pulsa-logo

Memaksimalkan Kinerja Lewat Phone Assist di Wiko View Prime


Aldrin Symu

Rabu, 17 Januari 2018 • 14:06


Wiko View Prime Phone Assist (sumber: PULSA)Wiko View Prime Phone Assist (sumber: PULSA)

Semakin canggih sebuah smartphone maka semakin banyak aplikasi dan fitur yang digunakan. Efeknya, baterai semakin terkuas dan kemampuan ponsel semakin digenjot abis. Tidak jarang hal ini membuat ponsel menjadi mengalami penurunan kinerja. Untuk mengatasi hal itu, beberapa vendor sudah menyediakan secara built In aplikasi untuk dapat mempertahankan kinerja ponsel selalu prima. Salah satu aplikasi yang digunakan Wiko View Prime adalah Phone Assist. Berikut sedikit tips penggunaannya.

Phone assist terdiri dari 8 menu utama yaitu ‘junk files’ (membersihkan file sampah atau cache), ‘power saver’ (pengaturan hemat daya), ‘notification manager’ (pengaturan notifikasi), ‘boost optimizer’ (optimalisasi super), ‘default apps’ (pengaturan aplikasi default), ‘updates’ (mengatur update), dan ‘permission manager’ (pengaturan izin akses pada ponsel).

Setiap kali Anda membuka atau menjalankan sebuah aplikasi, pada dasarnya ada file temporari (sementara) yang dibuat dan tersimpan pada ponsel. File temporari (menjadi junk file) ini sejatinya akan terhapus dalam rentang waktu tertentu sesuai dengan pengaturan bawaan. Ada yang seminggu dan ada juga yang diatur sebulan kemudian akan dihapus ponsel secara otomatis.

Namun dengan begitu banyaknya aplikasi yang dibuka dan ditutup, maka file sementara tersebut baru akan dihapus bila waktu kadaluarsanya memenuhi target. Efeknya, sedikit banyak akan membebani storage dan akses file saat pencarian dilakukan. Karenanya, salah satu fitur yang sebaiknya dimanfaatkan adalah membuang ‘junk file’ tersebut. Junk file tersebut terdiri dari apps cache, junk apks, junk system files dan unload residue. Sebaiknya semua di contreng agar hasilnya lebih maksimal.

Pemaksimalan lainnya adalah terkait notifikasi. Tujuan pemunculan notifikasi sebenarnya untuk memudahkan pengguna smartphone untuk melihat aktifitas terbaru tanpa masuk ke dalam aplikasi tersebut dan dibuka bila dirasakan penting. Namun, dengan sinkronisasi otomatis yang tidak lagi dalam hitungan jam, notifikasi yang berjalan tetap saja akan memakan perhatian saat aplikasi yang diaktifkan dalam jumlah puluhan. Sebagai contoh, media sosial yang kini tersedia seperti memaksa penggunanya untuk membuka ponsel hampir setiap menit. Nah, daripada Anda menjadi ‘budak’ ponsel karena notifikasi yang terus menerus muncul, sebaiknya batasi aplikasi apa yang boleh menampilkan notifikasi. Selain itu, semakin banyak Anda membuka dan menutup aplikasi yang tidak penting, maka ‘lifecycle’ smartphone juga semakin pendek.


Optimalisasi selanjutnya adalah ‘boost optimizer’. Ini tujuannya agar ponsel dapat meningkat kemampuan maksimalnya pada aplikasi tertentu. Karena tujuannya untuk aplikasi pilihan (seperti nos dalam balap mobil), maka sebaiknya tidak semua aplikasi boost nya diaktifkan. Pilih aplikasi yang benar-benar membutuhkan RAM dan GPU yang lebih optimal seperti misalnya game berat. Selebihnya, abaikan saja.

Selanjutnya, memilih aplikasi default untuk membuka file tertentu. Misalnya, untuk membuka file musik atau audio player, Anda dapat memilih satu aplikasi tertentu yang dijadikan default. Tujuannya agar saat membuka file tertentu, Anda tidak lagi diminta untuk memilih aplikasi mana yang digunakan.

Selanjutnya adalah pengaturan izin. Hal ini seringkali diabaikan pengguna smartphone, baik karena ketidak tahuan atau karena ketidak pedulian. Padahal hal ini sangat penting terkait privasi. Izin untuk mengakses yang Anda berikan pada sebuah aplikasi harusnya menjadi perhatian karena privasi yang diakses bisa saja terkait lokasi, storage, kalender, daftar kontak, telpon, kamera, pesan singkat  dan data lainnya. Jadi Anda harus jeli akses apa yang boleh diberikan pada sebuah aplikasi agar aplikasi tersebut dapat berjalan semestinya. Pada fitur ini, izin akses tertampil dengan lebih mudah. Jadi bila Anda ingin menghapus izin akses yang dirasa tidak perlu disinilah tempatnya.

Terakhir adalah terkait update. Sebaiknya update dilakukan otomatis saat ponsel sedang mengakses jaringan WiFi dan terhubung ke charger. Seringkali update otomatis yang berjalan dilatar belakang menguras baterai saat Anda sedang membutuhkan daya ponsel untuk tujuan penting.

Semoga bermanfaat.