pulsa-logo

Review DJI Mavic Air 2, Drone Portable Paling Layak Beli


Hairuddin

Kamis, 21 Mei 2020 • 18:11

Review Mavic Air 2, Mavic Air 2, Drone, DJI Mavic Air 2, Review Lengkap Mavic Air 2, Review Singkat Mavic Air 2, Review Mavic AAir 2 Indonesia, Drone Konsumen, Drone Portable


Smartphoto

Menariknya, sensor kamera yang digunakan Mavic Air 2 ini menjadi yang pertama menawarkan kemampuan rekam video 4K pada kecepatan 60 frame per detik, dengan bitrate 120 MB.  Tidak hanya itu, format rekam 4K di drone ini juga mendukung Ultra HD plus HDR.

Untuk format rekam pun sangat mengakomodasi kebutuhan yang paling sederhana dari para videographer, yakni video codec H.265 HVEC. Versi kodek ini mampu mengkompres gambar menjadi bentuk yang mudah diatur, namun dengan kualitas yang tetap tinggi dan juga ramah ruang penyimpanan.

Tidak hanya untuk mode normal, kemampuan kamera Mavic Air 2 dalam menciptakan video slow-motion pun patut diacungi jempol. Pilihan di mode ini ada 1080p di 240 fps dan 1080p HDR di 30 fps.  di Mavic Air 2. Bahkan Mavic 2 Pro yang lebih mahal terasa inferior lewat kemampuan 4K 30 fps di bitrate 100 MB dan 1080p di 120 fps. Ada juga format 2.7K dan kemampuan merekam video Hyperlapse 8K.

Mavic Air 2 SmartphotoMavic Air 2 Smartphoto

Untuk format video terakhir itu, Mavic Air 2 diklaim menjadi drone pertama yang menampilkan Hyperlapse 8K. Opsi ini akan tersedia di pembaharuan firmware. Jadi, untuk yang baru beli Mavic Air 2 sebaiknya cek ketersediaan update firmware aircraft-nya ya.

Hyperlapse sendiri merupakan teknik fotografi timelapse yang memasukkan pergerakan kamera saat mengabadikan objek. Jika timelapse di posisi diam, hyperlapse terus bergerak. Sehingga dramatis. Selain itu, pengguna masih bisa mengoptimalkan video HDR maksimal 4K di 30 fps.

Selain menawarkan kemampuan di atas, Mavic Air 2 juga menyertakan dua fitur fotografi paling baru. Pertama yakni Scene Recognition yang memiliki fungsi pengenal adegan yang canggih. Saat memotret dalam mode ini, Mavic Air 2 dapat mengenali 5 kategori yaitu matahari terbenam, langit biru, rumput, salju, dan pohon, mengoptimalkan pengaturan untuk membuat foto yang tajam dengan mengeluarkan tingkat warna, detail, dan kecerahan tertinggi.


Kedua adalah HyperLight untuk adegan bercahaya rendah saat kamera mengambil beberapa gambar pada eksposur yang berbeda dan menyatukannya untuk satu gambar berkualitas tinggi dengan gangguan rendah atau gambar HDR. Mirip opsi Night Mode yang ada di kamera smartphone. Hanya saja, untuk Smartphoto ini tidak bisa dioperasikan pada mode kamera 48MP.

Cinematic Video

Kemampuan keren yang juga dihadirkan Mavic Air 2 adalah video sinematik. Di Mavic Air 2 ini, DJI meningkatkan kemampuan FocusTrack dalam membuat cinematic video yang sebelumnya ada di Mavic 2 pro.

Ada tiga opsi yang disediakan Mavic Air 2 yang bisa dipilih pilot drone untuk membuat video sinematik yang berkualitas tinggi.

Pertama, ActiveTrack 3.0. Pilot drone dapat memilih agar Mavic Air 2 mengikuti subjek secara otomatis, membantu operator dengan mudah merekam konten menarik. Iterasi ke 3, fitur ActiveTrack yang diperbarui menggunakan teknologi pemetaan canggih dan algoritma jalur penerbangan baru guna menawarkan pelacakan subjek dan penghindaran rintangan yang lebih baik, serta kemampuan untuk melibatkan kembali subjek dengan cepat jika bergerak untuk sementara di belakang suatu objek. 4K 30 fps adalah resolusi maks. saat menggunakan ActiveTrack.

Kedua, Point of Interest 3.0. Memiilih jalur penerbangan otomatis di sekitar subjek tertentu. Iterasi yang diperbarui meningkatkan pengenalan permukaan yang terkadang dapat mengganggu dengan pelacakan tengah dan untuk melacak subjek secara dinamis yang lebih baik.

Ketiga, Spotlight 2.0. Dapat ditemukan dalam drone DJI profesional layaknya Inspire 2, Spotlight mengunci subjek dalam bingkai, sementara pengguna memiliki kebebasan mengatur pergerakan drone.