pulsa-logo

Philips X818: Desain Macho, OS Masih Marshmallow


Galing

Rabu, 17 Januari 2018 • 16:05

harga Philips X818, spesifikasi Philips X818, spek Philips X818, tes Philips X818, review Philips X818, Philips X818


Pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 2016 lalu, Philips Xenium X818 baru masuk ke pasar domestik setahun kemudian. Menggandeng PT Synnex Metrodata Indonesia, ponsel pintar garapan pabrikan elektronik Belanda ini melenggang dengan rentang harga tiga jutaan. Persaingan ponsel Android yang begitu sengit di segmen menengah tentu membuat pangsa pasar tanah air disesaki dengan berbagai macam produk dengan tawaran fitur yang tak kalah menggiurkan.

Material kaca yang membalut area depan dan belakang perangkat tentu menjadikan ponsel ini terlihat berbeda dari kebanyakan smartphone lain yang lebih dulu edar dipasaran. Meski desain yang ditawarkan tidak sepenuhnya original, namun setidaknya ia memberikan kesan mewah yang cukup meyakinkan bagi sebagian besar konsumen di Indonesia. Tentu tidak cuma desain yang jadi nilai jual. Agar tidak setengah-setengah, langsung ikuti saja ulasan lengkapnya dalam tulisan berikut.

Warna : Hitam

Harga : Rp 3.250.000

Desain Mirip Sony Xperia

Seperti sudah disinggung sebelumnya, Xenium X818 tampil dengan bodi berlapis kaca di bagian depan dan belakang. Perihal tampilan fisiknya memang tidak berbeda jauh dari ponsel Xperia buatan Sony yang menjagokan bentuk maskulin beraksen tegas yang lebih cocok untuk konsumen pria. Adapun untuk keempat sudut sang perangkat memang terlihat lebih fleksibel dengan bentuk yang cenderung membulat dan tumpul. Imbasnya, tangan pengguna jadi terasa lebih nyaman saat menggenggam smartphone ini.


Area depannya memperlihatkan tombol fisik home dengan format bentuk persegi yang dapat pula pengguna fungsikan sebagai pemindai sidik jari. Adapun untuk fungsi navigasi Android posisinya digantikan oleh tombol virtual yang berada di layar bagian bawah.

Pada ruas kanan, Anda dapat menemukan tombol daya dan pengatur volume. Masih pada bagian yang sama, Philips melengkapi pula ponsel ini dengan tombol aktivasi mode hemat daya yang bisa Anda geser ke atas dan bawah.

Beranjak ke bawah, pengguna dapat mengisi daya baterai lewat port USB Type-C yang disematkan bersama lubang speaker. Port audio jack tampak bertengger rapi di atas perangkat. Begitu Anda beranjak ke belakang, maka Anda akan menemukan balutan warna hitam polos berlapis kaca yang tentu saja mudah sekali meninggalkan jejak jari. Logo Philips dan Xenium tampak jelas terlihat dengan posisi masing-masing berlokasi di atas dan bawah. Sedangkan kamera dan lampu kilat LED berada di sudut kiri atas perangkat.

Layar 5,5 inci plus SoftBlue

Pada bagian depan Xenium X818 terpampang layar seluas 5,5 inci yang dikombinasikan bersama resolusi fullHD pada aspek rasio standard 16:9. Lebih menarik lagi, pemutar video bawaannya dapat Anda pilih aspek rasionya sesuai dengan kebutuhan mulai dari 4:3, 16:9 hingga 18:9.

Resolusi tinggi perangkat juga turut ditunjang oleh teknologi layar SoftBlue yang siap membantu mengurangi efek cahaya biru. Teknologi yang dapat Anda aktifkan lewat menu pelindung Cahaya Biru ini dapat diakses oleh pengguna melalui personalisasi MiraVision. Dengan menyaring cahaya biru yang disajikan, pengguna dapat menatap layar perangkat lebih lama tanpa membuat mata cepat lelah.

Masih pada fitur personalisasi layar yang serupa, pengguna juga bisa menyesuaikan tingkatan suhu warna, ketajaman, kecerahan, kontras, saturasi hingga kontras dinamis. Bagi pengguna yang mendambakan hadirnya fitur multitasking seperti split screen, tampaknya harus kecewa karena ponsel ini hanya menjalankan sistem operasi Android Marshmallow.

Meski begitu Anda masih bisa mengaktifkan fitur Screen Pinning yang bisa Anda akses lewat menu keamanan ponsel. Begitupun kemampuan multisentuh layarnya juga cukup menonjol dengan titik sentuh hingga sepuluh jari.

MediaTek Quad Octa Core 2.0GHz

Menyusuri bagian dalam smartphone, Philips membenamkan chipset MediaTek Helio P10. Adapun untuk pengolah grafis miliknya dipercayakan pada GPU Mali-T860. RAM berukuran 3GB dan penyimpanan 32GB yang bisa diperluas sudah disiapkan pula oleh sang vendor untuk menyokong kinerjanya. Slot kartu microSD miliknya berlokasi sama dengan slot SIM pertama yang dijejalkannya. Dengan demikian pengguna hanya dapat memilih salah satunya sebagai memori eksternal atau kartu operator kedua.

Untungnya dengan memasukkan kartu memori ke dalam slot yang disediakan, pengguna ternyata dapat memilih untuk menjadikan kartu microSD sebagai memori internal. Fitur yang sejatinya merupakan bawaan dari Android Marshmallow ini rupanya pada perangkat ini dalam posisi diaktifkan oleh sang pabrikan. Tidak cuma performa, Xenium X818 juga belum dijejali sensor Gyroscope yang sebetulnya cukup penting untuk kenyamanan pengguna dalam bermain game.

Bicara tentang pasokan dayanya, Philips menanamkan baterai berkapasitas 3.900mAh yang diklaim sanggup bertahan hingga 19 hari masa siaga. Hasil pengujian baterai selengkapnya dapat Anda lihat pada tabel yang disertakan.

Sementara soal performa yang disuguhkannya memang kurang sepadan dengan harga jual yang dipatoknya. Pada rentang harga sekitar tiga jutaan, nilai benchmark AnTuTu ponsel lain bahkan telah menembus angka 62 ribuan. Hal ini berbeda sekali dengan skor yang dicetak oleh Xenium X818 yang hanya mengumpulkan poin sekitar 50 ribuan.

Fitur Bawaan Kurang Andal

Meski telah diluncurkan lebih dari setahun, Xenium X818 masih menjalankan sistem operasi Android Marshmallow. Adopsi chipset MediaTek agaknya telah mempersulit upaya sang pabrikan untuk memperbarui perangkat ini ke OS yang lebih tinggi seperti Android Nougat 7.0. Seperti ponsel modern lainnya, Anda tidak akan menemui pula laci aplikasi pada antarmuka yang digunakannya. Usaha Philips untuk memberikan sentuhan yang berbeda mulai dari wallpaper hingga bentuk ikon yang khas tentu patut mendapatkan acungan jempol tersendiri.

Selain memberikan polesan tampilan, Anda juga dapat merekam seluruh sidik jari tangan Anda. Pengguna yang hendak merekam sidik jari sebelumnya akan diminta untuk memilih lebih dulu jari mana yang akan disimpan. Begitu perekaman tuntas dilakukan, Anda kemudian dapat menentukan aplikasi mana yang akan dapat dijalankan dengan menggunakan jari tersebut secara otomatis. Pilihan aplikasi yang disediakan juga cukup lengkap mulai dari bawaan hingga yang Anda unduh sendiri dari Play Store.

Sayangnya sensor sidik jari yang dipakainya kurang responsif. Agar layar dapat terbuka, PULSA bahkan terkadang harus agak menekan keras pemindai sidik jari berbentuk persegi yang tersemat di area depan dari sang perangkat.

Mode hemat daya yang dapat pengguna aktifkan dengan menggeser tombol fisik yang berlokasi di ruas kanan paling atas, sayangnya tidak memperlihatkan adanya perpanjangan waktu siaga. Meski aplikasi yang dijejalkan tersebut dapat memengaruhi konsumsi daya dari perangkat, namun tampaknya tidak ada ukuran waktu yang dapat memperlihatkan secara akurat angka penghematan yang akan dapat diperoleh.

Kamera 16MP Plus LED Flash

Philips menanamkan kamera 16 megapiksel pada bagian belakang ponsel ini yang sekaligus telah dibekali pula dengan fitur phase detection autofocus. Kameranya cukup akurat dalam menentukan fokus. Sementara untuk penuhi kebutuhan selfie sudah disediakan pula kamera 8 megapiksel dengan fitur beautification. Kedua kamera miliknya juga dapat Anda pakai untuk mengabadikan video dengan resolusi full HD.

Beranjak pada performanya di luar ruangan, Anda bisa memotret foto dengan leluasa lengkap dengan penguncian fokus otomatis phase detection. Pengguna yang kurang puas dengan pengaturan yang dibenamkannya dapat pula memilih untuk mengaktifkan mode pro yang menyediakan mode pemotretan secara manual. Terdapat pula fitur HDR yang akan membantu Anda untuk mengambil foto di luar ruangan pada posisi membelakangi sumber cahaya. Pengujian pemotretan dengan sumber cahaya berlimpah memperlihatkan foto yang tajam dan warna yang pas.

Hasil Kamera Outdoor

Beralih pada kinerja kamera di dalam ruangan, perangkat ini memang tidak terlalu bisa berbicara banyak. Lampu kilat LED standar dengan apperture yang juga kurang besar menjadikan foto yang diproduksi kurang dapat diandalkan pada kondisi minim cahaya. Sektor rekam videonya juga tampak kurang menonjol dengan absennya fitur OIS.

Hasil Kamera Indoor

Pengguna yang gemar berswafoto agaknya juga harus cukup puas dengan foto pas-pasan yang ditampilkannya. Saat fitur beautification dalam kondisi aktif, Anda akan mendapati tekstur kulit wajah pengguna terlihat kurang merata. Resolusi kamera 8MP yang disematkannya akan terlihat optimal hasilnya justru ketika fitur beautification dalam posisi nonaktif. Pengambilan selfie yang dilakukan juga tidak dilengkapi dengan efek cermin. Akibatnya antara foto yang dihasilkan dengan pose yang Anda lakukan di depan viewfinder menjadi saling berkebalikan.

Hasil Kamera Selfie

Kesimpulan

Dipatok pada rentang harga tiga jutaan, Xenium X818 jadi ponsel dengan ragam fitur yang tergolong kurang istimewa. Belum menyandang kamera ganda, smartphone buatan vendor negeri kincir angin ini juga belum dijejali dengan dapur pacu yang memadai. Nilai minus sang perangkat jadi kian lengkap dengan absennya sensor Gyroscope yang tentu akan mengurangi pengalaman Anda dalam bermain game.

Memanfaatkan software Android yang terbilang lawas, ponsel ini praktis hanya mengunggulkan fitur sidik jari yang dapat digunakan untuk membuka aplikasi secara otomatis. Jika rata-rata ponsel lain hanya sanggup menyimpan lima sidik jari berbeda, perangkat ini justru sanggup menyimpan seluruh sidik jari tangan Anda.

Bila membandingkan antara spesifikasi dengan harga yang ditawarkan, di pasaran tentu akan ada lebih banyak alternatif pilihan yang siap menjegal kesuksesan perangkat ini di tanah air. Sebut saja seperti Xiaomi Mi A1, Moto G5s Plus, Sharp Z2 hingga Nokia 6.