pulsa-logo

Perbaikan Mati Total pada Samsung Galaxy S7


Kurdi

Rabu, 11 Oktober 2017 • 15:07


Sebagai pemimpin pasar dunia di bidang penjualan smartphone, Samsung selalu mengeluarkan produk yang terbaik di kelasnya. Dari sekian banyak produk yang diluncurkan oleh Samsung, Galaxy S series merupakan produk unggulannya. Sekitar Maret 2017, Galaxy S7 diluncurkan, dan sukes merebut hati para pengguna. Namun sebaik apapun sebuah ponsel dirancang, entah karena kesalahan pemakaian, tetap saja banyak yang rusak.

Pada sebuah sesi studi kasus seorang murid membawa kasus kerusakan ponsel Galaxy S7 yang menurutnya mati total. Sudah menjadi tradisi di VTIGA kursus perbaikan HP dan laptop untuk mengajak murid membawa kasus kerusakan untuk diperbaiki Bersama. Dibimbing sang guru, ponsel Galaxy S7 yang mati total tersebut diperbaiki Bersama-sama.

Di kesempatan kali ini VTIGA hendak membahas cara perbaikan Samsung Galaxy S7 yang mati total.

Apa yang bisa menyebabkan sebuah ponsel mati total? Kita dapat membaginya menjadi dua kelompok, yang pertama adalah kerusakan software, yang kedua adalah kerusakan hardware. Diantara kedua kerusakan ini, memperbaiki kerusakan software tergolong lebih mudah, asalkan ponsel bisa terkoneksi ke PC dan kita mempunyai File Flash (Firmware yang sesuai dengan tipe ponsel), maka proses pengisisan software bisa langsung dilakukan.

Berbeda dengan kerusakan software, kerusakan di bagian hardware cenderung rumit untuk dianalisa, dan pada umumnya membutuhkan proses melepas dan memasang komponen serta menyambung jalur yang putus.Sewaktu melakukan perbaikan sebuah ponsel yang mati total, kita selalu mencoba terlebih dahulu dari sisi software-nya apabila ternyata gagal, baru kita beralih ke bagian hardware-nya.

Kembali ke kasus Samsung Galaxy S7 mati total yang dibawa oleh si murid. Pertama-tama kita mencoba menghubungkan ponsel ke PC. Untuk melakukan langkah ini, kita membutuhkan sebuah USB data cable yang berperan menghubungkan ponsel dan PC.



Figure 1 USB data cable

Saat ponsel dihubungkan ke PC menggunakan data cable, PC akan mendeteksi  sesuatu terhubung ke USB dengan menampilkan pesan “found new hardware” di pojok kanan bawah dari layar desktop. Jika ini terjadi, artinya sudah ada koneksi atau komunikasi via USB port antara PC dan smartphone. Selanjutnya kita harus melakukan proses flashing atau mengisi ulang program si ponsel tersebut. Sebaliknya jika saat dihubungkan, ternyata PC sama sekali tidak bisa mendeteksi sesuatu yang terpasang di USB Port (dalam hal ini smartphone mati total yang hendak diperbaiki), komunikasi sama sekali tidak terjadi antara PC dan smartphone. Proses perbaikan software pun tidak bisa dilakukan. Dengan kata lain, kerusakan ada di sisi hardware.

Saat menghubungkan ponsel si murid ke PC menggunakan USB data cable, PC sama sekali tidak bisa mendeteksi smartphone. Setelah memastikan USB data cable dan sambungan antara PC dan smartphone baik adanya, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa processor dalam ponsel tidak bisa berkomunikasi dengan PC. Apakah kita harus langsung mengganti processor dalam ponsel? Jawabannya tentu saja tidak. Ada beberapa titik tegangan, clock, serta jalur yang perlu diperiksa sebelum kita mengambil kesimpulan bahwa processor dalam ponsel rusak.

Untuk itu kita harus membuka casingnya terlebih dahulu. Setelah itu, kita harus memeriksa berapa besar pemakaian arus listrik ponsel tersebut menggunakan sebuah Power Supply yang sudah dilengkapi dengan Ampere meter.

Figure 2 power supply digital

Untuk ponsel yang menggunakan baterai tanam, untuk memeriksa arus listrik yang masuk, casing ponsel harus dibuka terlebih dahulu. Ketika memansang Power Supply, kita harus memastikan tegangan keluaran harus disesuaikan dengan tegangan baterai ponsel, biasanya sekitar 3,7 – 4 volt.

Setelah dipasang ke Power Supply, saklar on-off ditekan, perhatikan arus yang masuk ke ponsel. Besar arus listrik yang masuk ke sebuah ponsel normal akan naik secara bertahap. Kembali ke kasus Galaxy S7 yang dibawa si murid saat diperiksa menggunakan Power Supply, arus naik sekitar 60 mA.  Ada  informasi penting yang kita dapatkan di sini. Saat saklar ditekan, dan ada arus yang masuk ke ponsel (terdeteksi lewat Power Supply) kita bisa memastikan kalau saklar on-off beserta jalurnya dalam kondisi baik. Begitu pula dengan jalur supply listriknya dari konektor baterai menuju ke IC Power tidak ada masalah.

Yang perlu diperiksa dan dipastikan selanjutnya adalah keluaran dari ICPower, apakah IC Power dalam kondisi baik. Caranya dengan mengukur tegangan keluara dari IC Power tersebut. Proses mengukur tegangan output dari IC Power ini harus diperiksa saat IC Power sudah bekerja, yaitu setelah saklar on-off ditekan dan arus listrik masuk ke ponsel (pembacaan arus di Ampere meter pada Power Supply tidak boleh 0 mA). Pada Samsung S7 berikut ini adalah beberapa titik tegangan yang paling penting yang mutlak harus ada.

Pada titik ini tegangan harus ada sebesar 1.2 Volt.

Figure 3 Tegangan sebesar 1.2 Volt

Pada Kapasitor ini, tegangan terukur harus sebesar 1.8 Volt.

Figure 4 Tegangan sebesar 1.8 Volt

Sedangkan pada komponen ini, harus ada tegangan listrik sebesar 3 Volt.

Figure 5 Tegangan kerja sebesar 3 Volt

Jika ada salah satu saja dari tegangan di atas ternyata tidak ada atau tidak sesuai dengan yang seharusnya, bisa dipastikan bahwa IC power tidak bekerja dengan baik, dan harus diganti dengan yang baru.

Pada kasus Samsung S7 murid yang mati total, tegangan pada gambar 4, terukur hanya sebesar 0.8 Volt. Seharusnya di titik ini tegangan sebesar 1.8 Volt. Kesimpulannya IC Power tidak bekerja baik. Setelah diganti dengan yang baru, ponsel Samsung S7 kembali Normal.

Ingin memperdalam ilmu perbaikan smartphone dan laptop? Mari perdalam di VTiga kursus perbaikan smartphone dan laptop. Kami buat anda menjadi teknisi yang professional.

Pertanyaan untuk kali ini:

Ada Berapa Tegangan Yang Perlu Diukur Pada Samsung S7 di Atas?