pulsa-logo

Review Samsung Galaxy A6+ 2018: Bodi dan Kamera Jempolan, Dapur Pacu Jadi Catatan


Fauzi

Selasa, 10 Juli 2018 • 19:43

harga Samsung Galaxy A6+ 2018, spesifikasi Samsung Galaxy A6+ 2018, review Samsung Galaxy A6+ 2018, Samsung Galaxy A6+ 2018


Qualcomm Snapdragon 450 + RAM 4GB

Tidak seperti Galaxy A8+ (2018) yang disokong oleh prosesor octa-core Exynos 7885, untuk menopang kinerjanya Galaxy A6+ diotaki oleh prosesor Snapdragon 450. Chipset besutan Qualcomm ini diketahui memiliki konfigurasi Octa-core 1.8 GHz Cortex-A53 dan prosesor grafis Adreno 506. Dari daftar spesifikasinya, selain mengusung CPU dan GPU sebagaimana disebut di atas Galaxy A6+ juga juga didukung RAM 4 GB dan memori internal 32 GB yang masih bisa diperluas via kartu microSD hingga 256 GB.

Mengenai kinerjanya, meski tak semumpuni Galaxy A8+ (2018) yang notabene pendahulunya, toh Galaxy A6+ masih bisa diandalkan untuk menemani pengguna beraktivitas. Setidaknya, berdasarkan apa yang dirasakan penulis berbagai aktivitas seperti browsing internet, akses jejaring sosial, hingga bermain game relatif berat bisa diladeni Galaxy A6+ tanpa hambatan berarti.

Mengacu pada hasil benchmark, bila dibandingkan Galaxy A8+ (2018)  yang memiliki skor AnTuTu di angka 84265, maka Galaxy A6+ berada di bawahnya dengan skor mencapai 69919. Ini patut dimaklumi lantaran, Galaxy A6+ dijual dengan harga lebih murah, imbasnya spesifikasinya pun berada di bawah Galaxy A8+ (2018) yang ketika dijual untuk pertama kalinya ada di kisaran Rp8 jutaan.

Untuk kinerja grafisnya, secara detil menggunakan software 3D Mark, Galaxy A6+ memiliki skor 724 (Sling Shot Extreme - OpenGL ES3.1) dan 608 (Sling Shot Extreme – Vulcan). Silakan lihat hasil benchmark lengkap di tabel tersaji.

Di sektor penyuplai daya, Galaxy A6+ dibekali baterai berkekuatan 3500 mAh. Secara keseluruhan kinerja Galaxy A6+ cukup baik. Untuk bermain game relatif berat, dalam waktu satu jam, daya baterai tersedot 12%. Adapun pada saat digunakan untuk menonton video dengan format HD, dalam tempo waktu yang sama, daya baterai terkuras 8%. Berbeda dengan Galaxy A8+ (2018) yang telah mengadopsi memanfaatkan port USB-C, untuk mengisi daya Galaxy A6+ masih menggunakan konektivitas port micro-USB.


Dengan harganya yang di atas Rp4,5 jutaan, cukup disayangkan bila ternyata Galaxy A6+ masih mengadopsi port micro-USB. Andai saja smartphone ini telah mendukung USB Type C, setidaknya sejumlah kelebihan dari port jenis ini bisa ikut dibawa serta di Galaxy A6+. Sebagaimana diketahui, USB Type C memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya lebih mudah, lebih cepat dalam mentransfer data dan sudah mendukung fitur fast charging.