pulsa-logo

Review OPPO Reno2: Smartphone 5 Camera, Cocok untuk Content Creator


Hairuddin

Kamis, 07 November 2019 • 10:25

oppo reno2, harga oppo reno2, review oppo reno2, spesifikasi oppo reno2, oppo


Layar AMOLED Berlapis Gorilla Glass 6

Sama seperti Reno2 F, di Reno2 ini OPPO juga menanamkan layar berukuran 6.5 inci, dengan jenis panel layar yang juga sama yakni AMOLED Full HD+. Bedanya, layar Reno2 sudah memiliki rasio aspek 20:9 yang membuat tampilan layar terlihat memanjang. Sementara Reno2 F masih sebatas 19.5:9, standar rasio layar smartphone masa kini. Satu lagi bedanya, jika Reno2 F melapisi layar dengan kaca anti gores Gorilla Glass 5, di Reno2 setingkat lebih tinggi yakni Corning Gorilla Glass 6.

Area layar yang lapang di Reno2 juga tercipta berkat konsep kamera depan Shark-fin rising camera, serupa OPPO Reno 10x zoom. Lewat konsep ini, pengalaman menonton konten multimedia semisal video, streaming YouTube maupun aksi bermain game jadi lebih nyaman.

Tidak hanya itu, layar lega Reno2 juga dipakai untuk ‘menyembunyikan’ panel sensor sidik jari (fingerprint). Kerennya, teknologi hidden fingerprint di ponsel ini sudah yang paling baru loh. Berdasarkan data resmi, hidden fingerprint 3.0 ini punya area akses unlock 16% lebih cerah dan durasi membuka kunci layar yang 11.3% lebih cepat dari versi sebelumnya. Uniknya, ikon sensor fingerprint yang tertampil di layar bisa diubah-ubah. Tinggal masuk ke pengaturan fingerprint, lalu atur pilihan Animation style.

Supaya mata lebih nyaman saat memandang layar, Reno2 menyertakan beragam pengaturan. Mulai dari opsi meningkatkan kecerahan secara manual maupun otomatis, merubah ukuran display, mengatur besaran fontasi yang akan tertampil di layar hingga mode warna seperti Vivid atau Gentle.


Kehadiran fitur Night Shield di Reno2 membuat layar ponsel ini ramah mata. Anda yang hobi membaca di malam hari, bisa juga mengaktifkan opsi ‘Comfortable Nighttime Reading’ untuk menambah kenyamanan saat membaca e-book. Satu lagi yang terpenting, kemampuan mereduksi efek cahaya biru berbahaya hingga 37,5% ini sudah mendapatkan sertifikasi Full Care Display TÜV Rheinland.