pulsa-logo

Ponsel Rusak, Perbaiki atau Ganti Baru? Ini Pertimbangannya!


Nariswari

Kamis, 15 November 2018 • 19:47

tips ponsel,reparasi ponsel,ponsel rusak,tukar tambah ponsel,jasa service hp


ilustrasiilustrasi

Hampir semua dari kita pasti pernah mengalami situasi yang  kurang menyenangkan dikarenakan smartphone atau tablet yang kita gunakan rusak. Tergantung pada banyak faktor, Anda memiliki beragam keputusan besar untuk diambil.

Mengingat Anda sangat membutuhkan perangkat tersebut untuk menunjang aktivitas keseharian Anda, maka mau tidak mau Anda harus mengambil keputusan dengan cepat. Selain awam soal teknis yang rumit,  sebagian besar dari Anda tentunya tidak mudah dan mungkin butuh waktu berjam-jam untuk memperbaiki sendiri ponsel yang rusak. Altiernatifnya, diperbaiki dengan mneyerahkan ponsel kepada layanan perbaikan atau menggantinya dengan yang baru?

Okay, sebelum Anda buru-buru memutuskan dan “terlanjur” merogoh kocek dalam-dalam, ada baiknya Anda berpikir masak-masak dan mempertimbangkan berbagai hal. Di tulisan ini, kami mencoba memaparkan berbagai pertimbangan yang mesti Anda pikirkan sebelum memutuskan untuk memperbaiki smartphone Anda, atau membeli unit smartphone yang baru.

Buat sebagian orang, ponsel rusak mungkin menjadi alasan yang tepat untuk menggantinya dengan yang baru. Itupun jika budgetnya memadai. Tapi, bagaimana jika ponsel tersebut belum berumur, dan masa garansinya telah habis.

Nah, berikut pertibangan yang mungkin bisa menjadi inspirasi keputusan Anda;

1.    Coba cari tahu bagian ponsel yang rusak

Kerusakan seperti layar rusak atau baterai kembung, sangat mudah untuk diektahui. Dari fisiknya sudah bisa dilihat dengan jelas perbedaannya. Yang agak sulit adalah jika kerusakaannya menyangkut dengan komponen yang menempel di papan induk (PCB).


Kerusakan pada memori eMMC misalnya, ini tentu tak mudah ditangani. Selain itu biayanya juga mahal. eMMC ini merupakan memori yang menyimpan berbagai data ponsel. Nah, ciri-ciri emmc rusak salah-satunya ponsel susah loading dan seringkali restart.

Nah, untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada ponsel Anda tentu harus melibatkan layanan reparasi ponsel.

2.    Pertimbangkan biaya perbaikan vs harga ponsel baru

Ongkos perbaikan ponsel sangat bervariasi, tergantung dari jenis kerusakan juga model ponsel yang Anda miliki. Misalnya untuk layar, jika ponsel yang Anda beli ada di kisaran kurang dari Rp2 juta, kamungkinan ongkos dan pernggantian layar bisa mencapai Rp500-600 ribu. Itu juga kemungkinan bukan kualitas original jika Anda memperbaikinya di layanan reparasi non resmi.  Penggantian layar bisa mencapai Rp1 juta lebih jika ponsel Anda termasuk tipe yang lumayan mahal dan juga sparpart-nya jarang.

Jika masalahnya hanya yang ringan-ringan saja seperti konektor charger, atau hanya harus mengganti baterai, masih lebih murah. Nah, setelah mengetahui biaya yang harus dikeluarkan, silahkan pertimbangkan apakah lebih mending diperbaiki atau membeli ponsel baru.

3.    Pertimbangkan waktu perbaikan

Ini juga menjadi masalah bagi yang perlu menggunakan perangkatnya secepat mungkin. Menunggu hingga ponsel selesai diperbaiki, bisa berarti hilang kesempatan. Waktu perbaikan juga tergantung dari tingkat kesulitan, juga tergantung dari ketersediaan sparepart.

Jika proses perbaikan masih bisa ditunggu misalnya selama 30 menit atau 1-2 jam, maka ini bisa Anda pertimbangkan. Tapi jika proses perbaikan membutuhkan waktu berhari-hari bahkan minggu, pikirkan masak-masak terlebih dahulu.

4.    Data atau file penting harus diselamatkan

Sebagian besar smartphone baik yang menggunakan OS Android ataupun iOS bisa memanfaatkan layanan cloud untuk menyimpan file-file penting yang ada di ponsel, seperti kotak, gambar atau mungkin dokumen. Tapi, jika Anda ternyata tak mau menggunakannya, maka akan menjadi bencana ketika ponsel tersebut rusak.

Nah,  jika demikian, maka pilihannya harus memperbaiki ponsel tersebut. Meskipun, pada dasarnya, ponsel yang rusak juga bisa menyebabkan hilangnya data-data di ponsel. Tapi setidaknya, Anda akan dapt penjelasan lebih dulu dari pihak layanan reparasi ponsel.

Setelah semua kerusakan teratasi, dan Anda tetap memutuskan untuk membeli ponsel baru, silahkan ajukan tukar-tambah dengan toko yang melayani jual-beli ponsel. Jadi lebih hemat kan?(*)