pulsa-logo

iPhone 7 Plus: Minim Update, Performa Meningkat Jauh


Ahmad S.

Selasa, 18 Oktober 2016 • 11:29


Bentukan yang Belum Berubah

Jika ditanya, apakah ada yang berubah di sisi desain? Maka kami bisa bilang hampir tidak ada. Kecuali untuk beberapa tipe semisal iPhone 7 dan 7 Plus Jet Black. Itu pun hanya pada pemilihan material casing yang menyertainya. Namun secara keseluruhan, dari sisi tampilan, desain iPhone 7 dan 7 Plus secara umum sama dengan iPhone 6 dan 6s. Mulai dari penempatan tombol, material metalik yang mendominasi ponsel, hingga penempatan layar.

Namun demikian, ada juga sejumlah perubahan yang bisa kita temukan. Pertama adalah hilangnya port audio 3.5 mm, yang sebelumnya ada di bagian kiri port lightning. Sekarang port tersebut ditutupi oleh bentukan seperti lubang speaker, tapi bukan speaker. Kita anggap saja sebagai ventilasi?

Perbedaan kedua ada pada strip antena yang pada iPhone 6 dan 6s berada di bawah kamera, membentang dari kiri ke kanan dan satu lagi pada bagian bawah di posisi yang hampir simetris. Kini di iPhone 7 diletakkan merapat dengan bagian tepi atas dan bawah ponsel.


Selebihnya, tidak ada yang terlihat. Meskipun perlu disebutkan di sini, bahwa earpiece kini menjadi speaker stereo, yang membuat audio keluaran ponsel akan semakin apik, terutama ketika menonton video dalam posisi landscape, atau bermain game di posisi yang sama.

Dan tombol home (home button) kini bukan tombol yang bisa ditekan secara fisik, sedikit aneh, namun dengan haptic feedback yang memberi getaran dalam 3 level yang bisa kita pilih, juga merupakan perubahan yang paling berkesan di sisi desain.

Layar Masih Full HD, 3D Touch dan Sensor Sidik Jari

Tidak banyak memang ponsel yang memiliki resolusi layar UHD atau 4K. Sebagian besar, masih menggunakan resolusi Full HD 1080p, dan itulah yang digunakan juga oleh iPhone 7 Plus. Di iPhone 7 biasa, bahkan resolusinya hanya mencapai 750 x 1334 pixel saja. Sebenarnya tidak masalah sih, karena layar iPhone 7 biasa hanya 4.7 inci saja, sehingga resolusi di atas berhasil membuat kerapatan gambar di angka 326 ppi.

Tapi ketika kita bicara harga, maka hampir semua calon pembeli ponsel akan setuju bahwa standar layar 720p adalah standar ponsel kelas 1-2 jutaan dan standar layar Full HD sudah bisa kita temukan di produk berharga 3 juta?

Lalu teknologi 3D touch hadir sebagai pembeda. Meskipun fungsinya masih sering dianggap tidak terlalu signifikan, kehadirannya cukup menarik. Dengan 3D Touch kita bisa mengatur bagaimana kita berinteraksi dengan layar, karena layar akan mengenali setiap kekuatan dan kedalaman sentuhan pengguna.

Teknologi ini berhasil diterapkan di Macbook baru Apple dan sudah mulai digunakan oleh iPhone 6s sejak setahun lalu. Sayangnya selama setahun ini, belum banyak perkembangan dari sisi fungsi 3D Touch ke hal-hal yang lebih praktis dan bermanfaat.

Berikutnya, kita menemukan sensor sidik jari di bawah tombol home. Dengan sifat iOS 10 yang merubah cara membuka layar terkunci, maka kecepatan pemindai sidik jari dalam mengenali sidik jari penggunanya akan dipertaruhkan. Dan iPhone 7 Plus mampu melaksakannya dengan baik. Sensor sidik jari di iPhone 7 dan 7 Plus terasa lebih sensitif dan mengenali sidik jari dengan lebih cepat dari iPhone 6.

Chipset Paling Up to Date

Kalau kita mulai bicara performa, maka secara otomatis kita akan membahas “daleman” ponsel secara blak-blakan. Tapi sebelum masuk ke sana, ada baiknya Anda kembali membaca spesifikasi ponsel ini. Apple secara resmi mengumumkan penggunaan chipset A10 fusion di semua produk iPhone 7, termasuk iPhone 7 Plus.

Chipset A10 fusion milik Apple yang digunakan pada ponsel ini membawa CPU berinti 4 dengan clock speed 2.43 Ghz dan GPU berinti 6, yang menawarkan performa tinggi, terutama untuk multitasking, serta manajemen daya yang efektif sehingga bisa dibilang low power.

Pada penggunaan sehari-hari, spek tadi bisa diterjemahkan menjadi: performa iPhone 7 dan 7 Plus mengalami peningkatan hingga 50 % dari iPhone 6s dan 6s Plus.  Langsung terasa saat kita membuka beberapa situs streaming dan file-file foto yang besar, di iPhone baru ini terasa lebih cepat dan tanpa ada lag.

Lalu bagaimana dengan low powernya? Melihat kapasitas baterai yang dibawa hanya sekitar 2900 mAh dan kebutuhan demanding dari internet 4G LTE, gaming 3D, dan kamera, ponsel ini masih bertahan hampir 24 jam dengan pemakaian di atas rata-rata, adalah sebuah prestasi yang cukup menggembirakan. Low power tampak terbukti dalam pengujian kali ini.

Namun jujur saja, jika dibandingkan dengan pesaingnya dari kubu robot hijau, yang kebanyakan telah dilengkapi dengan baterai di atas 3000 mAh, nampaknya daya tahan baterai iPhone 7 Plus masih belum bisa mengimbangi.

Ada dua hal yang kemungkinan menjadi penyebab. Pertama adalah kebutuhan akses data yang kontinyu, serta mengorbankan kapasitas demi desain tipis. Klasik!

Selebihnya, untuk performa dan seterusnya bisa Anda lihat di tabel berikut. Kami melakukan benchmarking menggunakan GeekBench 4 dan Antutu for iOS.