pulsa-logo

Review OPPO A71 (2018): Ganti Chipset, Turun Harga


Anwar Aburizal

Rabu, 14 Maret 2018 • 22:49

oppo a71 2018, review oppo a71 2018, spesifikasi oppo a71 2018, harga oppo a71 2018, oppo, tes oppo a71 2018, spek oppo a71 2018


Ganti Chipset, Kinerja Superior

Chipset bisa dikatakan sebagai satu-satunya sektor yang menjadi pembeda antara A71 (2018) dengan generasi sebelumnya yang hanya terpaut beberapa bulan saja. Jika sebelumnya OPPO menggunakan chipset besutan MediaTek bagi A71 versi pionir, kali ini OPPO memilih chipset milik Qualcomm.

Di atas kertas, setiap inti prosesor yang tertanam pada Snapdragon 450 yang kini digunakan A71 (2018) punya kecepatan yang superior hingga 20% dibandingkan milik MT6750 (8x1.5 GHz berbanding 8x1.8 GHz). Skor yang didapatkan pada aplikasi benchmark oleh kedua produk “beda generasi” ini pun menunjukkan perbedaan kinerja yang nyata. A71 (2018) jelas mengungguli seniornya di setiap aplikasi yang PULSA gunakan untuk pengujian.

Tak hanya masalah performa, perubahan dari MediaTek ke Qualcomm juga boleh dikatakan menjadi kabar baik bagi pengguna yang berencana menggunakan ponsel ini dalam jangka waktu yang panjang. Sebab seperti sudah awam diketahui, produk yang menggunakan chipset buatan MediaTek umumnya memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mendapatkan update software ke versi lebih anyar.

Di sisi lain, kapasitas RAM, memori internal, dan daya baterai yang dimiliki A71 (2018) masih identik dengan versi sebelumnya. Untuk faktor yang disebutkan terakhir yakni baterai, kapasitas daya yang sama untuk mendukung prosesor yang clockspeed-nya lebih tinggi tentu membuat A71 (2018) menjadi lebih cepat kehabisan daya dibanding pendahulunya.

Hal ini sangat terasa saat ponsel ini kami uji bermain game. Dalam durasi 1 jam, A71 versi sebelumnya hanya kehilangan 6% daya baterai, sementara ponsel ini harus kehilangan 16%. Hal ini tentu tidak berlaku umum, sebab bisa jadi ada faktor x yang membedakan situasi selama pengujian, misalnya kualitas sinyal dan aplikasi yang berjalan di background selama diuji dan tentunya intensitas dan kualitas grafis game yang dimainkan.