pulsa-logo

Review Nokia 4.2: Rp2 Jutaan dengan NFC


Anwar Aburizal

Senin, 08 Juli 2019 • 18:51

nokia, nokia 4.2, harga nokia 4.2, review nokia 4.2, spesifikasi nokia 4.2


Android One

Sejak tahun lalu yang terus berlangsung hingga hari ini, produk-produk besutan Nokia memang kerap menggunakan Android One, termasuk pada Nokia 4.2 ini. Hal ini berarti pengguna akan mendapatkan Android dalam sajian paling esensial, tanpa bloatware dan tanpa tampilan antar muka (interface) rumit yang umumnya berbeda dari tiap pabrikan.

Dengan Android One, sistem berjalan dengan sangat efisien. Perpindahan menu terasa instan meski perangkat keras yang digunakan berada di kelas mid-low. Keunggulan lain dari Nokia 4.2 berkat penggunaan Android One adalah jaminan security update (pembaruan sistem keamanan) yang rutin berjalan setiap bulannya selama 3 tahun ke depan dan yang lebih penting adalah jaminan bahwa ponsel ini akan terus mencicipi versi terbaru dari Android setidaknya hingga 2 tahun ke depan.

Untuk sementara, sampai Android versi Q muncul ke permukaan secara resmi, pengguna disuguhkan Android yang terbaru hingga saat ini yakni Pie (9.0). Dalam versi ini, fitur berbasis AI memang menjadi “jualan” utama, seperti diantaranya Adaptive Brightness dan Adaptive Battery.

Adaptive Brightness tidak hanya mengatur tingkat kecerahan layar (brightness) berdasarkan kondisi pencahayaan di sekitar (ambience light), melainkan lebih dari itu dengan kecerdasan buatan (AI), sistem akan mempelajari preferensi pengguna. Seperti misalnya ketika sensor mendeteksi bahwa ponsel sedang digunakan di ruangan dengan pencahayaan yang minim, maka layar secara otomatis juga akan meredup dan jika layar dirasa terlalu gelap pengguna bisa membuat layar lebih terang. Sistem kemudian akan mendeteksi prilaku dan merekam prefensi tersebut. Berikutnya tingkat kecerahan akan diatur berdasarkan kondisi pencahayaan namun dengan tetap mempertimbangkan pilihan pengguna sebelumnya.

Sementara itu dengan bantuan AI, fitur Adaptive Battery akan mempelajari pola penggunaan aplikasi dari kebiasaan penggunanya. Sistem kemudian akan menilai aplikasi apa saja yang sering digunakan akan memutuskan untuk membiarkan aplikasi tersebut berjalan di background agar bisa kembali diakses dengan lebih cepat. Sementara untuk aplikasi yang jarang digunakan, sistem akan mematikannya sepenuhnya saat tidak digunakan demi efisiensi penggunaan daya baterai.


Sebagai ponsel dengan Android One, Nokia 4.2 ini membawa aplikasi-aplikasi native Android, seperti Google Chrome untuk Internet Browser, Google Photos sebagai galeri penampil koleksi foto dan video yang dimiliki, serta Google Play Musik sebagai pemutar file audio. Tanpa banyak aplikasi sia-sia yang memberatkan (bloatware), Nokia 4.2 memberikan kebebasan kepada pengguna untuk melakukan personalisasi sendiri dengan menambahkan aplikasi sesuai kebutuhan.

Layar

Ponsel ini memiliki layar berukuran sedang, yakni 5.7 inci. Meski demikian, area depan dimanfaatkan dengan sangat efisien berkat perpaduan desain poni minimalis bergaya “water drop design” dan bezel tipis di sekeliling layar, yang memungkinkan ponsel ini untuk memiliki rasio perbandingan antara layar dan bodi yang cukup besar (mencapai lebih dari 76%). Secara sederhana, fisik Nokia 4.2 ini tergolong ringkas (compact) untuk sebuah ponsel dengan ukuran layar yang dimilikinya.

Ukuran yang ringkas ini memberi kenyamanan saat menggenggam dan kemudahan untuk pengoperasian ponsel dengan menggunakan satu tangan. Sebab, seluruh area layar bisa dijangkau ibu jari dari tangan berukuran sedang dengan mudah.

Masuk dalam kategori ponsel kelas menengah-bawah dengan harganya yang relatif bersahabat, tidak membuat ponsel ini ketinggalan tren terkini. Ponsel ini tentunya sudah mengikuti tren layar dengan rasio melebar (19:9) yang memberikan kenyamanan bagi penggunanya untuk menonton koleksi film yang tersimpan dalam ponsel ataupun streaming melalui platfrom seperti Netflix, HOOQ, iFlix atau sejenisnya. Dan resolusi layarnya yang sebatas HD+, seperti sangat bisa dipahami jika melihat banderol harganya.

Untuk urusan fitur, layar Nokia 4.2 ini membawa beberapa fungsi yang bermanfaat. Selain Adaptive Brightness yang telah PULSA bahas, pengguna juga diberikan pilihan untuk menentukan temperatur warna yang disajikan. Untuk memberi kenyamanan bagi mata dalam penggunaan di ruang yang gelap, sebaiknya atur temperatur warna ke posisi hangat (warm). Dengan demikian, porsi sinar berwarna biru (blue light) akan jauh lebih sedikit sehingga relatif lebih sehat bagi mata.