pulsa-logo

PULSA EDITORS' CHOICE 2019


PULSA

Selasa, 19 November 2019 • 18:45

pulsa editors choice 2019, OPPO Reno2, Huawei Mate 30 Pro, Samsung Galaxy Note10+, OPPO A9 2020, OPPO Reno2 F, Redmi Note 8, vivo Z1 Pro 6GB, Samsung Galaxy A80, Huawei Nova 5T, Smartphone of the Year, best camera phone for video, best camera phone, Best Vlogging Smartphone of The Year, Best Entry Level Smartphone, Best Mid-Low Smartphone,Best Valuable Mid-end Smartphone, Best Valuable High-end Smartphone, Best Affordable Flagship, Best Value Smartphone Advan G3 Pro


Best Camera Phone

Berikutnya, kita masuk ke dalam kategori kamera untuk kebutuhan overall, tidak hanya untuk creator. Dan nominasinya cukup banyak. Di antaranya ada Huawei Mate 30 Pro, Samsung Galaxy Note10+, Huawei P30 Pro dan Samsung Galaxy S10+.

Perlu kami ingatkan bahwa produk yang kami masukkan dalam nominasi adalah produk yang edar resmi di Indonesia dan sempat kami review. Meskipun belum sempat kami publish.

Seperti sudah diterangkan pada kategori kamera untuk kebutuhan video bagi creator di halaman sebelumnya, tren kamera terkini telah mengarah pada kemampuan stabilisasi video yang lebih baik. Di samping tentunya hal-hal lain terkait sensor, kerapatan pixel yang dihasilkan, hingga framerate yang mumpuni.

Tapi bukan berarti kebutuhan akan sebuah fungsi kamera dasar ditinggalkan begitu saja. Justru, itu saling melengkapi. Dengan makin banyaknya pilihan lensa yang ditawarkan misalnya, maka akan semakin banyak teknik fotografi yang bisa dilakukan menggunakan ponsel tersebut.

Tren super wide angle, selfie, selfie wide angle, bokeh dan lowlight masih diakomodasi oleh ponsel-ponsel yang kami sebutkan di atas. Termasuk juga kebutuhan akan ISO dengan kisaran yang lebar melalui mode pro, atau kemampuan slow motion dan makro.

Tidak bisa tidak, kualitas semua lensa kamera yang dibawa pun harus memberikan solusi, bukan masalah yang baru. Kalaupun ada perbedaan besaran pixel, semestinya penggunaan lensa kamera berbeda dapat mengurangi perbedaan tone dan kualitas secara signifikan. Hal yang sama-sama telah kita ketahui sudah dipikirkan dengan baik oleh Apple melalui produk terbarunya, yang sayang belum masuk secara resmi di Indonesia.

Setelah melakukan percobaan, pembandingan dan sedikit review terhadap kemampuan kamera-kamera ponsel yang disebutkan di atas, Editor PULSA menobatkan satu buah ponsel unik sebagai..


Best Camera Phone, kepada…

Huawei Mate 30 Pro

(image: Huawei)(image: Huawei)

Saat diperkenalkan pertama kali secara global pada tanggal 19 September 2019 lalu di Munich, Jerman, kami sudah membayangkan kecanggihan kamera ponsel ini, dan yakin mampu melampau ekspektasi kami. Terbukti saat mencobanya pertama kali sebelum dinyatakan rilis resmi di pasar Indonesia pada 14 November 2019 lalu, kami sudah bisa mengkonfirmasi kehebatan kamera ponsel ini.

Terlepas dari isu yang tengah melanda Huawei secara global, sejumlah editor PULSA sependapat bahwa calon user ponsel ini akan lebih tertarik memiliki fitur yang ditawarkan, terutama di sisi performa dan kecanggihan kameranya, ketimbang isu lain terkait layanan mobile milik Google. Karena bagaimanapun masalah tersebut hanyalah soal kebiasaan, dan cenderung memiliki solusi yang lambat laun akan teratasi.

Sektor hardware menjadi faktor utama kami saat menentukan ponsel ini sebagai ponsel kamera terbaik. Diperkuat dengan chipset KIRIN teranyar yakni 990 dengan NPU Davinci dan GPU Mali-G76 MP16 dan keberadaan RAM 8 GB dan ROM 256 GB serta hadirnya 4 kamera utama dan 2 kamera depan, menjadikannya terlihat superior di sisi kesiapan amunisi.

Empat kamera utama yang terdiri dari satu lensa cine camera 40MP (f/1.8), supersensing camera dengan OIS 40MP (f/1.6), telephoto camera dengan OIS 8MP (f/2.4) dan kamera depth sensing 3D, akan menjadikan kreasi Anda makin beragam.

Saat dicoba, hasil kamera ponsel ini bisa lebih baik dari kamera ponsel lain, termasuk iPhone 11 Pro, terutama di sisi kepadatan gambar pada beberapa mode semisal super wide angle. Hanya saja, tanpa ada perbedaan kualitas yang mencolok, hasil antara kedua lensa berbeda, yakni cine camera dan super sensing camera, terlihat memiliki perbedaan tone, dimana yang satu terlihat lebih warm, dan satunya lagi ke arah cool.

Selain memiliki kemampuan zooming optikal hingga 3x dan digital hingga 30x perbesaran, ponsel ini pun mampu menangkap video dalam framerate hingga 7680 fps dengan resolusi video HD.

Dilengkapi dengan layar AMOLED yang melengkung hingga menjadi separuh bagian tepi ponsel, maka sejumlah cara baru dalam melakukan fotografi pun hadir dan cenderung ke arah yang menyenangkan. Kita dapat mengeksplor lebih banyak dari kehadiran layar ini, selain juga menjadi jembatan UI antara Anda, ponsel dan apa yang tertangkap oleh lensa kamera ponsel ini.

Bagi kita di Indonesia, kehadiran ponsel ini merupakan salah satu keuntungan yang luar biasa, mengingat ponsel ini dijual dengan harga yang lebih murah dari saat diperkenalkan di Eropa pada bulan September lalu. Dan melihat antusias para penggemar produk Huawei yang menggembirakan, bukan tidak mungkin Huawei Indonesia akan berani mendatangkan produk lebih banyak untuk Anda di bulan-bulan mendatang.

--- Honorable Mention---

Samsung Galaxy Note10+

Agak maruk juga sih flagship Samsung tahun ini. Selain secara overall merupakan smartphone yang mumpuni, dengan ekosistem yang lebih kurang hampir mencapai kematangan, juga telah dilengkapi dengan kamera mumpuni nan aduhai.

Meski akan ada kubu yang lebih memilih Galaxy S10+ untuk urusan fotografi, PULSA tetap harus menyebut Samsung Galaxy Note10+ sebagai produk ponsel dengan kamera yang juga mumpuni di tahun 2019 ini.