pulsa-logo

Review Huawei P40 Pro: Standar Baru Kamera Ponsel Flagship


Ahmad S.

Rabu, 06 Mei 2020 • 10:59

huawei p40 pro, harga huawei p40 pro, review huawei p40 pro, spesifikasi huawei p40 pro, huawei


Huawei P40 ProHuawei P40 Pro

Langkah Huawei Indonesia menghadirkan produk seri P40 dalam waktu yang relatif singkat dari pertama diperkenalkan secara global patut diacungi jempol. Sejumlah kekhawatiran yang muncul akibat keputusan pemerintah Amerika Serikat, seakan ditinggalkan di belakang dan terus maju dengan menawarkan sebuah produk apik untuk fotografi.

Dengan ataupun tanpa Google, Huawei P40 Pro merupakan ponsel flagship dengan kemampuan yang pantas dipertimbangkan. Teknologi kamera yang sempat mampir di produk generasi sebelumnya, P30 Pro, kembali hadir dengan sejumlah perbaikan. Belum lagi penambahan kamera 50MP yang mampu mengambil gambar dengan optimal di kondisi gelap sekalipun.

Tulisan ini akan membahas sejumlah kemampuan yang dimiliki oleh P40 Pro. Terutama di sisi kinerja, fitur bawaan dan tentu saja keahlian produk ini- KAMERA. Dan sejumlah tips ketika Anda membutuhkan aplikasi pihak ketiga, tanpa play store.

Paket penjualan Huawei P40 ProPaket penjualan Huawei P40 Pro

Harga: Rp 14.499.000

Warna: Silver Frost, Deep Sea Blue

Paket Penjualan: Ponsel Huawei P40 Pro, kabel data USB to USB type-C, charger adapter, Earphone USB Type-c, pin ejector, Flexible Protective Case, buku manual


Desain Membumi, Lebih Nyaman untuk Fotografi

Masih ingat review Huawei Mate 30 Pro di tabloid PULSA beberapa edisi lalu? Atau mungkin Anda pernah mencoba, bahkan memiliki ponsel ini? Mate 30 Pro yang dalam hirarki produk flagship Huawei memang ditunjuk sebagai produk uji coba penggunaan chipset dan pengenalan fitur yang benar-benar baru, tidak berkonsentrasi pada fungsi kamera, meskipun kualitas kameranya di atas rata-rata. Untuk itu, kita menemukan sejumlah anomali pada desain produk tersebut.

Terutama pada desain layar yang sampai benar-benar ke sisi samping kanan dan kiri, yang memaksa tombol volume juga dihilangkan. Hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri saat melakukan pemotretan atau merekam video.

Untuk itu kami mengerti ketika desain cantik Mate 30 Pro itu tidak lagi hadir di P40 Pro. Meskipun masih tetap mempertahankan desain layar hampir tanpa bezzel, di bagian samping Huawei P40 Pro masih ada bagian solid yang digunakan untuk meletakkan tombol power dan volume secara berdampingan. Desain ini akan mempermudah kita ketika membutuhkan tombol alternatif untuk melakukan pemotretan.

Hal lain yang akan membedakan tentu saja ada di bagian kamera utama di belakang dan kamera depan berbentuk dual punch-hole. Demi mendukung kamera dengan teknologi periscope, ponsel ini jadi sedikit lebih tebal dan berat dari Mate 30 Pro. Kamera tidak lagi diletakkan dalam area bulat di tengah back cover, melainkan disusun merapat ke sisi kiri atas layaknya susunan kamera ponsel lain.

Letak seperti ini meningkatkan akurasi, tanpa terganggu jari pemotretnya. Pengalaman kami menggunakan ponsel dengan kamera yang diletakkan di bagian tengah, kadang jari pemotret ikut masuk ke dalam frame. Tapi ini juga diakibatkan karena masalah kebiasaan ya, jadi bukan sepenuhnya salah tata letak kamera belakang.

Bahan kaca dengan permukaan doff menjadi material utama ponsel pada bagian belakang, sementara di bagian depan, lapisan kaca ini dibuat clear. Karena kedua permukaan terlapisi bahan kaca, maka ponsel ini jadi teras licin. Tapi tenang, dalam paket penjualan, ada casing fleksibel berbahan plastik lentur. Ketika kita menggunakan plastik pelindung ini, ponsel jadi lebih mudah dipegang dan tidak selicin sebelumnya.

Layar AMOLED 90Hz

Huawei P40 Pro merupakan satu dari sejumlah varian P40 yang dilepas di pasaran global. Khusus di Indonesia, produk ini akan menjadi satu-satunya varian P40 yang diluncurkan, setidaknya sampai tulisan ini dimuat. Apa alasannya? P40 Pro merupakan perwakilan seri P40 yang memiliki hampir semua fitur unggulan seri ini. Baik dari sisi kinerja, maupun dari kualitas kamera yang dibawa.

Namun sebelum kita membahas semua hal terkait dengan performa, ada satu fitur ambang yang mulai muncul di P40 Pro, namun belum dimiliki varian di bawahnya, display! Jika kita perhatikan secara garis lurus dari bagian depan, permukaan depan ponsel ini didominasi oleh bagian layar dari ujung ke ujung. Kecuali bagian kamera yang seakan-akan muncul di sudut kiri atas, terpisah dari bagian bezel.

Meski tidak sampai “tumpah” melengkung lebih dalam ke bagian samping, layar P40 Pro bisa dibilang masih memiliki bagian edge. Hingga seakan-akan layar ponsel ini mengapung dan dipegang oleh hanya keempat sudut ponsel.

Jenis layar dengan panel AMOLED berukuran 6,58 inci ini mampu menampilkan warna dengan baik. Khas layar AMOLED dengan tingkat hitam tinggi, dan warna-warna yang menyeruak seakan-akan keluar dari permukaan layar.

Soal responsivitas, kita tidak akan banyak mengeluh. Terutama jika disandingkan dengan fitur Android 10 yakni gestures, maka kontrol ponsel ini akan semakin nyaman. Dengan layar hingga tepi, maka upaya menggeser layar dari luar ke dalam untuk kembali ke menu sebelumnya akan berjalan lancar. Demikian juga saat ingin kembali ke halaman home, dengan cara menyibakkan layar dari bawah ke atas. Juga terasa tanpa halangan.

Ditambah dengan refresh rate yang tinggi hingga 90Hz, layar P40 Pro akan memanjakan penggunanya, tanpa banyak memakan daya pada baterai. Untuk kelas flagship, refresh rate ini memang bukan yang tertinggi, di luar sana ada produk-produk dengan refresh rate layar 120Hz, tapi berdasarkan pengalaman banyak penggunanya yang sengaja menurunkannya menjadi 90Hz untuk menghemat baterai. Jadi, P40 Pro tidak terlalu tertinggal jauh di sisi ini.

EMUI 10.1 Berbasis Android 10, Tanpa GMS Tapi Bawa Fitur Baru

Saat berjalan sendirian tanpa Google untuk pertama kali di Huawei Mate 30 Pro, Huawei Mobile Service atau HMS masih memiliki banyak keterbatasan. Seiring berjalannya waktu, Huawei terus mencoba memperbaiki sistemnya untuk minimal menjawab semua kebutuhan penggunanya di Indonesia.

Meski belum sepenuhnya bisa dibilang berhasil, HMS kini telah mendapat lebih banyak dukungan. Sejumlah aplikasi yang membutuhkan “jabat tangan” dengan sistem keamanan, semisal aplikasi perbankan lokal, kini telah tersedia melalui Huawei App Gallery. Dengan demikian kita tidak perlu khawatir akan mendapati aplikasi yang tidak berjalan normal, atau bahkan bertemu dengan aplikasi yang “berbahaya”.

Sementara itu, untuk beberapa aplikasi lain yang core-nya sendiri menggunakan layanan Google, semisal sejumlah aplikasi berbagi transportasi online, memang masih terkendala. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat.

Cara alternatif untuk menginstal aplikasi yang biasa kita gunakan di ponsel lain adalah menggunakan cara sideload, atau menginstal apk dari browser atau sumber-sumber lain yang dapat dipercaya. Semisal ApkPure, atau Aptoide. Dengan catatan, beberapa aplikasi yang bekerja sama dengan Playstore mungkin tidak dapat berjalan di ponsel ini. Salah satunya adalah YouTube. Jadi, untuk sementara Anda bisa mengakses YouTube melalui browser, atau membuat hotlink di halaman home.

WhatsApp, Facebook, Twitter, Instagram, Google Maps, Chrome browser, bahkan sejumlah game populer termasuk PUBG Mobile dapat dimainkan di ponsel ini tanpa hambatan. Sebagai bonus, Anda bahkan bisa menjalankan aplikasi-aplikasi yang tidak semestinya ada di region Indonesia, semisal Nintendo Online. Yang mungkin pengguna ponsel dengan GMS pun akan memperolehnya melalui ApkPure juga.

HMS mungkin belum sempurna, tapi bukan berarti kita tidak bisa menggunakannya secara optimal. Bahkan jika Anda cukup peduli dengan keberadaannya, Anda bisa membantu pengembangan layanan ini melalui fitur feedback atau komunitas di Huawei App Gallery.

Berbeda dengan Huawei Mate 30 Pro yang membawa EMUI versi 10, di P40 Pro EMUI yang terinstal sudah versi terbaru, yakni 10.1. Sejumlah penambahan fitur tentunya hadir untuk mempermudah penggunaan ponsel.

Salah satu fitur yang akan langsung kita temukan adalah hadirnya Multi window Multitasking. Dari dalam layar aplikasi manapun, jika kita geser layar dari kanan ke kiri atau sebaliknya, akan muncul sebuah side bar berisi aplikasi-aplikasi lain. Dimana ketika ikon aplikasi di dalamnya disentuh akan terbuka sebagai window baru, mengambang di atas layar aplikasi yang saat itu tengah kita buka. Seperti window di perangkat komputer, kita bisa mengatur ukurannya, memindahkannya dari satu sudut ke sudut lain, atau menutupnya, tanpa mempengaruhi layar aplikasi lain yang terbuka di belakangnya.

Secara default, pilihan aplikasi multitasking ini akan menawarkan email, notepad, gallery, dan files, serta kalkulator. Tapi Anda bisa menambahkan aplikasi lain di side bar ini seperti WhatsApp atau Spotify, atau aplikasi pilihan lainnya.

Lalu fitur kedua yang bisa Anda nikmati adalah MeeTime. Terintegrasi dengan fitur phone, itu loh tempat biasa kita menelpon teman. Di sudut kanan bawah, kita akan menemukan ikon berbentuk video yang merupakan ikon untuk fitur Meetime.

Meetime merupakan aplikasi video chat dengan tampilan Full HD 1080p yang memanfaatkan kemampuan fotografi baik secara software maupun hardware yang dimiliki oleh perangkat-perangkat Huawei, terutama P40 series.

Dengan MeeTime kita bisa ngobrol di tengah pandemi ini dengan kualitas terjaga, meski dalam kondisi ruangan gelap sekalipun. Menariknya, fitur Meetime ini tidak hadir di semua Negara. Indonesia merupakan salah satu yang beruntung mendapatkan fitur ini.

Fitur lain yang mungkin akan berguna bagi Anda saat melakukan videochat adalah berbagi layar. Memungkinkan lawan bicara kita melihat layar ponsel kita secara realtime. Baik untuk presentasi kerjaan, menjelaskan cara membuat alarm ke orang tua kita misalnya, atau hanya sekedar mengajak orang lain untuk menonton tontonan kita sambil ngobrol.

Selain itu, Huawei telah menyiapkan sejumlah fitur lain yang memudahkan penggunanya terintegrasi dengan laptop besutan mereka dan juga tablet Huawei. Dari sini kita bisa melihat keseriusan Huawei dalam membangun ekosistemnya sendiri, yang mungkin akan mengingatkan kita ke ekosistem yang telah berhasil dibangun oleh pabrikan lain dari Cupertino.

Kita tak sabar menunggu sejauh apa integrasi ekosistem Huawei di perangkat-perangkat mereka ini di kemudian hari. Pasti akan kita bahas ya.

Tapi di samping fitur baru tadi, Huawei P40 Pro dengan EMUI 10.1 ini masih membawa sejumlah kontrol gesture yang sama dengan Mate 30 Pro. Semisal melambaikan tangan untuk menggerakan layar atau mengepalkan tangan untuk melakukan screenshot. Berguna sekali dalam musim pandemi seperti ini. Hehe.

Kirin 990 5G, Versi Update Performa Lebih Baik

Jika Huawei Mate 30 Pro membawa chipset Kirin 990, maka kali ini P40 Pro diperkuat oleh chipset anyar yang memiliki sejumlah peningkatan. Namanya Kirin 990 5G. Iya benar, bahwa chipset ini telah dilengkapi dengan modem 5G, dan benar juga bahwa 5G belum bisa digunakan di Indonesia, mungkin juga dikunci sehingga tidak bisa digunakan di Negara lain, tapi itu sama sekali bukan masalah.

Chipset anyar ini memang bernama Kirin 990 5G, ada 5G-nya untuk membedakan dengan chipset Kirin 990 yang digunakan oleh Mate 30 Pro. Perbedaannya bukan hanya ada di modem 5G-nya saja. Konfigurasi Big.LITTLE juga sedikit mengalami perubahan, yang tentu saja sebuah peningkatan.

Seperti halnya chipset Snapdragon 865 yang “dari sana” nya membawa modem 5G, atau Exynos 990 yang juga membawa modem 5G, Kirin 990 5G yang digunakan P40 Pro juga tidak salah. Karena regulasinya belum ada di Indonesia, dan mungkin ada aturan untuk mengunci kemampuan 5G nya sampai regulasinya diteken pada suatu hari kelak, maka Huawei atau produk apapun yang membawa chipset yang disebutkan di atas akan mematuhi aturan yang ada.

Kirin 990 5G membawa konfigurasi CPU sebagai berikut, dimana ada 4 inti Cortex-A55 dengan clock speed 1.95GHz yang bekerja untuk hampir segala kondisi. Utamanya sih untuk kerja-kerja harian yang tidak begitu membutuhkan tenaga besar. Lalu ada 2 inti Cortex-A76 ber-clock speed 2.86 GHz dan 2 Inti Cortex-A76 lagi ber-clock speed 2.36 GHz untuk kerja-kerja yang lebih berat. CPU ini menjanjikan efektivitas penggunaan daya hingga 3 tingkatan.

Selain CPU, Kirin 990 5G juga membawa 2 inti NPU yang lebih baik dari seri-seri sebelumnya. Atau lebih tepatnya, melengkapi kemampuan chipset sebelumnya. Dengan pabrikasi 7nm+ maka hal ini dimungkinkan. Huawei dapat meletakkan lebih banyak fungsi ke dalamnya.

Lalu ada ISP 5.0 yang makin efektif untuk memproses video serta foto, dan mengurangi noise dengan lebih baik. Serta tak ketinggalan 16 inti GPU Mali-G76 MP16, yang dipercaya mampu melakukan buffer lebih cepat dengan efisiensi pada machine learning.

Dalam bahasa sehari-hari kita bisa menyebutnya “lancar untuk bermain game berat sekalipun”. Wajar saja karena chipset Kirin 990 5G ini merupakan satu dari sejumlah chipset kelas flagship yang saling bersaing di pasar ini.

Kamera Mantap Meski Dalam Gelap

Penulis sering mendengar user Huawei, terutama sejak Mate 30 Pro, membeli produk tersebut lebih karena kemampuan kameranya. Jadi meskipun di luar sana banyak yang menyinggung soal GMS yang hilang, mereka tetap mengupgrade produknya dengan Mate 30 Pro. Nampaknya hal sama berlaku juga untuk P40 Pro.

Ponsel ini membawa kamera yang apik. Tidak hanya di kondisi cahaya yang optimal, kamera Huawei P40 Pro sanggup mengambil gambar yang padat, dengan sedikit noise, bahkan di kondisi yang kurang bersahabat sekalipun.

Kamera yang diberi nama Ultra Vision Leica Camera System ini menghasilkan foto berkarakter berkat sensor CMOS yang dibawa oleh kamera utama. Sensor ini berukuran besar, hampir satu inci dan merupakan sensor terbesar yang dimiiki oleh kamera ponsel-ponsel Huawei selama ini.

Berkat sensor berukuran 1/1.28 inci atau sekitar 0,8 inci lah ya, Huawei P40 Pro ini melakukan pendekatan yang menyeluruh dengan menjaga performa asupan cahaya, auto fokus dan hal lain di luar sekedar ukuran pixel.

Masih menggunakan CFA (color filter array) RYYB atau red yellow yellow blue dan algoritma khas seperti yang sudah berhasil diterapkan pada produk Huawei sebelumnya, kamera ponsel ini mampu menghasilkan gambar dan video yang tajam, di setiap kondisi.

P40 Pro membawa 4 kamera utama. Yang terdiri dari kamera wide 50MP setingkat lensa 23mm f/1.9 dengan OIS, kamera ultra wide 40MP setara lensa 18mm f/1.8, kamera telephoto dengan lensa periskop 125mm f/3.4 dan OIS yang mampu melakukan perbesaran gambar alias zooming hingga 5x secara optikal, 10x hybrid zoom dan 50x digital zoom, serta sebuah ToF Camera untuk menentukan jarak yang akurat antara obyek dengan latar belakang gambar.

Di samping itu, ada kamera selfie ganda di bagian depan dengan desain punch hole. Terdiri dari kamera wide 32MP auto fokus yang dapat merekam video dalam resolusi 4K 60fps dan sebuah kamera IR Depth untuk mengumpulkan informasi dalam menghasilkan efek bokeh yang natural.

Kamera ponsel ini memiliki banyak fitur pintar yang tergabung dalam fitur Huawei Golden Snap. Di antaranya adalah AI Best Moment. Fitur ini mungkin sudah Anda dengar sejak masih ada BlackBerry, di mana kamera akan mengambil beberapa saat momen sebelum dan sesudah Anda menekan tombol shutter. Dan kita bisa memilih foto mana yang paling baik, semisal saat memotret anak Anda yang masih balita. Anda bisa memilih momen sebelum anak Anda menutup mata, atau mengarahkan pandangan ke sudut yang lain.

Selain itu ada AI Remove passerby dan AI remove reflection. Jika Anda sering jalan-jalan ke museum atau aquarium, yang mengharuskan Anda memotret obyek yang berada di balik kaca, maka kini Anda bisa menghilangkan bayangan Anda yang tengah memotret dengan cara mengusap bayangan Anda di gallery. Hal sama juga bisa dilakukan untuk foto yang tanpa sengaja menangkap orang lewat di belakang obyek utama. Seru kan?

Seperti biasa, kami banyak menggunakan ponsel ini untuk menangkap gambar baik foto maupun video. Hasilnya bisa Anda lihat di gambar yang kami sediakan atau tonton videonya di YouTube channel kami yang baru (PULSAID) dan Instagram @pulsachannel.

Hasil foto kamera belakang - outdoor zoom 10xHasil foto kamera belakang - outdoor zoom 10x

Hasil foto kamera belakang - outdoor wideHasil foto kamera belakang - outdoor wide

Hasil foto kamera belakang - outdoor nightHasil foto kamera belakang - outdoor night

Hasil foto kamera depan - selfie bokehHasil foto kamera depan - selfie bokeh

Kesimpulan

Huawei P40 Pro membawa hardware kamera serta dukungan software foto dan videografi yang mumpuni. Hampir setiap pengambilan gambar yang dilakukan secara spontan menghasilkan gambar yang tajam, padat dan memuaskan. Ketidakhadiran Google Service menjadi kehilangan yang menantang. Baik bagi pengguna maupun bagi pihak Huawei sendiri. Namun upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan perpustakaan aplikasi yang dibutuhkan pengguna lokal selama ini patut diacungi jempol.

Harga yang premium, fitur kamera yang apik, performa mengesankan, namun dengan kondisi tanpa Google menjadikan produk ini cocok bagi mereka yang suka fotografi, videografi dan utak-atik software, serta mereka yang suka tantangan.