pulsa-logo

Review Samsung Galaxy Note9: Super Flagship Ber-Stylus


Anwar Aburizal

Rabu, 19 September 2018 • 14:34

Samsung Galaxy Note9, harga Samsung Galaxy Note9, review Samsung Galaxy Note9, spesifikasi Samsung Galaxy Note9, samsung


Perbedaan Minim Pada Fisik

Seperti halnya perubahan fisik dari Galaxy S8 menuju S9, Anda akan melihat selisih pada dimensi fisik Note9 jika dibandingkan pendahulunya yakni Note8. Namun selisih dimensi fisik yang sangat minim tersebut (rata-rata kurang dari 1 mm,-red) hanya akan disadari secara langsung jika keduanya disusun berdampingan.

Seperti halnya S9, Samsung juga memposisikan ulang pemindai sidik jari pada Note9 ke tempat yang relatif lebih nyaman dan natural. Sebelumnya sensor ini berbaris bersama 2 lensa kamera utama, LED flash dan sensor detak jantung. Kini pemindai sidik jari berada di bawah barisan tersebut. Membuatnya lebih mudah dijangkau mengingat ukuran bodi ponsel ini yang “bongsor”. Selebihnya, sejumlah port, tombol, hingga speaker dan microphone, berada di tempat yang sama seperti saat PULSA temui di Note8.

Keputusan mempertahankan desain Note8 secara garis besar tentu mengundang pro-kontra. Haters akan mengatakan bahwa Samsung kehabisan ide dalam hal inovasi desain, sebaliknya para fans pabrikan Korea ini akan berpendapat bahwa hal ini merupakan bukti bahwa Samsung memiliki identitas dan prinsip yang kuat sehingga tidak perlu terbawa arus tren pasaran, seperti layar berponi maupun back cover dengan warna gradasi.


Untuk hal ini PULSA condong kepada pendapat kedua, tanpa menafikan bahwa inovasi desain pun tak kalah penting dibanding sejumlah teknologi yang ditanamkan pada sebuah produk.

Note9 yang PULSA uji berwarna Ocean blue, dengan S-Pen berwarna kuning cerah. Selain varian warna ini, Note9 juga hadir dalam 2 pilihan warna lainnya yakni Metallic copper dan Midnight black.