pulsa-logo

Review Xiaomi Mi 8 SE: Varian Ekonomis Sang Flagship


Anwar Aburizal

Selasa, 24 Juli 2018 • 09:49

harga Xiaomi Mi 8 SE, spesifikasi Xiaomi Mi 8 SE, review Xiaomi Mi 8 SE, Xiaomi Mi 8 SE


Super AMOLED Fullview

Ikut mengadopsi desain layar berponi, ponsel ini terkesan kekinian. Dibandingkan dengan iPhone X, layar ponsel ini terlihat punya bezel di bagian bawah yang lebih lebar meski sejatinya hal tersebut tidak mengurangi dominasi layar berpanel AMOLED ini pada sisi muka.

Ya, ponsel ini menggunakan panel layar pabrikan Samsung yang dikenal memiliki karakter tampilan warna hitam yang lebih pekat, range warna yang lebih besar dan relatif lebih hemat daya dibanding panel IPS. Dari segi fitur, Xiaomi tidak menyia-nyiakan kemampuan panel AMOLED untuk secara independen menyalakan piksel yang dibutuhkan saja dengan menyertakan fitur always on mode. Dengan fitur ini, layar tetap akan menampilkan informasi tanggal dan waktu saat dalam keadaan terkunci. Tak perlu khawatir konsumsi daya baterai menjadi boros, karena hanya sedikit dari jutaan piksel di layar yang aktif pada mode ini.

Dengan rasio layar yang tidak biasa, 18.7:9, ketika ponsel ini digunakan untuk memutar video baik dari aplikasi multimedia player ataupun secara online, layar ponsel ini tentu saja tampil memanjang melebihi frame standar video yang umumnya 4:3 atau 16:9. Sehingga menyisakan area hitam di kanan dan kiri frame video. Sistem sejatinya menyediakan pilihan untuk membuat video yang diputar memenuhi seluruh area layar, namun resikonya sebagian atas dan bawah frame akan sedikit terpotong. Itu belum termasuk area yang “terhalangi” oleh notch.

Berbicara soal notch, sebagian pengguna tidak menyukai tampilan poni yang aneh ini. Untuk itu Xiaomi menyediakan pilihan untuk menyembunyikan poni ponsel ini. Caranya dengan membuat area layar yang mengapit poni menjadi warna hitam sehingga berbaur sempurna dengan poni. Namun indikator baterai, sinyal, dan jam tetap tertampil di area tersebut.

Meski layarnya sudah cukup luas dengan tombol navigasi sistem yang ditampilkan di layar. Pengguna masih bisa memaksimalkan sajian layar ponsel dengan menghilangkan tombol navigasi tersebut. Dengan begitu fungsi navigasi sistem digantikan oleh gesture. Untuk menuju Homescreen, pengguna tinggal swipe ke atas dari sisi bawah layar. Untuk memunculkan recent apps, gerakan yang dilakukan agak mirip. Bedanya setelah swipe ke atas, pengguna harus menahan jari di layar untuk beberapa saat. Dan untuk menjalankan fungsi tombol back, pengguna cukup melakukan swipe dari sisi kiri atau kanan layar ke area tengah.


Secara umum, layar lebar kekinian dengan resolusi tinggi pada ponsel ini terbilang memuaskan.