pulsa-logo

PULSA Editors' Choice 2017: Best Innovation on Camera Smartphone, Huawei Nova 2i


RENO

Selasa, 19 Desember 2017 • 19:10


Meski terbilang sepi produk di tahun 2017, Huawei Indonesia berhasil mencuri perhatian kami lewat produk unik berkamera 4, Huawei Nova 2i.

Tidak hanya menyajikan dua lensa di kamera utama, seperti yang pernah berhasil menarik perhatian kami di Huawei P9, Nova 2i juga membawa dua lensa di kamera depan. Alhasil, baik kamera belakang maupun kamera depan mampu menghasilkan foto dengan banyak alternatif sesuai dengan kreativitas penggunanya.

Seperti yang kita ketahui, bahwasannya keberadaan dua kamera akan mempermudah pengenalan jarak antara obyek foto dengan background sehingga secara digital, sistem akan memisahkan kedua foto yang diambil bersamaan untuk menghasilkan kedalaman gambar yang terlihat senatural mungkin.

Jika hanya mengandalkan satu kamera, hal ini akan membutuhkan sejumlah persyaratan teknis yang lebih kompleks, diantaranya adalah bukaan lensa yang besar dan juga jarak ideal yang biasanya harus mendekati lensa kamera.

Banyak perdebatan mengenai hasil dan efektivitasnya, namun tanpa bisa dipungkiri Huawei Nova 2i mempersiapkan software kamera yang juga sudah terbukti di perangkat ponsel sebelumnya. Termasuk menyertakan mode low light, semisal night mode dan light painting.

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan kamera 13MP + 2MP di bagian depan dan 16 MP + 2 MP di bagian belakang. Di bagian depan, dua kamera ini kemudian dipadukan dengan fitur Selfie Toning Flash. Dimana sistem akan menampilkan soft light untuk kebutuhan pengambilan gambar di lokasi yang minim cahaya atau bahkan tanpa cahaya sama sekali.

Perpaduan Selfie Toning Flash dan dual kamera depan akan menghasilkan foto selfie dengan latar belakang yang seimbang. Distribusi cahaya akan berjalan dengan baik, tidak hanya di obyek selfie, tetapi juga di background kita.


Kamera belakang, atau kamera utama juga lebih spesial lagi. Perpaduan kamera 16 MP dan 2 MP, dapat menghasilkan foto dengan latar belakang yang ngeblur alias bokeh. Tingkat bokeh ini bisa kita atur saat pengambilan gambar atau setelah foto diambil. Karena semua proses dilakukan secara digital memadukan hasil foto dari dua kamera utama, maka proses editing setelah pengambilan gambar pun sangat mungkin dilakukan.

Sebagai catatan, setiap kamera 2 MP di masing-masing kamera baik yang menghadap ke depan maupun belakang berfungsi untuk memberikan efek kedalaman gambar.

Selain inovasi pada kamera, Huawei Nova 2i juga membawa tren layar anyar, yakni full display dengan bezel sempit. Membawa resolusi 2160 x 1080 (FHD+), layar dengan ratio 18:9 ini menampilkan UI yang kami suka, EMUI. Tampilannya tajam, bersih, rapi dengan tata letak yang bisa disesuaikan oleh penggunanya.

Memanfaatkan ratio layar yang lebih luas, sejumlah kegiatan, semisal membaca berita, ebook atau mengaktifkan fitur split-screen, akan memunculkan beberapa area tambahan yang bisa dimanfaatkan. Akan lebih banyak informasi yang bisa kita telaah jika dibandingkan dengan layar 16:9.

Kelebihan pada display ini lalu dibalut dalam build yang menawan. Huawei Nova 2i diracik dengan bagian sudut melengkung serta menyuguhkan bingkai dan panel belakang berbahan logam yang membuatnya tampil elegan dan cukup solid. Bisa dibilang dari sisi bodi, apa yang ditawarkan Nova 2i hampir mendekati smartphone flagship, meski bila ditilik harganya smartphone ini jauh lebih murah.

Wajar apabila kita bisa langsung mengapresiasi aspek LOOK dan FEEL di ponsel ini di menit-menit awal penggunaannya. Karena meskipun di spesifikasi layar ponsel ini membawa layar berukuran 5.9 inci, ponsel ini masih terasa nyaman di genggaman. Keberadaan layar yang memenuhi hampir setiap sudut permukaan ponsel, menjadikan ponsel ini terasa seukuran dengan ponsel layar 16:9 yang berdiameter 5.5 inci.

Sebagai otak yang menjalankan ponsel ini, Huawei Nova 2i membawa Chip Kirin 659, dan RAM sebesar 4 GB. Di sisi kualitas performa, tidak ada yang bisa dikeluhkan. Ditemani baterai berkekuatan 3.340 mAh, ponsel ini bisa bertahan cukup lama dalam pemakaian normal.