pulsa-logo

Review Huawei Mate 30 Pro: Flagship Akhir Tahun, Masih Bersaing Meski Tanpa Google


Ahmad S.

Selasa, 03 Desember 2019 • 17:08

huawei mate 30 pro, review huawei mate 30 pro, spesifikasi huawei mate 30 pro, harga huawei mate 30 pro, huawei


Desain dan Layar yang Jatuh di Tepian

Sulit untuk memisahkan pembahasan desain dari pembahasan layar yang dibawa oleh Huawei Mate 30 Pro. Karena hampir semua yang unik di desain Mate 30 Pro disumbangkan oleh kehadiran layar yang disebut Huawei sebagai horizon display. Dengan kehadiran layar yang seakan tanpa tepi ini, maka bentukan tepi ponsel menjadi lebih unik. Bahkan tombol pengatur volume pun akhirnya dihilangkan. Tergantung preferensi Anda sih, tapi tombol fisik ini kemudian digantikan dengan tombol sentuh yang bisa dipanggil menggunakan gesture sederhana.

Saat layar aktif, atau mengenali Anda sebagai penggunanya, maka kita bisa mengetuk dua kali area di atas tombol power sebanyak dua kali untuk memunculkan tombol volume, lalu menggesernya ke arah yang Anda inginkan. Dan menariknya, Anda bisa melakukan ini tidak hanya di satu sisi, melainkan dua sisi berlawanan.

Saran saya sih, gunakan ini dengan ibu jari, jadi, saat Anda sedang menggunakan ponsel di tangan kanan maka gunakan sisi kanan dan sebaliknya, jika menggunakan ponsel di tangan kiri, maka gunakan sisi kiri. Enak sih. Ga terlalu ribet dan 90% percobaan selalu berhasil. Sisanya, kadang karena kita tidak mengetuk di area yang tepat.

Lalu, bagi Anda yang memotret menggunakan tombol volume, tombol virtual akan muncul di bagian layar tepi menggantikan tombol fisik. Anda bisa memindahkannya ke sisi yang diinginkan dengan menggesernya. Menarik kan? Hanya saja untuk beberapa fungsi kamera semisal video recording entah kenapa tombol shutter virtual ini tidak lagi muncul.

Untungnya, ponsel ini tidak begitu lebar. Alias sedikit lebih ramping dari ponsel-ponsel flagship lain.

Masih di bagian muka, Mate 30 Pro terlihat menyediakan 3 lubang lensa kamera yang dikumpulkan dalam desain poni. Rupanya kamera yang dibawa hanya 2 yaitu kamera 32 MP f/2.0 dan kamera ToF 3D depth sensing, sementara lubang paling kiri merupakan sensor pengenal wajah dan telapak tangan yang berfungsi untuk fitur lain yang akan kita bahas di pembahasan berikutnya.


Lalu, kemana earpiecenya? Anda mungkin langsung menyadari bahwa ponsel ini tidak menyertakan earpice di bagian depan. Mate 30 Pro menggunakan acoustic display, dimana suara percakapan dihantarkan melalui layar hingga sampai ke telinga kita. Anda bisa meletakkan telinga di layar, tepat di lokasi yang ditandai dengan gambar. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan privasi.

Beralih ke bagian belakang, setelah sukses menginspirasi produk lain dengan desain kamera dalam bidang segi empat, Huawei memunculkan tren baru dengan meletakkan 4 kamera dalam desain lingkaran yang diletakkan di tengah ponsel. Huawei menyebutnya sebagai desain cincin Halo, yang mungkin pernah Anda lihat saat cuaca tertentu ketika melihat ada cincin mengelilingi matahari.

Tidak ada port audio 3.5 mm di ponsel ini , dengan demikian hanya ada satu port yang tersedia, yakni USB Type C, baik untuk data, daya dan mendengarkan musik dari ponsel ini. Layaknya ponsel-ponsel flagship lain.

Seperti halnya suara percakapan telepon yang dihantarkan melalui layar, demikian juga dengan pengenalan sidik jari pengguna. Sebagai salah satu metode pengamanan biometrik, sensor sidik jari tetaplah menjadi hal penting, dan ini diakomodasi melalui in display fingerprint sensor pada Mate 30 Pro.

Oh iya, yang menarik layar yang dibawa oleh Huawei Mate 30 Pro ini sudah support HDR playback. Untuk membuktikannya kami menggunakan Youtube HDR. Ya, Anda tidak salah baca. Untuk keperluan review, PULSA menginstal Google Mobile Service ke dalam ponsel ini, prosesnya mudah dan menghilangkan segala masalah. Hampir segala masalah sih, karena ketika kita berupaya menginstal Netflix, aplikasi ini tidak bisa berjalan di Mate 30 Pro.

Jika masalah Netflix ini selesai, rasanya tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi di masa mendatang.

Sementara untuk slot SIM card, disediakan di bagian bawah untuk jenis nano SIM. Anda bisa meletakkan dua nomor di sini secara bersamaan, atau satu kartu nano SIM dan satu NM Card. Atau dengan kata lain, slotnya bisa disebut hybrid.

Desain elegan seperti ini kemudian harus dibayar mahal dengan efek licin yang ditimbulkan oleh penggunaan sebagian besar layar dan materi back covernya.