pulsa-logo

Review Xiaomi Mi A1: Pertama dari Xiaomi Tanpa MIUI


Kurdi

Jum'at, 22 September 2017 • 16:02

Review Xiaomi Mi A1, harga spesifikasi Xiaomi Mi A1,Review Xiaomi,


Layar 5.5 Inci Full HD

Sebagaimana disebut di atas, Xiaomi Mi A1 menyuguhkan layar 5.5 inci yang sudah mengadopsi kaca lengkung 2.5D. Jenis layarnya sendiri adalah LTPS IPS LCD. LTPS tak lain merupakan singkatan dari istilah ‘low-termperature poly-Si’ yang tak lain adalah teknologi back panel yang terpasang di panel display. Dengan teknologi ini, tampilan gambar selain menjadi lebih baik dan efisien, juga lebih rendah suhu dan daya. Selain itu, LTPS juga lebih tipis.

Untuk resolusinya sendiri, layar Mi A1 sudah Full HD full HD (1080 x 1920 piksel). Dengan kombinasi diagonalnya yang 5.5 inci dan resolusinya yang full HD, layar Xiaomi Mi A1 memiliki kepadatan piksel mencapai 403 ppi. Jadi, soal ketajamannya, Mi A1 nampaknya tidak usah diragukan. Begitupun dengan responsitivitasnya yang juga terbilang sangat baik, di mana pengguna bisa mengakses layar Mi A1 hingga 10 titik secara bersamaan. Dengan layar yang tergolong besar, tentu saja berbagai aktivitas, mulai dari browsing, chatting, main game, hingga nonton video bisa dinikmati dengan lebih baik.

Dari fitur yang ditawarkan dari menu display, oleh karena dari sisi software berbeda, apa yang tersaji antara Mi A1 dan Mi 5X pun juga tidak sama. Di Xiaomi Mi A1, sebagai perangkat Android One smartphone ini pun mengusung Android 7.1.2 Nougat polos alias belum mengalami perubahan apa pun dari pihak pabrikan. Berbeda dengan Mi 5X yang mana telah antarmuka penggunanya sudah mengalami modifikasi khas pabrikan yang dikenal sebagai MIUI. 

Kembali ke Mi A1, untuk mendapatkan tampilan sesuai dengan keinginan, kita dapat mengutak-atiknya via menu Display yang bisa diakses via Setting. Untuk mendapatkan kecerahan layar yang diinginkan, umpanya, kita dapat mengaturnya secara manual dengan mengakses fitur Brightness level. Selain itu ada juga Adaptive Brightness yang apabila diaktifkan akan mengurangi kecerahan layar dan memiliki fungsi salah satunya bisa menghemat masa pakai baterai smartphone.

Selebihnya apa yang tersaji pada menu Display sejatinya umum kita temukan di smartphone berbasis Android Nougat, seperti ada fitur untuk mengatur Wall Paper, Sleep, Screen saver, Ambient Display, Font Size, Display size, serta menu untuk merotasi tampilan layar.

Stock Android (v7.1.2 Nougat)


Smartphone Xiaomi sejatinya identik dengan antarmuka bawaan yang dikenal sebagai MIUI. Adapun di Mi A1, Anda yang kebetulan sebagai seorang Mi Fans nampaknya siap merasakan sentuhan lain ketika menggunakan smartphone ini. Itupun bila Anda tertarik membeli smartphone yang diklaim sang pembesut sebagai ‘Flagship Dual Camera’ ini.

Sebagaimana diketahui, Mi A1 merupakan smartphone pertama Xiaomi yang datang mengusung sistem operasi Android murni atau biasa disebut Stock Android. Sayangnya, Mi A1 yang unitnya PULSA review kali ini masih menjalankan Android 7.1.2 Nougat. Pun begitu, smartphone ini sangat dimungkinkan bakal mendapat ugrade ke versi anyar Android 8.0 Oreo. Di sektor inilah sejatinya faktor pembeda terbesar antara Xiaomi Mi A1 dan Mi 5X sejatinya berada.

Di Mi A1, oleh karena mengusung sistem operasi Android 7.1.2 Nougat murni alias tanpa ada sentuhan dari pabrikan, apa yang ditawarkan pun relatif standar seperti yang biasa kita bisa rasakan di smartphone Android tanpa UI bawaan. Bila di smartphone Xiaomi dengan MIUI pengalaman penggunanya sudah dibuat sesimpel mungkin, di mana tidak lagi disediakan App Drawer lantaran semua ikon aplikasi sudah menempel di layar homescreen. Adapun di Mi A1, pengalaman pengguna yang ditawarkan berbeda, di mana sisi simpel dari MIUI tidak bisa ditemui.

Pada Xiaomi Mi A1, secara default di layar homescreen terdapat sejumlah ikon menempel, di antaranya folder yang khusus aplikasi bawaan Google, Feedback, Photos, dan ikon akses ke Play Store. Tepat bagian paling bawah, di sini terdapat menu lainnya seperti akses langsung ke menu kontak dan panggilan telepon, ikon Message (SMS), Gmail, browser Chrome, dan menu kamera. Di bagian ini terlihat adanya anak panah kecil yang mengarah ke bagian atas, khas seperti yang ditawarkan oleh smartphone berbasis Android Nougat.

Jadi, bila di MIUI untuk melihat ikon aplikasi, cukup dengan menyapu layar ke kanan atau kiri. Di Mi A1, hal itu bisa dilakukan dengan menyapu layar dari bawah ke atas. Tentunya di mulai dari bagian paling bawah atau pada area yang tercakup di sekitar anak panah tadi.

Selain pengalaman pengguna yang berbeda, aplikasi yang tertanam di Mi A1 juga lebih banyak bawaan dari sistem operasinya sendiri. Pun begitu, di antara banyak aplikasi bawaan yang notabene milik Google, pada Xiaomi Mi A1 juga sudah tertanam aplikasi Mi Remote yang membuat smartphone juga bisa digunakan sebagai remote control untuk perangkat elektronik lainnya.

Secara umum, perbedaan yang begitu kentara dari Mi A1 dan Mi 5X yang  datang dengan MIUI 8.5, selain dari sisi pengalaman pengguna juga dari menu-menu lainnya. Mi 5X oleh karena datang dengan antarmuka pengguna hasil custom, di sini juga banyak mengangkut aplikasi bawaan buatan Xiaomi, seperti Mi Wallet, App Store, Mi Video, Mi Home, Games, Mi Life, MiTalk, Flash Show, hingga aplikasi untuk security. Selain itu, ada pula fitur apik Dual Apps, yang memungkinkan pengguna untuk menginstall aplikasi yang diinginkan menjadi dua. Sementara di Mi A1, cukup disayangkan lantaran aplikasi dan fitur tersebut nampak tak terlihat keberadaannya.