pulsa-logo

Review Samsung Galaxy A6 (2018): Lebih Murah, Spesifikasi Kelas Menengah


Fauzi

Selasa, 24 Juli 2018 • 12:23

harga Samsung Galaxy A6 (2018), spesifikasi Samsung Galaxy A6 (2018), review Samsung Galaxy A6 (2018), Samsung Galaxy A6 (2018)


OS dan Antarmuka

Galaxy A6 sudah mengusung sistem operasi Android 8.0 Oreo yang dipercantik dengan Samsung Experience 9.0. Bisa dibilang, di sektor ini antara Galaxy A6 dan Galaxy A6+ (2018) tidak memiliki perbedaan berarti.

Secara umum bagi Anda pengguna setia perangkat Samsung, mungkin sudah akrab dengan apa yang ditampilkan di Samsung Experience. Di mana selain tampil lebih segar, antarmuka pengguna yang diadopsi Galaxy A6 terasa cukup simpel. Ikon App Drawer nampak tidak terlihat pada versi default ternyata bisa dimunculkan dengan mengakses Setting > Display > Home Screen > Apps > Button. Di sini ada dua pilihan yang bisa kita pilih, yakni Show Apps Button atau Hide Apps Button.

Aplikasi atau fitur bawaan yang ditawarkan Galaxy A6 (2018) juga tergolong cukup banyak. Sebagai misal fitur Bixby, asisten cerdas berbasis artificial intelligence juga telah disematkan Galaxy A6 (2018) yang menawarkan sejumlah kemampuan, yakni sebagai Bixby Home, Bixby Vision dan Bixby Reminder. Untuk Bixby vision, dengan fitur ini pengguna dimudahkan untuk mencari mencari berbagai informasi visual, menerjemahkan teks ke dalam berbagai bahasa atau mencari referensi tempat ketika sedang traveling. Untuk mengakses Bixby tergolong mudah, di mana kita cukup menyapu layar secara horizontal dari arah kiri ke kanan.

Selain Bixby, kita juga dimanjakan dengan sejumlah aplikasi khas dari Samsung seperti Samsung Health, Samsung Connect, S Lime, Samsung Max, dan sebagainya. Satu yang disayangkan, berdasarkan pengamatan, pada Galaxy A6 ternyata tidak ditemui adanya fitur Always on Display, padahal fitur ini ada di Galaxy A6+ (2018).

Fingerprint dan Face Recognition


Tak beda dengan Galaxy A6+, di Galaxy A6 juga sudah terdapat sejumlah fitur keamanan berbasis biometrik, seperti fingerprint sensor dan face recognition. Sesuai namanya dengan fitur Face Recognition kita bisa dengan cepat dan mudah untuk membuka layar, semudah mengambil foto selfie atau memindai jari.

Dalam penggunaannya, baik fitur keamanan fingerprint maupun face recognition ketika ingin diaktivasi, pengguna diharuskan untuk melakukan backup security standar, yakni dengan diberengi penggunaan PIN, password, dan pattern. Prosedur ini sejatinya merupakan backup, di mana bila dalam keadaan tertentu fitur keamanan berbasis biometrik itu tidak berfungsi, toh kita masih tetap bisa mengakses smartphone dengan menggunakan fitur keamanan standar, baik berupa PIN, pattern, maupun password.

Selain fitur keamanan biometrik yang telah diulas di atas, pada menu Setting > Biometrics and Security juga terdapat fasilitas keamanan lain, antara lain Google Play Protect, Find My Mobile, serta Samsung Pass.