pulsa-logo

Samsung Galaxy Note9 vs Huawei Mate 20 Pro: Siapa Layak Jadi Raja?


Anwar Aburizal

Rabu, 23 Januari 2019 • 14:59

Samsung Galaxy Note9, Huawei Mate 20 Pro


Layar

Di sektor display, kedua ponsel mengadopsi panel layar AMOLED. Sehingga secara umum karakter tampilan warna keduanya pun tak jauh berbeda. Detail gambar tajam, warna pun terseparasi dengan lebih nyaman.

Kendati fisik Note9 secara signifikan lebih besar dibanding Mate 20 Pro, namun faktanya layar Note9 hanya sedikit lebih lebar dengan selisih 0.01 inci saja dibanding milik Mate 20 Pro. Hal ini karena keberhasilan Huawei untuk secara lebih maksimal memanfaatkan sisi depan Mate 20 Pro sebagai area layar.

Layar Mate 20 Pro menempati 87.9% sisi muka, sedang rasio layar milik Note9 hanya sekitar 83,4% dari bagian depannya.

Bukan hanya itu, Meski ukurannya sedikit lebih kecil, layar Mate 20 Pro justru memiliki resolusi lebih tinggi. Hal ini secara otomatis membuat tingkat kerapatan piksel pada layar Mate 20 Pro menjadi lebih padat (538ppi vs 516ppi).

OS dan UI

Merunut dari lini masa, Note9 sudah menggoda publik lebih lama dibanding Mate 20 Pro yang hadir 3 bulan setelahnya. Namun hal ini justru menguntungkan bagi Mate 20 Pro, sebab dengan demikian Huawei bisa membaca kekurangan rivalnya dan menyempurnakannya pada Mate 20 Pro.

Salah satunya dengan menyertakan Android versi terbaru Pie (9.0) langsung pada sistem Mate 20 Pro. Sementara pada Note9, meski kabarnya pengguna di beberapa region sudah mendapatkan update menuju Pie, namun selama masa pengujian, PULSA belum mendapatkan notifikasi update tersebut.


Kendati sama-sama menjalankan Android, namun masing-masing ponsel dibalut dengan tampilan antar muka (UI) khas kedua pabrikan. Note9 dengan Samsung Experience 9.5 sedang Mate 20 Pro dengan EMUI 9.0. Kabarnya, update Android Pie pada Note9 nantinya akan menyertakan UI anyar Samsung, One UI.

Keduanya menampilkan homescreen multi panel. Bedanya, pada Note9 terdapat AppDrawer yang menampung semua aplikasi yang ter-install pada ponsel ini, sehingga aplikasi yang tertampil pada panel homescreen hanya yang dianggap penting saja. Sedangkan interface Mate 20 Pro lebih simple dengan menampilkan semua aplikasi yang dimiliki, langsung pada homescreen.

Antarmuka Samsung Galaxy Note9Antarmuka Samsung Galaxy Note9

Panel paling kiri didedikasikan untuk fitur khusus, Bixby Home pada Note9 dan Google Feed pada Mate 20 Pro. Fungsinya tak jauh berbeda, yakni menampilkan sejumlah informasi yang dianggap penting oleh pengguna. Informasi yang tertampil ini pada panel ini dipilihkan secara otomatis oleh sistem pintar yang dimiliki oleh masing-masing ponsel.

Antarmuka Huawei Mate 20 ProAntarmuka Huawei Mate 20 Pro

Fitur Unggulan

Sebagai produk unggulan kelas tertinggi bagi masing-masing pabrikan, baik Note9 maupun Mate 20 Pro tentu memiliki fitur khas.

Note9 misalnya. Ponsel ini membawa sejumlah fitur untuk melengkapi stylus khas Galaxy Note Series, S-Pen, yang dimilikinya. Pada S-Pen generasi terbaru ini, Samsung memanfaatkan teknologi Bluetooth Low-Energy (BLE) untuk melakukan sambungan jarak jauh dengan Note9. Dengan demikian pengguna bisa menggunakan S-Pen untuk mengontrol Note9 dari jarak jauh (hingga 10 meter).

Fungsi control yang bisa dimanfaatkan diantaranya, sebagai shutter jarak jauh untuk mengambil foto, remote untuk mem-pause video yang diputar pada YouTube, mengganti slide saat melakukan presentasi dan sebagainya.

Pengguna bahkan bisa melakukan pengaturan agar tombol pada S-Pen ini dapat digunakan sebagai shortcut untuk langsung membuka aplikasi tertentu. Secara default, dengan menahan tombol yang ada pada S-Pen, maka Note9 akan membuka fitur kamera.

Adapula Air Command, yang menambah fungsi S-Pen. Misalnya pengguna tinggal mengarahkan ujung S Pen pada tulisan berbahasa asing untuk menerjemahkannya dengan memilih Translate pada Air Command. Selain Translate, Air Command memberi sejumlah pilihan secara default, diantaranya Notes, Smart Select, Screen Write, dan Pen Up. Pengguna bahkan bisa menambahkan fitur atau shortcut aplikasi pada Air Command.

Fitur Samsung Galaxy Note9Fitur Samsung Galaxy Note9

Mate 20 Pro tentu tak kalah menarik. Sebagai ponsel yang membawa Android Pie secara default, PULSA bisa merasakan sejumlah fitur yang menjadi ciri Android Pie terutama fitur-fitur yang menjadi bagian dari projek “Digital Wellbeing” yang dibuat Google. Projek ini sendiri merupakan bentuk tanggung jawab Google untuk menanggulangi masalah “kecanduan teknologi”.

Diantara fitur yang dimaksud adalah fitur App Dashboard akan menginformasikan pengguna, berapa kali ponsel dinyalakan (unlock), jumlah notifikasi yang masuk, hingga berapa waktu yang dihabiskan untuk setiap aplikasi. Pengguna bahkan dapat menentukan batas waktu penggunaan setiap aplikasi.

Selain App Dashboard, ada fitur Night Light  atau Wind Down Mode. Fitur satu ini akan mengurangi kebiasaan menggunakan ponsel di malam hari terutama menjelang tidur. Caranya, saat mendekati waktu istirahat malam, tampilan di layar ponsel akan kehilangan warna dan perlahan menjadi abu-abu.

Hal ini sebagai pengingat bagi pengguna bahwa sudah waktunya untuk tidur. Selain itu, tampilan hitam-putih relatif lebih aman bagi kesehatan mata di malam hari. Dan yang terpenting, tampilan seperti ini akan membuat aplikasi apapun yang sedang digunakan menjadi kehilangan daya tariknya yang secara perlahan mengundang kantuk.

Kedua fitur ini dibawa Mate 20 Pro melalui pengaturan Digital balance yang bisa diakses pada menu Settings> Digital Balance> Screen Time Management.

Fitur Huawei Mate 20 ProFitur Huawei Mate 20 Pro