pulsa-logo

Huawei Y3 2017: Harga Murah, Spesifikasi Alakadarnya


Fauzi

Selasa, 16 Januari 2018 • 16:35

harga Huawei Y3 2017, spesifikasi Huawei Y3 2017, spek Huawei Y3 2017, review Huawei Y3 2017, tes Huawei Y3 2017, Huawei Y3 2017


Di bisnis smartphone, lini produk yang ditawarkan Huawei tergolong lengkap. Tidak hanya membidik kalangan pengguna menengah dan atas, brand asal Tiongkok ini juga terkenal akan produk terjangkaunya.

Tanpa panjang lebar, di edisi kali ini kita akan membahas sebuah smartphone Huawei yang nampak dihadirkan untuk menyasar kalangan entry-level atau pengguna yang ingin hijrah dari ponsel fitur ke smartphone. Produk dimaksud tak lain adalah Huawei Y3 2017, di mana sesuai target yang dibidiknya smartphone ini dijual dengan harga cukup miring, yakni Rp1.299.000. Harga boleh miring, tapi apa yang disajikan Huawei lewat smartphone terjangkaunya ini? Untuk mengetahuinya, simak saja review-nya berikut ini.

Paket Penjualan : Handset, Charger,kabel data, buku manual, kartu garansi

Warna : Black, Gold, Grey

Harga : Rp 1.299.000

Desain


Sebelum mengulas lebih jauh soal fisik Huawei Y3 2017, dengan target market yang dibidiknya dari sisi desain tidak ada hal istimewa yang disajikan smartphone ini. Walau bisa dimaklumi, namun tetap disayangkan, ‘mentang-mentang’ harganya murah, dari sisi tampilan nampaknya Huawei Y3 2017 disajikan dalam dengan desain yang tergolong jadul dan cukup standar.

Di sini kita dapati sebuah smartphone yang diracik dengan bentuk persegi panjang dengan empat sudut menumpul. Berpadu dengan panel belakang berbahan plastik yang agak cembung dengan bagian sisi atas-bawah dan kiri-kanan sedikit melengkung. Di area depan misalnya, bila alih-alih dipermanis dengan panel kaca lengkung 2D seperti smartphone kekinian, di Y3 2017 hal ini tidak kita temukan. Jadi di area depan panel layar smartphone terlihat datar, serta diapit dengan bezel kiri-kanan dan atas-bawah yang juga masih cukup tebal.

Secara keseluruhan, Huawei Y3 2017 memiliki bodi berdimensi 145,1 x 73,7 x 9,5 mm dan bobot 175 gram. Dengan dimensi yang demikian, Huawei Y3 2017 memang masih cukup kompak dalam arti masih cukup nyaman untuk digenggam, walau dari sisi bobot smartphone tergolong cukup berat.

Selain panel layar dan cover belakang, di area luar Huawei Y3 2017 juga terdapat sejumlah komponen, seperti sensor cahaya, earpiece, dan sensor kamera depan yang terletak tepat di atas layar. Sementara di bagian bawah layar, hanya terlihat logo Huawei, hal ini lantaran smartphone yang mengadopsi tombol navigasi (back, home, dan multitasking) di dalam layar.

Di area ruas sisi yang memiliki ketebalan 9,5 mm kita temui adanya komponen seperti tombol power dan tombol volume di bagian kanan, sementara di sisi sebaliknya (kiri) dibiarkan kosong. Komponen seperti port microUSB dan microphone ada di ruas bagian bawah, adapun jack audio terletak di ruas sisi bagian atas. Komponen lain seperti speaker, sensor kamera utama dan lampu flashnya berturut-turut tersaji di bagian belakang smartphone.

Display

Lagi-lagi, mungkin karena target yang dibidiknya dan banderolnya yang terjangkau, dari sisi display Huawei Y3 2017 nampaknya juga cukup minimalis. Bukan dari ukurannya, lho ya? Memang, Y3 2017 sudah dikemas dengan layar berukuran cukup lapang, yakni 5 inci. Namun sayangnya, resolusi yang ditawarkan masih belum HD, tepatnya sih 480 x 854 piksel. Alhasil, dengan kombinasi ukuran dimensi dan resolusinya tersebut, layar Huawei Y3 2017 hanya mampu menyajikan konten dengan kepadatan 196 ppi.

Dari sisi teknologi, Huawei Y3 2017 mengadopsi jenis layar IPS LCD yang dari sisi tampilan tergolong cukup baik. Mungkin inilah salah satu kelebihannya. Hal itu lantaran berkat teknologi IPS LCD yang diusungnya, tampilan konten secara umum masih tergolong baik. Begitupun dengan responsivitasnya. Meski sudah mendukung multi-touch, ketika dites ternyata layar Huawei Y3 2017 hanya bisa diakses maksimal dua titik secara bersamaan.

Bagi yang kurang puas dengan sajian default, pengguna bisa mengutak-atik tampilan sesuai keinginan via menu Setting > Display. Di sini terdaftar sejumlah menu yang bisa diutak-atik, seperti untuk mengubah Wallpaper, ukuran font, mengaktifkan Daydream, kecerahan layar, dan lain sebagainya. Termasuk fitur yang tersaji adalah Eye Comfort dan Color temperature.

Sesuai namanya, fitur eye comfort bermanfaat bagi pengguna untuk melindungi mata dari kelelahan. Fitur ini mungkin cocok digunakan ketika kita mengakses smartphone menjelang tidur di mana ruangan dalam kondisi redup.

Adapun fitur Color temperature bisa dimanfaatkan pengguna untuk mendapatkan pantulan cahaya di layar smartphone, baik untuk menambah keterangan ataupun menguranginya, seperti membuatnya lebih redup. Dalam penggunaannya juga tergolong cukup mudah, di mana pengguna cukup menggeser-geser ke arah kiri atau kanan sesuai keinginan.

EMUI 4.1 Mini

Seperti smartphone besutan Huawei lainnya, Y3 2017 juga dilempar ke pasar dengan mengusung sistem operasi Android yang dipermanis dengan antarmuka hasil custom. Dalam hal ini, Huawei Y3 2017 menjalankan Android 6.0 Marshmallow yang dilapisi dengan EMUI 4.1 Mini. Tidak hanya membuat tampilan lebih segar, pengalaman yang ditawarkan EMUI 4.1 Mini yang berbeda dibanding smartphone Android murni.

Secara default, EMUI 4.1 Mini sudah menyajikan pengalaman ber-smartphone yang cukup simpel dengan ikon aplikasi terdapat di layar homescreen. Jadi, untuk mengakses aplikasi pengguna cukup menyapu layar ke kiri dan kanan saja.

Bila kita bosan dengan tampilan home screen yang disajikan, lewat menu Setting > Home Screen Style. Di sini terdapat dua opsi yang bisa dipilih, yakni Standard atau Simple. Opsi standard sendiri sudah tersaji secara default, untuk merasakan pengalaman dan tampilan berbeda mungkin kita bisa mencoba opsi Simple.

Kamera

Bicara salah satu fitur wajib di smartphone, yakni alat bidik momen. Nah, guna mengakomodasi pengguna yang suka jeprat-jepret momen Huawei membekali Y3 2017 dengan kamera utama beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.0 serta sejumlah atribut lainnya seperti autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection dan kemampuan rekam video 720p@30fps.

Selain fitur yang disebut di atas, bila kita mengakses kamera pada antarmukanya tersaji sejumlah ikon menu yang tersaji di sisi kanan dan kirinya. Seperti ikon mode/setting, yang di dalamnya tersaji beberapa fasilitas seperti mode HDR, Panorama, Watermark, Audio Note, dan ikon Setting. Ke semua menu ini tentu saja bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan hasil bidik sesuai keinginan.

Masih dari area sisi kiri, tepat di bawah ikon mode/setting, di sini terdapat ikon untuk men-switch kamera belakang/depan. Sementara di bagian kiri paling bawah bertengger ikon untuk mengaktifkan atau menonaktifkan lampu flash kamera belakang.

Beralih ke sisi sebelah kanan, di sini kita dapati tiga ikon menu dari atas ke bawah. Di bagian atas terdapat ikon yang bila diklik akan menampilkan mode Beauty dengan 10 level, berturut-turut kemudian juga terdapat mode photo, video, dan Time-lapse.

Berbekal alat bidik utama dengan resolusi 8 MP, sejatinya aktivitas pengguna yang suka berfoto ria sudah terakomodasi. Hanya tentu saja hasil bidikannya tentu masih jauh bila dikatakan istimewa. Berdasarkan pengalaman penulis, ketika digunakan untuk membidik objek di luar ruangan dengan kondisi cahaya memadai, hasil jepretan terlihat cukup bagus dan relatif tajam dengan komposisi warna yang juga baik.

Hasil Kamera Outdoor

Adapun ketika digunakan untuk mengambil objek gambar di dalam ruangan, hasil bidikan nampak sedikit mengalami penurunan. Meski demikian, hasilnya masih relatif baik. Selain itu, berkat adanya lampu flash untuk kamera belakangnya, hal ini cukup membantu untuk membidik objek foto yang berada di area dengan kondisi minim cahaya.

Hasil Kamera Indoor

Selain kamera utama, tentu smartphone ini juga memiliki kamera sekunder yang biasa digunakan untuk selfie. Dalam hal ini, Huawei Y3 2017 menyuguhkan alat bidik beresolusi lebih kecil, yakni hanya 2 MP. Bisa dibilang kamera depan pada Y3 2017 hanya sekadar ada saja. Pasalnya, dengan resolusi yang ditawarkan plus ketiadaan lampu flash membuat foto selfie yang dihasilkan sangat kurang memadai, terlebih bagi pengguna yang gemar mengaktualisasikan diri via smartphone mereka.

Quad-Core 1.1 GHz & RAM 1GB

Menoleh ke sektor dapur pacu, untuk menyokong kinerja smartphone secara keseluruhan, Huawei Y3 2017 ditopang oleh chipset MediaTek MT6737M yang memiliki konfigurasi quad-core Cortex-A53 berkecepatan 1.1GHz berpadu dengan prosesor grafis Mali-T720.

Selain CPU dan GPU, Huawei Y53 2017 juga dikemas dengan RAM 1GB dan memori internal 8GB. Jujur, memori internal yang ditawarkan smartphone ini terbilang kecil. Jadi, sebaiknya untuk bisa digunakan dengan lebih leluasa, pengguna nampaknya wajib untuk memperluas penyimpanannya via kartu microSD. Dalam hal ini, Huawei Y3 2017 sudah menyediakan slot kartu microSD yang mendukung daya tampung hingga 128 GB.

Berkaca dari spesifikasi ‘jeroan’ yang dibawanya, dari sisi kinerja smartphone ini nampaknya sudah bisa ditebak. Yup, secara umum, Huawei Y3 2017 memang cukup bisa diandalkan untuk melakukan aktivitas pengguna, seperti berkomunikasi, akses internet dan jejaring sosial, dan aktivitas lain seperti untuk menonton video atau mendengarkan konten audio. Adapun ketika digunakan untuk bermain game HD, sayangnya jalannya permainan tidak semulus yang diharapkan, di mana sering terjadi ‘lag’.

Untuk mendapatkan gambaran mengenai kinerjanya, PULSA pun melakukan serangkaian tes benchmark dengan beberapa software populer. Misalnya, ketika diuji menggunakan software AnTuTu Benchmark, skor yang diperoleh smartphone ini hanya di sekitaran angka 18503. Sementara untuk kinerja grafisnya, berdasarkan uji benchmark yang dilakukan dengan software 3D Mark, smartphone ini hanya mencetak angka 123. Silakan merujuk ke tabel peraga untuk melihat hasil benchmark lengkap.

Masih dari spesifikasi pendukung kinerja. Di sektor penyuplai daya, Huawei Y3 2017 telah menancapkan baterai berjenis Li-Ion berkekuatan 2200 mAh. Sedikit gambaran mengenai kinerja baterainya, berdasakan pengalaman penulis menggunakannya untuk bermain game HD, daya baterai terkuras hingga 18% dalam waktu satu jam. Untuk aktivitas lain, seperti menonton video beresolusi HD, dengan waktu yang sama daya baterai terkuras 10%.

Kesimpulan

Sejatinya kehadiran Huawei Y3 2017 di Indonesia sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Membidik segmen bawah, kiprah smartphone ini bakal dihalau banyak pesaing. Sejurus degan banderolnya yang miring, sayangnya smartphone ini juga nyaris tak memiliki faktor ‘wow’ di dalamnya. Dalam arti, spesifikasi yang ditawarkan cukup standar bisa dibilang apa adanya, kinerja dan desainnya pun demikian.

Namun, apakah dengan begitu smartphone ini tak layak untuk menjadi pilihan? Nampaknya penulis tidak buru-buru mengambil kesimpulan demikian. Karena bagaimanapun kehadiran Y3 2017 dengan banderol terjangkau sepertinya tetap layak untuk dijadikan satu alternatif pilihan. Walau tentunya keputusan akhir tetap berada di tangan Anda.