pulsa-logo

HDR, Kapan dan Dimana Kita Harus Menggunakannya


Ahmad S.

Jum'at, 11 April 2014 • 13:28


Fitur HDR bukanlah teknik baru dalam fotografi. Merupakan singkatan dari High Dynamic range, yang secara gampangnya bisa diartikan sebagai salah satu metode pengambilan gambar dalam kondisi perbedaan antara terang dan gelap (dinamis) yang tinggi.

Sejatinya HDR dibuat untuk membuat hasil foto Anda terlihat lebih bagus. Sayangnya, tidak sedikit dari kita yang tidak mengerti dan justru menghancurkan gambar yang diambil. Tips kali ini akan membahas semua hal seputar HDR. Sebagai contoh PULSA melakukan tips ini dengan bantuan iPhone 5, tapi sejatinya tips ini bisa digunakan oleh semua pengguna kamera apapun yang memiliki fitur HDR.

Fitur HDR sudah muncul di ponsel-ponsel lama. Termasuk iPhone, dan Samsung Galaxy. Sebagai solusi otomatisasi ketika memotret obyek di bawah tempat teduh dengan background cahaya yang terik. Namun penggunaannya belumlah dirasa efektif. Sejumlah pertanyaan yang masuk ke email redaksi dan obrolan antar sesama pengguna ponsel mengindikasikan hal ini.

Settingan HDR di iPhone

Tidak ada setingan khusus, jika Anda menggunakan iPhone dengan OS 7 (7.1), maka Anda bisa menyentuh tulisan HDR di tengah viewfinder untuk mengaktifkan dan menon-aktifkannya. Tapi Anda pun bisa memilih menyimpan atau membuang foto non HDR di dalam gallery. Maksudnya ketika memotret obyek dengan fitur HDR On, maka ponsel akan menyimpan dua gambar. Satu gambar normal dan satu gambar dengan HDR. Pengaturannya bisa melalui Setting – Photos & Camera – geser paling bawah – Keep Normal Photo (Yes/No).

Mari kita mulai dengan Bagaimana HDR Bekerja

Fitur HDR di ponsel memang mudah digunakan dengan sekali jepret Anda bisa mendapatkan satu foto yang terbaik. Tapi pada dasarnya ketika kita memilih HDR On, maka kamera akan memotret setidaknya 3 gambar yang berbeda. Dimana ketiga foto tadi membawa exposure digital yang berbeda-beda, lalu sistem akan menggabungkannya sehingga kita mendapatkan sebuah foto yang membawa pencahayaan yang paling baik, yang secara normal tidak bisa dilakukan oleh lensa kamera itu sendiri.


Gambar seperti apakah itu? Bayangkan Anda sedang memotret atap rumah. Atau kendaraan Anda yang tengah diparkir di bawah pohon rindang, siang hari dalam kondisi matahari yang terik. Lensa kamera normal akan cenderung memilih exposure mana yang akan ditangkap, bagian yang teduh kah atau bagian langit yang silau.

Ketika berkonsentrasi menangkap bagian yang teduh, secara otomatis lensa akan meningkatkan exposure sehingga bagian yang teduh akan terlihat jelas, sementara bagian langit akan over exposure. Sebaliknya, ketika lensa berkonsentrasi (fokus) pada bagian langit yang silau, maka exposure akan diturunkan dan langit akan terlihat biru dan bagus, sementara bagian yang teduh akan terlihat gelap.

Pernahkah Anda menghadapi situasi seperti ini? Nah HDR akan mencoba menggabungkan hasil gambar yang ditangkap dengan dua exposure extrim berlawanan tadi menjadi satu foto yang terbaik. Sehingga yang dihasilkan adalah sebuah gambar atau foto yang memperlihatkan gambar langit yang terang, juga area yang dibawah temapat teduh tetap terlihat jelas.