pulsa-logo

Review Xiaomi Mi 8 SE: Varian Ekonomis Sang Flagship


Anwar Aburizal

Selasa, 24 Juli 2018 • 09:49

harga Xiaomi Mi 8 SE, spesifikasi Xiaomi Mi 8 SE, review Xiaomi Mi 8 SE, Xiaomi Mi 8 SE


ROM Global?

Sejak diperkenalkan bersamaan dengan ulang tahun ke-8 Xiaomi pada akhir Mei lalu. Tiga varian Mi 8 termasuk ponsel ini memang baru dipasarkan di negeri asalnya, Cina. Sementara untuk pasar global, kawasan Eropa dan India menjadi yang paling santer akan lebih dulu kedatangan 3 serangkai flagship teranyar dari Xiaomi ini.

Bagaimana dengan pasar tanah air? Meskipun Xiaomi memilih untuk tidak meluncurkan produk flagship generasi sebelumnya yakni Mi 6 dan Mi Mix 2 secara resmi di Indonesia, namun tidak ada salahnya bagi Mi Fans di Indonesia untuk berharap kehadiran produk ini.

Kembali ke ulasan tentang Mi 8 SE. Karena masih tersedia eksklusif bagi pasar Cina, tentu saja ROM atau MIUI yang dimiliki ponsel ini pun masih dalam versi Cina. Pada unit yang PULSA beli, sistem secara default berjalan dalam bahasa inggris. Pertama kali diaktifkan pun, tampak ada Google Play Store di daftar aplikasi yang berfungsi dengan baik.

Penasaran dengan hal ini, PULSA pun mengembalikan pengaturan ponsel ke setelan pabrik atau “factory reset”. Benar saja, setelah proses reset, aplikasi Google yang terinstal termasuk Play Store hilang dari sistem. PULSA jadi harus melewati proses yang lumayan merepotkan untuk mengembalikannya. Beruntung sistem masih berjalan dalam bahasa Inggris.

Meskipun memiliki resiko untuk merepotkan pengguna jika secara tidak sengaja ter-reset, namun hal tersebut sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Karena versi ROM global tentunya akan segera hadir berbarengan dengan penjualan produk ini di luar pasar Cina.

Untuk sementara waktu, pengguna yang ingin lebih awal menjajal ponsel ini harus puas dengan ROM versi Cina dan berhati-hati agar tidak me-reset-nya jika tidak mau repot sampai tersedia versi global.


Sebenarnya tidak banyak perbedaan pada tampilan antar muka (user interface) antara ROM versi Cina dan Global. Perbedaan signfikan justru ada pada bloatware atau aplikasi bawaan secara umum. Pada versi Cina yang PULSA uji, ada setidaknya 20 aplikasi pihak ketiga yang terinstall secara default dan 90 persen diantaranya hanya berjalan dalam bahasa Cina. Itu belum termasuk aplikasi milik Xiaomi seperti diantaranya  Mi App Store, Mi Video, Reader, News, Games, Mi Home, Mi Wallet, Mi Store, Mi Live dan beberapa lainnya.

Ada satu aplikasi yang paling menarik dan membuat PULSA penasaran. Aplikasi tersebut adalah Mi AI. Untuk diketahui, chipset Snapdragon seri 7 yang digunakan ponsel ini telah mendukung fitur kecerdasan buatan (AI). Sayangnya aplikasi asisten pribadi digital ini hanya mendukung bahasa Mandarin.