pulsa-logo

Review Huawei Mate 30 Pro: Flagship Akhir Tahun, Masih Bersaing Meski Tanpa Google


Ahmad S.

Selasa, 03 Desember 2019 • 17:08

huawei mate 30 pro, review huawei mate 30 pro, spesifikasi huawei mate 30 pro, harga huawei mate 30 pro, huawei


Interface EMUI 10 Berbasis Android 10, Tanpa GMS?

Jika Anda menganggap bahwa Huawei Mate 30 Pro tidak didukung Android maka anggapan Anda salah. Ponsel ini membawa UI custom khas Huawei yakni EMUI 10 berbasis Android 10. Yang hilang adalah dukungan Google Mobile Service (GMS) nya. Layaknya ponsel-ponsel Android lain yang dijual di eksklusif di Cina.

Ya, sudah sejak lama perangkat yang dijual di Cina tidak membawa dukungan GMS. Sebagai gantinya, mereka sukses menciptakan layanan serupa yang lebih terlokalisasi. Lalu bagaimana dengan Huawei Mate 30 Pro yang dirilis secara global, termasuk di Indonesia ini?

Huawei telah menyiapkan ekosistem mereka sendiri, yang diberi nama Huawei Mobile Service, alias HMS. Karena masih baru, tentu saja kita harus memberi lebih banyak waktu untuk HMS untuk bisa secara total menggantikan GMS.

Pertanyaannya, bagaimana interface Mate 30 Pro apabila hanya mengandalkan HMS? Pertama, kita tidak akan menemukan aplikasi-aplikasi Google di ponsel ini. Kita akan mengandalkan aplikasi-aplikasi bawaan Huawei, semisal Huawei AppGallery untuk menginstal aplikasi pihak ketiga.

Keberadaan AppGallery sangat penting untuk menggantikan Google Playstore. Sejumlah aplikasi-aplikasi yang biasa kita instal di ponsel Android sudah dapat diperoleh dari sini. Tidak semuanya memang, dan kita akan kerap mengalami masalah pada update app nya.



Tapi secara logika, karena sama-sama masih Android, seharusnya tidak ada masalah ketika aplikasi-aplikasi yang sebelumnya terinstal di ponsel Android lawas Anda untuk berjalan di Mate 30 Pro. Anda bisa memindahkannya menggunakan aplikasi Phone Clone yang disediakan oleh EMUI.

Hanya saja, masing-masing app akan memiliki sikap berbeda terhadap EMUI 10. Ada yang langsung meminta update semisal aplikasi tokopedia, ada yang berjalan dan dapat digunakan namun dengan notifikasi bahwa ponsel tidak memiliki GMS seperti m-BCA, ada yang berjalan namun tidak sempurna seperti GRAB, dimana fitur petanya tidak dapat muncul karena memerlukan GMS.

Tapi kita tetap bisa menginstal Google Map dan berjalan normal, WhatsApp, Facebook dan Instagram juga berjalan normal dan lancar. Demikian juga dengan YouTube yang bisa diakses melalui browser bawaan.

Artinya, sebagian besar kebutuhan berponsel sudah dapat didukung hanya dengan mengandalkan HMS di EMUI 10.

Namun ada alternatif lain. Pertama, PULSA punya keyakinan bahwa kebijakan pemerintah AS ini punya potensi untuk tidak permanen. Alias suatu waktu bisa berubah. Tapi bisa juga salah.

Kedua, kita bisa melakukan sideload untuk menginstal GMS di dalam Huawei Mate 30 Pro. Caranya pun relatif mudah, tidak membutuhkan rooting yang ribet dan tutorialnya sudah ada dimana-mana. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat, kebaikannya dirasakan oleh banyak pengguna Huawei Mate 30 Pro di seluruh dunia.

Walaupun cara ini tidak memiliki efek apapun yang membahayakan, pihak Huawei Indonesia tidak merekomendasikan hal ini. Jika Anda butuh tutorial alternatif untuk memindahkan kontak yang sempat tersimpan di akun Google Anda, atau mendaftarkan email Google Anda melalui aplikasi email client bawaan Mate 30 Pro, silakan cek video kami di PULSA ID atau baca di www.tabloidpulsa.co.id.

Sensor dan Gimmick

Sebagai ponsel flagship, Huawei Mate 30 Pro membawa banyak gimmick terkait teknologi-teknologi yang menghubungkan perangkat ini dengan perangkat lain dalam ekosistem IoT milik Huawei. Minimal dengan wearable device mereka yang juga sudah dijual di Indonesia.

Tapi satu hal yang menarik terkait keberadaan sensor-sensor, di Mate 30 Pro ini mulai diperkenalkan sebuah sensor di bagian depan, yang tidak hanya sekedar berfungsi untuk mengenali wajah lebih baik alias face recognition juga membawa gerakan telapak tangan kita dari jarak tertentu dari layar.

Dengan menunjukkan telapak tangan ke arah sensor ini, kita kemudian bisa menggeser layar ke atas dan ke bawah semisal saat membaca ebook, atau browsing berita, lalu melakukan screenshot ketika kita melakukan gerakan menutup telapak tangan.