pulsa-logo

5 Tanda Baterai Ponsel Anda Harus Segera Diganti


PULSA

Jum'at, 26 Oktober 2018 • 19:47

tips,baterai ponsel,ponsel meledak,baterai original,cara charging yang baik


ilustrasi, image courtesy: ifixphones.noilustrasi, image courtesy: ifixphones.no

Baterai merupakan salah-satu komponen penting yang ada pada perangkat mobile seperti ponsel. Dari awal diperkenalkannya ponsel, teknologi baterai juga sudah semakin berkembang. Kini baterai lithium menjadi satu-satunya jenis baterai yang paling banyak digunakan. Lebih ringan, tapi bisa memuat daya yang lebih besar.

Meski baterai jenis lithium paling ideal untuk saat ini, tetapi ada hal-hal yang harus diperhatikan agar baterai tetap aman untuk digunakan.  Baterai yang tidak baik bisa mengakibatkan kerusakan ponsel bahkan juga bisa menimbulkan ledakan. Sudah banyak kejadian mengenai hal ini, meski baterai sendiri bukan satu-satunya penyebab, bisa juga karena perangkat pengisi daya yang bermasalah.

Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebagai pengguna harus mengetahui apakah kondisi baterai pada ponsel yang kita gunakan masih layak. Tak dipungkiri, kita sering kali menganggap remeh hal ini. Jika baterai cepat habis, kita lebih rela mengisi ulang baterai sesering mungkin daripada menggantinya.   

Perlu diketahui, sebetulnya baterai ponsel punya masa pakai yang ideal. Ukurannya bukan berapa lama umur ponsel Anda, tapi berapa kali Anda sudah melakukan pengisian ulang daya ponsel atau disebut siklus pemngisian daya. Bagaimana cara menghitungnya?

Menurut Battery University, seperti dikutip dari Business Insider, kapasitas baterai smartphone Anda dapat mengurangi kapasitas sekitar 84-73% setelah melewati 250 siklus. Atau berkurang 10-15% dalam delapan bulan. Jadi dalam setahun, atau 365 hari, kapasitas baterai Anda bisa berkurang 15-22%.

Tapi menurut produsen baterai smartphone, siklus pengisian daya benar-benar berlaku jika Anda mengisi baterai dari nol hingga 100% setiap kali pengisiam, yang disebut siklus pengeluaran penuh.

Dengan asumsi bahwa sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah menunggu sampai ponsel kita mencapai nol persen, kemungkinan baterai ponsel memiliki umur lebih dari 300-500 siklus pengisian daya.


Jadi, umur baterai ini akan lebih cepat jika Anda mengisi baterai lebih dari 2 kali sehari, misalnya jika Anda termasuk yang pecandu game mobile . Dan itu tidak termasuk factor lainnya yang juga memiliki dampak besar pada baterai, seperti terpapar panas matahari atau membiarkan ponsel dicas dalam jangka waktu yang lama bahkan ketika sudah mencapai 100%.

Tanda-tanda baterai harus diganti

Umur baterai memang bisa secara teori memang bisa diperhitungkan dengan siklus pengisian ulang seperti yang dijelaskan di atas. Tapi, itu tentu tidak berlaku untuk semua baterai mengingat kualitasnya sangat beragam. Nah, untuk mengetahui apakah baterai ponsel Anda masih layak pakai, boisa diketahui dari gejalanya. Apa saja itu?

1.    Ponsel tidak bisa on

Sebagai sumber daya untuk mengaktifkan semua komponen yang ada, maka baterai bisa menjadi penyebab ponsel tak mau aktif. Meksipun kasus ponsel mati total bisa sangat beragam, tapi ada baiknya memerika kondisi baterainya labih dulu.

2.    Ponsel bisa on hanya ketika dicas

Ini masih kelanjutan dari poin pertama, ketika ponsel tidak bisa diaktifkan dan ternyata ketika dicas barulah bisa loading, maka bisa dipastikan bahwa baterai ponsel bermasalah. Sebab, baterai yang suah uzur tak bisa lagi menampung daya.

3.    Daya Cepat habis

Ini tentu hal yang paling sering dialami. Jika baterai hanya bisa bertahan kurang dari 50%, maka sudah seharusnya baterai ponsel diganti dengan yang baru. Jika diabaikan, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi kerja ponsel secara keseluruhan.  

4.    Baterai mengeluarkan panas tak wajar

Jika Anda merasa bahwa perangkat ponsel yang Anda gunakan cepat panas dalam pemakaian wajar, maka itu menjadi indikasi bahwa baterai sudah tidak lagi dalam kondisi baik. Jangan paksakan untuk terus menggunakannya bisa menyebabkan baterai gembung dan beresiko menimbulkan ledakan.

5.    Baterai gembung

Nah, jika fisik baterai mengembang bahkan sampai membuat casing menganga, maka sudah harus segera diganti. Jelas ini akan sangat berbahaya jika Anda terus menggunakannya.

Perlu diperhatikan juga untuk mengganti baterai sebaiknya diserahkan kepada ahilnya. Sebab, desain unibody yang kini banyak digunakan, tak leluasa bagi pengguna untuk bisa menggantinya dengan mudah, perlu perkakas khusus dan juga pengetahuan. Dan jangan lupa untuk selalu menggunakan produk original. (*)

Sumber: 1, 2