pulsa-logo

Review Asus Zenfone Max (M2): Sekuel Android Murni Berbaterai Besar


Anwar Aburizal

Rabu, 06 Februari 2019 • 14:27

Asus Zenfone Max (M2), harga Asus Zenfone Max (M2), review Asus Zenfone Max (M2), spesifikasi Asus Zenfone Max (M2)


Layar

Di sektor layar, ponsel ini tampak lebih kekinian dibanding seri Zenfone Max (M1) dengan adopsi desain notch. Jika dibandingkan versi Max Pro (M2), poni pada ponsel ini terlihat lebih besar.

Di atas kertas, ponsel ini memiliki panjang dan lebar yang melebihi milik Zenfone Max Pro (M2), hanya saja perbedaan tersebut nyaris tidak terlihat bahkan meski keduanya berdampingan. Walau bentang diagonal pada layar keduanya sama (6.3”), namun bezel yang ada di bawah layar ponsel ini tampak lebih langsing dibanding kepunyaan Zenfone Max Pro (M2).

Perubahan lain pada layar jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya (M1) tidak sekedar pada ukuran layarnya. Selaras dengan gaya bezel-less yang diadopsi, ponsel ini tentu saja memiliki rasio yang lebih lebar (19:9) dari sebelumnya (16:10). Membuat sajian pada layar jadi lebih wide dan tampak dominan mengisi sisi depan.

Secara umum, kualitas sajian layar ponsel ini terbilang baik dengan kontras dan saturasi warna yang tergolong “mewah” untuk kelas dua juta-an.

Terkait layar, ada sejumlah fitur yang bermanfaat bagi pengguna. Diantaranya Smart Screen yang akan mendeteksi mata pengguna saat melihat ke layar. Dengan mengaktifkan fitur ini, layar tidak akan terkunci secara otomatis selama mata pengguna terdeteksi masih memandang layar.

Meski tidak dibekali fitur eye comfort, blue light filter atau eye friendly namun pengguna tetap bisa mendapatkan fungsi serupa dengan mengatur pilihan “Warna Layar” pada menu Setelan> Tampilan ke posisi Hangat. Dengan demikian sajian warna akan menjadi kekuningan sehingga mengurangi cahaya biru yang kurang bersahabat bagi mata.


Android Murni

Di sektor perangkat lunak, Asus masih mempertahankan sajian Android murni atau Android Stock seperti halnya generasi M1 yang sebenarnya hanya berselang kurang dari satu tahun dengan generasi M2 ini. Tidak ada interface khas Asus, ZenUI, yang menjadi identitas trah Zenfone pada umumnya.

Sayangnya, versi yang digunakan pun masih sama dengan generasi sebelumnya yakni Oreo, sehingga secara umum sajian yang didapatkan pengguna ponsel ini dan Zenfone Max (M1) sebelumnya nyaris identik.

Seperti halnya versi Pro (Zenfone Max Pro M2), yang menjadi aksen pembeda dari tampilan “Android Polos” pada ponsel ini adalah penggunaan wallpaper bertemakan game Free Fire. Dan bukan hanya wallpaper, game Free Fire pun tersedia secara default pada ponsel ini.

Sebagai smartphone yang menjalankan Android stock secara default, tentu saja ponsel ini disesaki sejumlah aplikasi buatan Google, seperti Chrome sebagai browser utama, Play Music sebagai aplikasi pemutar musik, Keep Notes untuk membuat catatan hingga Google Photos sebagai pengganti Galeri untuk mengakses koleksi foto dan video yang tersimpan di dalam ponsel.

Selain aplikasi Google, Asus masih menyertakan sejumlah aplikasi buatannya yang disatukan pada sebuah folder khusus di tampilan Homescreen. Folder ini berisi aplikasi Radio FM, Perekam Suara dan Kalkulator. Disamping aplikasi buatan Google dan Asus, sejumlah aplikasi buatan pihak ketiga juga tersedia secara default. Seperti Free Fire yang disebutkan sebelumnya, Instagram, Facebook dan Facebook Messenger.

Di area bawah layar tersedia sebuah dock dengan 4 ikon aplikasi utama diantaranya telepon, SMS, Gmail, Chrome dan Kamera. Tepat diatas dock tersebut, terlihat ikon panah kecil yang mengarah ke bagian atas, khas seperti yang ditawarkan oleh smartphone berbasis Android Oreo. Ikon ini menunjukkan bahwa pengguna bisa mengusap layar ke atas (swipe up) untuk mengakses drawer.

Seperti halnya versi Pro, di sektor keamanan ponsel ini dibekali fitur bawaan dari sistem operasinya seperti Google Play Protect dan Find My Device. Sementara untuk keamanan akses berbasis biometrik, Asus Zenfone Max M2 juga sudah dilengkapi fitur tambahan berupa sensor sidik jari dan face recognition. Untuk mengakses fasilitas keamanan yang disediakan kita bisa menuju ke menu setting Security & Location. Baik sensor sidik jari maupun face recognition, kedua fitur ini bekerja responsif selama PULSA uji.