pulsa-logo

Tingkatkan Kualitas Kamera Android Dengan Google Camera


Aldrin Symu

Kamis, 26 Juli 2018 • 11:16

google camera, tips android


Google Camera (wikimedia)Google Camera (wikimedia)

Banyak yang menyebut bahwa aplikasi Google Camera merupakan salah satu aplikasi kamera terbaik di Android. Aplikasi ini menyediakan fitur panorama, lens blur, dan photo sphere yang membuat kamera menjadi lebih baik dibandingkan dengan aplikasi kamera bawaan ponsel itu sendiri. Aplikasi Google Camera didesain untuk menghasilkan kualitas foto berkualitas tinggi dengan kamera ponsel yang berspesifikasi rendah.

Namun sayangnya, aplikasi Google Camera tidak tersedia di Play Store. Karena Google mengembangkan aplikasi ini hanya untuk smartphone khusus besutan mereka yakni seri Nexus dan Google Pixel. Dengan cara khusus dan dengan sedikit resiko, aplikasi ini dapat diinstal di ponsel Android manapun. Pertanyaannya, benarkah Google Camera mampu meningkatkan kualitas kamera ponsel?

Karena Google Camera tidak tersedia di Play Store, maka alternatifnya adalah mendownload dari situs-situs tidak resmi. Setelah mencari sana-sini, didapatlah 4 versi yaitu Google Camera v2.5.052, Google Camera v2.7.008, Google Camera v3.2.045 dan Google Camera v4.3.016. Pengujian kami lakukan dengan menggunakan ponsel Xiaomi Mi 5X. Pengujian awal adalah dengan menginstal versi paling tinggi yaitu Google Camera v4.3.016.

Hasilnya, dengan menggunakan Xiaomi Mi5X aplikasi versi ini dapat diinstal namun tidak dapat dibuka. Artinya, bila ponsel Anda memiliki hardware yang lebih baik ada kemungkinan dapat digunakan. Dalam uji coba ini, aplikasi versi 4 ini dihapus dan diganti dengan versi di bawahnya, yaitu Google Camera v3.2.045. Hasilnya, aplikasi dapat dibuka dan dijalankan.



Didalam aplikasi terdapat 4 fitur utama yaitu photo sphere (pengambilan foto 360), panorama (foto pemandangan panorama), lens blur (efek bokeh) dan settings (pengaturan). Settings menyediakan pengaturan terkait resolution & quality, save location, show grid, advanced dan help & feedback.

Selanjutnya melakukan pengambilan foto dan membandingkan antara menggunakan aplikasi kamera bawaan ponsel dan menggunakan aplikasi Google Camera. Hasilnya, pengambilan gambar indoor dengan pencahayaan ruangan dan pengaturan kamera dengan mengaktifkan flash LED, didapat gambar lebih mendetil dengan Google Camera. Menggunakan aplikasi kamera bawaan, hasil pencahayaan merata (LED flash tidak dapat berfungsi) namun gambar menjadi blur merata.

Sedangkan pengujian foto lainnya dengan efek blur, didapat fokus yang lebih baik dengan menggunakan Google Camera. Artinya, pengambilan gambar dengan aplikasi Google Camera membuat hasil kamera menjadi lebih baik.

Namun, saat pengujian menjalankan video recorder, ternyata ponsel Xiaomi Mi 5X yang digunakan tidak dapat menjalankan video recorder. Setelah beberapa kali percobaan tetap didapat notifikasi ‘camera error’. Ini hal yang wajar bila mengingat bahwa aplikasi ini mensyaratkan minimal memakai prosesor Snapdragon 820, 821 atau Snapdragon 835 terbaru. Sementara Xiaomi Mi 5X menggunakan prosesor Snapdragon 625 saja.

Tapi jangan khawatir. Untuk menyiasatinya, masuk ke settings dan rubah format video yang digunakan. Untuk back camera tersedia pilihan UHD 4K, HD 1080p dan HD 720p. Pilih HD 720p dan video recorder dapat digunakan. Demikian juga dengan front camera yang menyediakan pilihan HD 1080p, HD 720p dan SD 480p, pilih SD 480p saja.

Demikian juga untuk resolusi panorama, sebaiknya dipilih yang ‘low’ saja. Sebab ada kemungkinan hasilnya menjadi tidak wajar bila menggunakan resolusi diatasnya.

Setelah pengaturan dirubah ke level yang lebih rendah barulah video recorder dapat dijalankan.

Gampang kan. Selamat mencoba!