsa-logo

Meski Murah, Ini 5 Kerugian Membeli Smartphone DoCoMo Eks Jepang


PULSA

Kamis, 12 Juli 2018 • 15:41

ponsel docomo,ponsel bekas jepang,ponsel murah,smartphone murah,


Semakin banyaknya pabrikan smartphone asing yang menancapkan investasi jangka panjangnya dengan membangun pabrik pemroduksi komponen perangkat keras maupun riset perangkat lunak di Indonesia demi memenuhi peraturan pemerintah soal TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), tidak membuat ponsel-ponsel ilegal alias tidak resmi terhenti peredarannya.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan masih banyaknya ponsel pintar ilegal yang beredar di pasaran, tidak terkecuali eks Jepang. Tanda-tanda bahwa ponsel-ponsel ini adalah eks Jepang bisa ditemui secara kasat mata melalui simbol-simbol fisik di bagian tertentu dari ponsel tersebut. Misalnya dengan adanya tulisan ¨DoCoMo¨, ¨AU¨, ¨Softbank¨ pada beberapa tempat di body smartphone tersebut.

Pertanyaannya sekarang, apa saja yang harus lebih dulu dipertimbangkan sebelum anda meminang smartphone-smartphone berdarah samurai ini, berikut ini PULSA akan bagikan 5 kerugian membeli smartphone eks Jepang ;

1.  Kondisi barang yang tidak terjamin

Smartphone eks Jepang yang anda beli sangat disangsikan kondisinya. Meskipun kebanyakan para penjual dengan jujur berkata bahwa memang merupakan smartphone second alias bekas, namun mereka tidak membeberkan kondisi bagian dalam dari smartphone tersebut. Banyak kemungkinan bahwa sudah ada bekas cacat yang diperbaiki atau hanya sekedar ditutupi agar tak lagi terlihat oleh para calon pembeli.

Banyak akhirnya pembeli yang sudah terlanjur meminang ponsel tersebut lalu akhirnya kecewa / menyesal dikarenakan mereka tidak memperhatikan dengan detail kondisi barangnya. Banyak kendala seperti terdapat adanya keluhan-keluhan kritis bahkan baru beberapa saat setelah dibeli dan digunakan, apalagi jika anda membeli dari retailer online yang anda baru akan menerima barang setelah anda melakukan pembayaran.

2.  Aksesorisnya tidak original


Calon pembeli biasanya akan mendapatkan aksesoris seperti ; kepala dan kabel charger, headset, baterai, dan aksesoris lain yang tidak original. Hal tersebut sangat dimungkinkan karena sebagian besar para penjual akan memberikan aksesoris pengganti sebagai pelengkap bagi calon pembeli yang terkesan ¨yang penting ada.

3. Sistem operasinya tidak bisa di-update dan rawan malware

Rawan sekali sistem operasi yang berjalan di smartphone eks Jepang tersebut disusupi oleh malware, ditambah lagi OS (Operating System) yang dibawanya kemungkinan besar tidak akan mendapatkan update OS ke versi yang lebih baru. Ini karena sejatinya update OS harus melalui operator asalnya yang bekerjasama dengan pihak pabrikan.  

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa demi membuka kunci (unlock) SIM Card agar smartphone eks Jepang tersebut dapat menggunakan SIM Card provider-provider Indonesia, para distributor dan penjual ponsel tersebut sudah menyuntikkan software pihak ketiga dan juga memodifikasinya agar dapat digunakan di Indonesia, bisa anda bayangkan bahwa smartphone eks Jepang tersebut sudah sangat rawan dan tidak akan awet setelah beberapa saat anda gunakan.

4. Sparepart yang sulit didapatkan

Hal lain yang perlu anda perhatikan adalah tentang sparepart yang pasti akan sulit didapat jika terdapat kerusakan. Sparepart brand-brand Jepang seperti Kyocera, Fujitsu, dan Sharp kecil sekali kemungkinannya bisa didapat di Indonesia, hampir tidak ada lagi tempat service yang menjual sparepart tersebut. Bahkan Sony-pun kini sudah angkat kaki dari bisnis penjualan smartphone di pasar Indonesia, begitupun dengan sparepart-nya.

Keadaan yang lebih parah lagi adalah saat smartphone eks Jepang yang anda beli bisa jadi eks repaired alias sudah pernah rusak lalu di servis, kondisi bekasnya dapat diperparah karena ternyata smartphone tersebut-pun juga pernah punya history mengalami kerusakan yang kita tidak pernah tau sebelumnya.

5.    Merugikan negara

Nah, selain empat poin di atas, pertimbangan terakhir adalah tentang kerugian yang ditanggung oleh negara dengan masuknya smartphone-smartphone ilegal tersebut. Bayangkan berapa besar kerugian negara yang harus ditanggung dengan beredarnya ponsel-ponsel itu.

Jadi, belilah smartphone yang anda butuhkan namun dengan kepastian kondisi luar dalam yang terjamin pre-sales hingga after sales-nya, keamanan dan kenyamanan anda ditentukan oleh pilihan bijak anda sendiri!  (Awiek)