pulsa-logo

iPhone 7 Plus: Minim Update, Performa Meningkat Jauh


Ahmad S.

Selasa, 18 Oktober 2016 • 11:29


Dua Kamera sebagai Pembeda

Saat berniat melakukan tes iPhone anyar, PULSA langsung memutuskan untuk mereview langsung varian iPhone 7 Plus, lebih karena alasan fitur anyar yang disematkan, yakni kamera uta dua lensa. Sekedar mengingatkan, penggunaan dua kamera ini nampaknya sedang menjadi tren, sejak kemunculan Huawei Honor 6 plus hingga Huawei P9 yang bekerjasama dengan Leica.

Lalu bagaimana dengan iPhone 7 Plus? Apakah Apple bisa mengangkat tren ini menjadi sesuatu yang lebih wah?

Dua lensa kamera yang sama-sama membawa resolusi 12 megapixel ini, tidak memberikan perbedaan yang mecolok dengan ponsel berlensa tunggal. Lensa utama pada kamera utama yang memiliki bukaan f/1.8 menjadi tokoh sentral karena terlihat memberikan peningkatan ketimbang kamera iPhone terdahulu.

Bukaan f/1.8 memberikan ruang lebih pada cahaya sehingga bisa berbicara banyak saat digunakan untuk memotret di ruang dengan cahaya rendah. Hasil foto dengan cahaya minim dan tanpa flash mampu memperlihatkan gambar yang solid. Fokus merata di setiap sudut dan itu kabar baik untuk mereka yang hobi fotografi ponsel.

Sejumlah komestik bawaan iOS, semisal live photo, memang keren, tapi fungsinya masih seatas kosmetik saja. Setidaknya tidak berhasil membuat pengguna ponsel lain berdecak kagum.

Lalu ada teknologi OIS alias Optical Image Stabilizer. Saat digunakan untuk memotret atau merekam video, teknologi ini akan mengurangi getaran kita sehingga akan menghasilkan video yang setidaknya, tidak akan membuat penontonnya pusing.


Ditambah dengan lampu flash dual tone yang diklaim memiliki 4 sumber cahaya, sebenarnya, kamera iPhone 7 Plus sudah klop dengan kebutuhan mobile fotografi sebagian besar pengguna iOS. Karena berdasarkan presentasi Google Pixel beberapa minggu lalu, kamera ponsel ini termasuk kamera ponsel dengan peringkat tinggi di benchmark kamera (DXOMark).

Kembali ke lampu flash, menurut benchmark DXO dan juga pengalaman kami, intensitas cahayanya terlalu kuat sehingga obyek terlihat over bright. Berbeda dengan flash pada kamera Samsung Galaxy S7 Edge, yang mampu menyebar rata sehingga menghilangkan kesan over-bright pada obyek tempat jatuhnya cahaya.

Satu hal yang menarik, kehadiran dua lensa kamera ponsel ini rencananya bakal digunakan untuk efek deep of field. Saat tulisan ini dibuat, fitur tersebut belum hadir, namun rencananya pihak Apple akan melepas fitur tersebut pada akhir tahun ini, melalui iOS 10.1.

Lalu, sampai fitur tersebut dibawa oleh update berikutnya, maka lensa sekunder alias lensa telephoto iPHone 7 Plus hanya digunakan untuk mengambil gambar jauh menjadi lebih dekat dengan perbesaran optikal 2 kali. Cara mengaktifkannya pun mudah, cukup menekan ikon bulat 1x dan 2x di bagian bawah dekat tombol shutter.

Perubahan pada Ekosistem Aksesoris

Kehilangan port audio 3.5 mm di satu sisi terasa menjanjikan karena proses konversi file digital ke audio akan dipangkas dan nampaknya akan menghasilkan file audio yang lebih baik lagi. Sampai iPhone 6s, sistem DAC pada iPhone diakui oleh beberapa penyuka musik atau biasa disebut sebagai audiophille sebagai salah satu yang terbaik untuk kelas perangkat ponsel. Apakah kemudian skema penghilangan port audio 3.5 mm akan meningkatkan kualitasnya secara signifikan?

Jujur, ketika kita mendengarkannya dengan earpod anyar yang memiliki colokan lightning, kualitasnya sama saat menggunakan earpod yang ber-colokan 3.5 mm. Mungkin karena kualitas earpod yang relatif flat, sehingga tidak tampak frekuensi yang mencolok. Bass muncul meskipun tidak terlalu berat, trebel juga hadir, kadang mendominas, tapi secara umum, earpod bawaan akan senantiasa mengirimkan sinyal audio yang cenderung flat.

Plus Minus:

Kelebihan Kekurangan
   
   
   
   

Spesifikasi

Penulis: (@sanusiahmad)