pulsa-logo

Review Huawei Freebuds 3: True Wireless Open-Fit Pertama dengan Noise Cancellation


Ahmad S.

Rabu, 27 November 2019 • 20:31

huawei, freebuds 3, open fit, noise cancellation


Awalnya, ketika membaca dua nama yang ada di judul digabungkan kok rasanya sedikit pesimis. Sebuah desain earphone open-fit, namun dilengkapi dengan fitur Noise Cancellation yang nota bene mestinya identik dengan desain kedap suara alias closed-fit. Bikin penasaran, dan tentu saja menarik untuk dibahas.

Begitu sampai ke meja redaksi, Huawei Freebuds 3 yang kami review langsung menjadi perangkat true wireless utama alias alat dengar sehari-sehari untuk reviewer. Digunakan di beberapa jenis ponsel, android dan iOS, dan banyak hal positif yang bisa kami bagikan di tulisan ini.

Kecuali harganya dan beberapa point, produk ini layak Anda miliki. Sebagai bonus, Anda bisa menggunakan aksesoris pihak ketiga milik produk sebelah karena, desain dan ukurannya boleh dibilang hampir sama.

Desain

Saat diluncurkan di IFA tahun ini, beberapa teman saya pengguna Android langsung berkomentar positif terhadap Freebuds 3 dan rata-rata menyatakan bahwa ini akan menjadi solusi bagi pengguna Android yang menginginkan desain true wireless yang tidak menusuk lubang telinga, alias open-fit. Seperti yang sama-sama telah kita maklumi bahwa desain seperti ini telah digunakan produk Apple sejak Airpods pertama hingga produk keduanya.



Tren yang bisa kita lihat, belakangan produk earbuds membawa desain IEM atau in ear monitor. Dimana ada bagian dari driver earbud yang masuk ke dalam lubang telinga, berupa eartips yang terbuat dari bahan-bahan yang aman untuk kulit. Bisa jadi berbahan karet atau banyak yang mengupgradenya dengan bahan busa alias memory foam seperti buatan Comply.

Desain IEM seperti itu memang akan mengunci suara yang keluar dari driver untuk tetap berada di dalam rongga telinga, atau minimal mengisolasi suara dari luar untuk tidak mengganggu kenyamanan saat mendengar musik. Nah, biasanya jika ada fitur noise cancellation aktif, desain seperti ini mungkin akan lebih efektif, selain tentu saja bentuk headset (over the ear) dengan earcup yang besar.

Desain open-fit awalnya dibuat agar kita tetap dapat mendengarkan suara sekitar saat mendengarkan musik. Dalam dunia per-headphone-an, kita biasanya menyebutnya sebagai tipe earbud. Tapi ini tentu saja menimbulkan banyak perdebatan. Tipe desain seperti ini memungkinkan driver alias si earbud untuk nongkrong di lekukan telinga, tidak masuk-masuk banget ke dalam rongga telinga.

Untuk itu, pertanyaan pertama yang akan didengar oleh pengguna earbud aka open-fit earphone seperti ini adalah, emang suaranya bagus?

Beberapa pabrikan telah mencari solusi untuk dapat mendesain earbuds yang mampu menghasilkan audio yang tidak jauh berbeda dari perangkat IEM. Dengan cara memindahkan fokus output audio ke satu titik yang mengarah ke lubang telinga secara langsung.

Nah kurang lebih desain seperti ini yang digunakan oleh Freebuds 3. Namun dengan tambahan teknologi Active Noise Cancellation, dan mic berteknologi bone sensor yang diletakkan di gagang kecil, alias bagian batang kecil yang menyeruak ke bawah, lebih dekat ke mulut kita. Dengannya, maka kita bisa bercakap dengan kualitas lebih jernih serta tetap fokus.

Yang menarik, karena desain seperti ini dibuat untuk semua ukuran telinga, bisa jadi bagi beberapa orang akan merasa kekecilan, dan sebaliknya. Bisa jadi muncul ketakutan terjatuh saat beraktivitas. Sebenarnya sih produk ini sudah didesain sedemikian rupa untuk tetap ada di daun telinga Anda dalam segala aktivitas, bahkan Anda bisa lupa sedang mengunakannya saking ringannya. Namun kalau Anda butuh aksesoris pihak ketiga, Anda bisa menggunakan aksesoris milik Airpod. Dan cocok!

Koneksi Mudah, Tapi…

Menghubungkan Freebuds 3 dengan bermacam jenis ponsel terbilang sangat mudah. Bisa dilakukan dengan cepat dan tanpa banyak hambatan. Anda bisa langsung mengoneksikan dan menggunakannya tanpa aplikasi tambahan, atau menggunakan aplikasi Huawei AILife.

Dengan app Huawei AILife, kita bisa mengatur beberapa hal di Freebuds kita termasuk mengkustom fungsi dual tap di kedua earbud, dan yang paling penting adalah menentukan tingkat Noise Cancellation yang sesuai dengan telinga kita. Di sini kita bisa merasakan apiknya fitur Noise Cancellation dari Freebuds 3.

Masalahnya, aplikasi ini tidak tersedia di AppStore Indonesia sehingga tidak bisa digunakan di iPhone. Sementara untuk perangkat Android mungkin perlu di-sideload. Perangkat Huawei Mate 30 Pro yang kami gunakan untuk mereview Freebuds 3 ini kebetulan sudah terinstal AILife meskipun kita harus utak-atik regionnya ke Hongkong atau Singapore, atau biarkan seperti bawaannya, karena tidak ada region Indonesia.

Ada lagi nih yang menarik, yakni hadirnya fitur Pop Open yang membuat pairing Freebuds 3 jadi lebih cepat dengan perangkat tertentu. Sayangnya Pop Open ini baru bisa dirasakan di EMUI 10. Dimana ketika kita membuka Charging Case Freebuds 3, di layar ponsel ber-EMUI 10 akan muncul pop up menu yang memperlihatkan koneksi dengan freebuds dan status baterai masing-masing buds dan charging case nya.

Jadi, kalau Anda punya ponsel dengan EMUI 10, nampaknya fungsi Freebuds akan jauh lebih optimal untuk digunakan bersama ponsel Anda.

Apakah ini akan berubah? Maksudnya dukungannya akan turun ke EMUI sebelumnya atau ponsel Huawei lawas Anda bisa diupgrade ke EMUI 10? Kita belum mendapatkan konfirmasi mengenai hal ini. Stay tuned ya.

Kontrol Terbatas, Tapi…

Dalam kondisi default, saat digunakan Freebuds hanya mengenali dua jenis kontrol sentuhan. Yaitu double tap di earbud kiri dan double tap di earbud kanan. Di kiri fungsinya untuk menonaktifkan/mengaktifkan fungsi Active Noise Cancellation, dan di kanan berfungsi untuk Play/Next Song.

Namun demikian, meski dianggap terlalu sedikit, dengan aplikasi AILife, kita bisa mengubah fungsi double tap kanan dan kiri itu dengan fungsi yang lebih Anda butuhkan. Semisal Play/Pause Song atau Wake up Voice Assistant. Meskipun untuk pengguna EMUI 10, mereka dapat menghentikan musik untuk sementara dengan cara melepas salah satu buds.

Kualitas Audio dan Noise Cancellation

Masuk ke bagian performa, terutama pada kualitas audio untuk musik, gaming dan bertelepon, serta bagaimana Noise Cancellation pada Freebuds 3.

Membawa chipset Kirin A1, yang dirilis Huawei sebagai chipset untuk perangkat sandang dengan dukungan Bluetooth 5.1 dan Bluetooth Low Energy 5.1, menjanjikan pengalaman dengan latency rendah dan juga kebutuhan daya yang minimal.

Dengan dukungan chipset ini, Freebuds 3 mampu berbicara banyak, terutama untuk kualitas audio saat bercakap dan bermain game. Memungkinkan bermain game dengan lebih nyaman, tanpa ada lag di audio. 

Lalu, bagaimana dengan mendengarkan musik? Bagi Anda yang suka separasi audio di frekuensi tengah. Tidak tinggi-tinggi amat, dan bisa merasakan bass yang tidak terlalu mendem, maka saya pikir kualitas audio yang disajikan Freebuds 3 akan memenuhi kebutuhan Anda.

Perlu diingat bahwa kualitas audio yang dilepas merupakan kualitas yang masuk ke kategori apik terutama jika kita membandingkan dengan perangkat yang setara dan berdesain serupa. Huawei menggunakan driver berukuran 14 mm dengan meletakkan Bass Tube sebagai dasar dari desain earbudnya ini. Jadi, jangan heran jika Anda menggunakannya dengan sudut yang tepat, dan musik yang pas, Anda pun bisa merasakan kehadiran bass yang cukup kentara.

Lalu Noise cancellation. Saat awal menggunakannya tanpa utak-atik di AILife App, saya merasakan ada beberapa frekuensi desis yang biasa mengganggu di ruang kerja berhasil hilang. Dan itu terasa banget perbedaanya, saat kita coba mengaktif dan menonaktifkan Active Noise Cancellation secara simultan.

Tapi ya sebatas desis di frekuensi rendah semisal suara kipas PS4 Pro saat bermain game berat. Atau suara kipas exhaust di ruangan kerja. Artinya tidak juga mampu menghilangkan suara musik dangdutan teman sekantor yang kadang di luar batas volume yang diperbolehkan.

Saat naik kendaraan, pun demikian. Noise cancellation tidak berarti menghilangkan semua suara bising di sekitar, namun mampu mengunci satu frekuensi tertentu yang berulang-ulang, seperti bunyi blower ac mobil, lalu menghilangkannya.

Nah, ketika menggunakan AILife, kalikan pengalaman ini menjadi 5 kali lipat. Anda bisa menyesuaikan suara mana yang perlu dihilangkan dan rasanya cukup oke, untuk sebuah perangkat true wireless dengan desain earbud alias open-fit seperti ini. Menurut Huawei, hal ini dikarenakan masing-masing telinga manusia akan berbeda menintepretasikan frekuensi yang mengganggu. Dengan pengaturan ini, pengguna dapat meminta sistem untuk menghilangkan frekuensi yang dianggap mengganggu. Coba deh!

Kesimpulan

Harganya mungkin tidak ramah untuk sebagian besar pengguna audio true wireless. Angka 2,2 jutaan menjadi cukup krusial, di satu sisi terasa berat, namun di sisi lain, jika dibandingkan dengan produk sama dari kompetitor akan terasa jauh lebih ringan.

Sekali lagi, bagi pengguna Huawei Mate 30 Pro yang dijual di Indonesia dengan harga relatif ringan, Freebuds 3 ini merupakan pasangan yang paling pas. Selain dapat memaksimalkan fungsi earbud ini, Anda bakal terlihat lebih ganteng! (USI)

Harga: Rp 2.299.000

Warna: Carbon Black, Ceramic White

Dimensi: 41.5 x 20.4 x 17.8 mm (per earbud), 60.9 x 21.8 mm (charging case)

Driver: 14.2 mm dynamic

Form Factor: Open-Fit, Wireless, Bluetooth

Bluetooth Compatibility: v5.1

Bluetooth Chipset: Kirin A1

Berat: Sekitar 4.5 gram per earbud, sekitar 48 gram casing charger

Noise Cancellation: Ya

Baterai: 30 mAh per earbud, 410 mAh casing charger, Wired USB Type C (5v 1,2A 6W), Wireless Qi Standard (2W)

Paket Penjualan:

Earbuds, Charging case, USB-C charging cable, Quick start guide, Safety information, Warranty card

Kelebihan:

- Desain Open Fit

- Noise Cancellation, dapat diatur sesuai keinginan pengguna

- Kualitas Audio apik di kelas open-fit

- Konsumsi daya rendah, tahan lama

- Bone sensor untuk kualitas percakapan lebih baik

Kekurangan:

- Desain Open Fit, saya tulis lagi di sini karena ada plus minus di desain ini

- Satu ukuran