pulsa-logo

Tanya Pulsa: Eksklusif tentang Vivo V15


Ahmad S.

Minggu, 17 Maret 2019 • 00:00

vivo v15, vivo, indonesia, tabloid pulsa, vivo v15 indonesia, chipset helio p70 vs sd 660, triple camera untuk apa,


source: vivo prsource: vivo pr

Uniknya sejumlah fitur yang dibawa oleh ponsel baru Vivo V15 rupanya tak luput dari perhatian pembaca PULSA. Kami mengumpulkan sejumlah pertanyaan pembaca terkait produk ini dalam satu tulisan berikut.

Pertanyaan Pembaca 1:

Halo admin Tabloid Pulsa,

Kenapa Vivo V15 pakai prosesor Helio ya? Kalo ga salah itu kan produk dari Mediatek?

Wikan-Jogjakarta

Jawaban:

Halo Wikan,


Keputusan sebuah vendor untuk menggunakan prosesor apa dalam produk mereka tentu sudah melalui proses riset yang panjang, sedemikian rupa agar produk yang mereka persembahkan kepada konsumen mampu bekerja dengan baik, dan memiliki fitur-fitur yang dibutuhkan, tidak sekedar ada, namun juga mampu bertahan lebih lama. Demikian halnya dengan Vivo. Dan sekedar mengingatkan, bahwasannya produk Mediatek Seri Helio P70 yang digunakan Vivo V15 merupakan prosesor kelas menengah yang pantas diperhitungkan. Seri ini merupakan pembaharu dari seri Helio P60 yang sempat mendapatkan penghargaan di ajang MWC beberapa tahun lalu, terkait performa dan efektivitas penggunaan daya.

Nah, khusus Helio P70 ini, beberapa orang sering membandingkannya head to head dengan prosesor dari pabrikan lain, yakni Qualcomm Snapdragon 660. Keduanya kerap menjadi prosesor ponsel-ponsel di kisaran harga yang setara. Atau setidaknya menyasar konsumen di segmen yang sama. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tapi, Helio P70 dianggap lebih kekinian karena sudah menggunakan fabrikasi 12 nm dibandingkan SD660 yang masih 14 nm. 

Dengan semakin kecil fabrikasi transistor pada sebuah prosesor, maka memungkinkan lebih banyak fungsi yang disematkan ke dalamnya. Semisal chip Artificial Intelligence Processing Unit (APU) yang bertanggung jawab dalam pengenalan obyek, wajah dan fungsi pintar lain yang ada dalam kamera. Disatukan dengan fitur NeuroPilot milik Mediatek, maka proses AI dalam ponsel akan berjalan lebih efisien hingga 10-30 % dari versi sebelumnya.

Kata kuncinya adalah efisiensi. Karena selain lebih efisien di fungsi AI, fabrikasi yang lebih kecil juga mempengaruhi efisiensi penggunaan daya.

Pertanyaannya, kok bisa? P70 menggunakan arsitektur ARM big.LITTLE yang mampu memisahkan fungsi-fungsi berat seperti bermain game dan nonton video HD dengan fungsi-fungsi lain yang tidak terlalu membutuhkan performa tinggi. Ada cluster yang terdiri dari 4 inti cortex A73 berkecepatan 2.1 GHz untuk performa dan cluster yang terdiri dari 4 inti cortex A53 berkecepatan 2.0 GHz untuk efisiensi.

—-

Pertanyaan Pembaca 2:

Assalamu’alaikum redaksi,

Saya tertarik sama Vivo V15 soalnya sempat ditawarin di toko. Tapi saya agak ragu. Kira-kira desain kamera pop-up kayak yang dipakai Vivo V15 itu gampang rusak ga ya? Tolong dijawab ya. Thx Pulsa.

Wassalam

Marisa- Cirebon

Jawaban:

Wa’alaikumsalam, Marisa

Wah, pertanyaannya menarik ini. Karena hal ini sempat juga ditanyakan oleh rekan-rekan wartawan kepada pihak Vivo saat memperkenalkan produk ini pertama kali di hadapan kami. Tapi perlu diperhatikan juga ya, bahwa kerusakan pada perangkat ponsel yang Kita gunakan juga dipengaruhi oleh cara Kita dalam menggunakannya sehari-hari. 

Jadi, di bagian mekanisme pop-up kamera selfie Vivo V15 itu ada pelat yang terbuat dari metal. Fungsiny tentu saja untuk memperkuat si kamera yang mungil ini ketika menyembul dari bagian ponselnya. Vivo juga telah melakukan uji ketahanan terhadap mekanisme kamera pop-up ini, dengan memberinya beban 15 kg dan terbukti  mampu naik-turun hingga 50.000 kali. Itu diberi beban loh. Kalau penggunaan sehari-hari sih, secara teori bisa lebih banyak dari angka itu. Hitungan matematikanya, kalau sehari Anda membuka mekanisme kamera pop-up ini sebanyak 30 kali, maka dengan beban 15 kg di atasnya, mekanisme pop-up ini bisa bertahan hingga 5 tahunan. 

Tapi saran kami sih, jangan dikasih beban ya kalau mau selfie!

—-

Pertanyaan Pembaca 3:

Min, kalau layar lebar gitu, baterainya boros ga? Satu lagi, kok masih pakai micro USB sih bukan Type-C?

Via: Facebook

Jawaban:

Hai gan,

Benar sekali! Layar Vivo V15 itu lebar 6.53 inci dengan resolusi FHD+ dan jenis layar IPS LCD. Lebar karena hampir memenuhi semua permukaan ponsel. Tapi jangan khawatir, ponsel ini membawa chipset Helio P70 yang terkenal efisien dalam penggunaan daya nya. Terlebih dengan baterai berkapaitas 4000mAh rasanya, kombinasi keduanya bisa dibilang akan membuat berponsel Anda akan lebih nyaman.

Nah, kalau soal masih microUSB, tentunya Vivo punya alasan tersendiri. Bisa jadi hal itu untuk mempermudah konsumen ketika harus beralih dari ponsel lama ke Vivo V15, jadi Anda bisa menggunakan kabel charger lama, atau juga kebutuhan akan kabel type-c yang memang dirasa belum seperlu itu di kalangan konsumen, terutama yang berada di daerah-daerah. Seperti yang kita ketahui, saat ini belum terlalu  banyak perangkat ponsel yang membawa tipe konektor Type-C, terutama yang masuk secara resmi di Indonesia dan di rentang harga yang sama dengan Vivo V15.

Tentu saja keberadaan type-c akan lebih membuat nyaman pengguna yang advance, terkait tipe data yang bisa dikirimkan serta kecepatan transfer yang lebih baik. Tapi sekali lagi, tentu Vivo atau vendor ponsel lain yang menyematkan jenis konektor seperti ini telah melakukan studi mendalam terkait hal ini.

—-

Pertanyaan Pembaca 4:

Hai Tabloid Pulsa,

Vivo V15 kan kameranya ada 3, emang perlu banget ya kamera banyak-banyak? Itu buat apa aja? Terima kasih.

Nindi-Bekasi

Jawaban:

Hai Nindi,

Tiap-tiap produsen ponsel memiliki pendekatan berbeda terkait jumlah kamera utama yang banyak ini. Tapi secara umum, teorinya adalah dengan melibatkan banyak kamera dalam sebuah pengambilan gambar, maka foto yang dihasilkan merupakan buah dari proses  penggabungan algoritma dari ketiga kamera tersebut. Dengan kata lain, ukuran file akan lebih besar, dan gambar akan lebih tajam.

Khusus untuk Vivo V15, yang membawa 3 kamera di bagian belakang, Vivo mencoba pendekatan unik, yakni memberi lebih banyak pilihan pengambilan gambar. Pertama ada kamera utama dengan resolusi 12 MP dengan bukaan besar f/1.8. Apabila Anda ingin memotret obyek dalam pencahayaan yang remang, kamera ini bisa memberikan hasil yang menawan. Selanjutnya ada kamera super wide angle alias sudut super lebar beresolusi 8 MP dengan bukaan f/2.2. Kamera ini paling pas digunakan ketika kita berniat memotret banyak obyek dalam satu foto dengan jarak pemotretan yang tidak terlalu jauh. Termasuk untuk memperlihatkan pemandangan di latar belakang obyek foto dengan lebih luas. Terakhir ada kamera 5 MP dengan bukaan f/2.4 yang bertugas sebagai depth camera atau kamera untuk memisahkan antara obyek foto dengan latar belakang. Jadi efek bokeh yang dihasilkan akan lebih halus.

Jadi, ketiga kamera tersebut selain bekerja sama untuk menghasilkan foto yang bagus, juga memiliki fungsi berbeda. Bukan asal ada. Lalu untuk mengaktifkan fungsi-fungsi berbeda itu, kita bisa memilihnya saat memotret melalui fitur pemotretan yang tersedia di viewfinder kamera Vivo V15. Gampang, kan?